Fanfiction
Korea
FF Super Junior – Love of Moment (Part 6)
08.18.00
Title
:Love Of Moment (Part 6)
Autor : Dhidiane
Genre : Frienship, Romance, family,
Rating : PG-15
Autor : Dhidiane
Genre : Frienship, Romance, family,
Rating : PG-15
Length :
Chapter
Cast
: Eunhyuk, Siwon, Kyuhyun, jung eunsoo (OC) , hachikawa azuna (OC)
Disclaimer
: This is the original ff. Comes from my mind and imagination. If there
is a similar plot was only fortuitous similarity.
-Flashback-
Dulu eunhyuk adalah orang yang baik, murah senyum dan baik hati. Jarang
atau bisa dibilang tak pernah sekalipun ia melakukan kejahatan atau perbuatan
yang tak terpuji –seperti mabuk mabukan-. Tapi ketika eommanya menikah lagi
dengan seorang bajingan yang menguasai harta keluarganya,sering melakukan
kekerasan terhadap eommanya, ia berusaha menolong eommanya, tapi kata kata yang
keluar dari bibir eommanya membuatnya ingin meninggalkan dunianya segera.
“kau hanya anak kecil sialan yang tak tau apa itu cinta.
Jika disana ada uang dan ‘permainan yang bagus’ itu yang namanya cinta. Urusi
sendiri dirimu” eunhyuk berusaha tak mengingat atau mentelaah maksud kata kata
itu. Tapi ketika perceraian ibunya dengan bajingan itu dan ibunya kembali
menikah dengan bajingan lainnya, membutanya tambah frustasi. Tiap hari
perkataan kotor, desahan entah dimana mana, perabotan rusak, teriakan, suara
pukulan dan kata kata tentang dirinya membuatnya frustasi. Ia mulai mencoba
memasuki dunia kelam,dimana hanya ada kesenangan dan alkohol. Dunia eunhyuk
benar benar berubah dari sebelumnya, dan akhirnya ia menemukan seseorang yang
dapat merubah hidupnya kembali. Walaupun hanya sebentar.
-flashend-
--***--
“apakah harus sebanyak ini?” eunhyuk membawa beberapa
tumpukan kertas yang menggunung kemeja kerja eunsoo. eunsoo hanya mengangguk
karena permen yang dihisapnya membuatnya sulit berbicara.
“disini” eunsoo akhirnya bisa melepaskan permen tersebut
ketika ia meletakkan tumpukan kertas di atas mejanya. Eunhyuk segera
menghempaskan tumpukan kertas itu hingga menimbulkan suara yang cukup besar
–membuat beberapa karyawan menatap mereka-
“gomawo.aku akan mentraktirmu nanti” eunsoo mengambil tas
tangannya dan berjalan keluar dari kantor dengan diikuti eunhyuk dibelakang.
“sekarang kita kemana?” tanya eunhyuk ketika mereka menunggu
lift agar membukakan pintunya.
“kau mau kemana?” eunsoo menanya balik ke eunhyuk yang
memandanganya melalui pantulan pintu lift.
“jika kau pergi kemanapun, aku ikut. Aku bosan jika sendiri”
ujar eunhyuk jujur membuat eunsoo mengernyit bingung ‘tumben anak satu ini
berkata seperti itu’
“terserah kau saja, aku hanya menumpang di mobilmu” pintu
lift terbuka menampakan sesosok namja berbadan kekar tengah menyandar ke
dinding lift. Eunsoo melangkah masuk ke lift setelah eunhyuk memasuki lift itu
tersebut. namja berbadan kekar tersebut memakai pakaian serba hitam dengan anak
anak rambutnya yang pendek menutupi sebagian wajahnya.
“sepertinya aku mengenalnya” gumam eunsoo ketika namja kekar
itu meliriknya cukup lama.
“bwo? kau mengatakan sesuatu?” eunhyuk merendahkan badannya
supaya ia dapat mendengar suara eunsoo lebih jelas. Karena hal itu eunsoo
menjadi kaku karena jarah wajahnya dan eunhyuk cukup dekat dan juga mata dan
bibir itu seolah menghinoptis eunsoo agar menatap mereka terus.
“bwoya” eunhyuk segera menjauh ketika eunsoo mendorong badan
eunhyuk untuk menjauh. Eunsoo memerah jika mengingatnya lagi bibir itu. bibir
itu! ya ampun ada apa dengannya.
“sikapmu aneh” eunsoo menatap eunhyuk yang tengah
memperhatikannya dengan seksama.sesekali eunhyuk menyipitkan matanya dan
membuang wajahnya kearah lain.
‘shhh,apa yang kupikirkan’ rutuk eunsoo.
Lift tiba tiba berhenti dan membukakan pintunya. Namja kekar
tadi melangkah keluar diikuti dengan ekor mata eunsoo yang penuh dengan
penasaran.
“kenapa dia kesini?” gumam eunsoo tak jelas. Eunhyuk yang
melihat eunsoo mengikui arah pandang eunsoo dan kembali menatap nya.
“waeo?” eunhyuk mendekati eunsoo –cukup dekat- yang memegang
dagunya dengan pikirannya yang berputar putar.
“sudah 3kali aku melihat namja itu. Apa maunya” eunhyuk
terdiam sesaat untuk mencerna kata kata eunsoo tadi. Waluapun kata kata itu
sebenarnya tidak berat dan mudah mengerti, tapi mungkin karena aroma rambut
eunsoo yang menguar dan tercium oleh penciuman eunhyuk,otak namja itu seperti
terhenti dan dipenuhi oleh nama eunsoo.
“ne? Apa masalahnya?” eunhyuk segera tersadar dari buaian
aroma yang memabukannya. Eunsoo menoleh kearah eunhyuk dengan tatapan
kau-ini-sebenarnya-siapa?
“oppa macam apa kau ini” eunsoo segera melangkah keluar
ketika pintu lift sudah terbuka diikuti oleh eunhyuk dibelakangnya.
“wae? Apa salahku” dengan tampang polos eunhyuk menyamakan
langkahnya dengan eunsoo –supaya bisa melihat wajah itu- . sedangkan eunsoo
frustasai mendengar pertanyaan pertanyaan bodoh yang dilanturkan eunhyuk.
“kau tidak tau namja itu siapa?” eunhyuk menggeleng membuat
eunsoo mendengus kesal. Eunhyuk mempercepat gerak kakinya menuju mobil mewah
eunhyuk yang bertengger di parkiran.
“apakah ada sangkutannya denganku?” eunhyuk membukakan pintu
mobil untuk eunsoo lalu berjalan memasuki pintu lain menuju tempat duduk
mengemudi.
“ia mantan azuna” jawab eunsoo santai dan ‘tenang’. Eunhyuk
yang belum meletakkan pantatnya dengan sempurna di bangku segera mengarahkan
kepalanya kearah eunsoo –terkejut-. Eunhyuk sesekali mengerjap lalu
memposisikan badannya di belakang kemudi.
“aku tidak tau bahwa azuna memiliki pacar sebelumnya. Yang
ku tau kyuhyun yang terus mengerjarnya semenjak sma” eunhyuk mencoba mengingat
siapa saja laki laki yang mendekati sepupunya itu.
“ternyata kau juga tidak tau. Aku juga baru tau dari
eommanya azuna, itu membuatku shok” eunsoo menatap eunhyuk dengan anggukan
kecil, mengisyaratkan eunyuk untuk menjalankan mobilnya
“kurasa aku harus bertanya dengan kura kura itu”
---***---
Siwon melangkah masuk ke sebuah ruangan yang terpencil dari
ruangan lainnya. Kaki panjangnya berhenti tepat di depan sebuah meja dengan
tumpukan kertas diatasnya. Seorang namja di balik meja itu mengisyaratkan siwon
untuk duduk di sofa karna ia tengah berbicara dengan seseorang dari handphone
mewahnya. Siwon yang sedikit emosi hanya menuruti dan menghempaskan badannya ke
sofa yang empuk tersebut. namja yang tengah berbicara lewat handphonenya
melangkah menuju sofa di depan siwon lalu mengakhiri panggilannya.
“kenapa kau memulangkan eommaku?”namja itu menoleh sejenak
ke siwon lalu tersenyum tipis
“bukankah perawatan eomma masih berlangsung di amerika.apa
kau sengaja mengehentikan perawatan eomma?” namja itu menyatukan tangannya yang
besar lalu meletakan nya diatas pahanya dengan tenang.
“dengar, tak ada maksud apapun aku memulangkan eommamu. Dia
menginginkannya dan perawatannya akan berlangsung disini”namja itu menatap
siwon heran dan bingung Karena namja didepannya ini terus marah jika bertemu
dengan dirinya.
“itu alasanmu saja. Setelah kau mengacaukan kehidupanku
dengan azuna, memindahkanku kesini,aku menurut saja hanya untuk memuaskan
hatimu,sekarang kehidupan eommaku kau usik” mata siwon memerah karena emosi
yang meluap. tangannya terkepal kuat di atas meja. Namja separuh baya didepan
siwon mendesah berat melihat kelakuan siwon.
“aku ini appamu-“
“appaku sudah lama meninggal. Kau hanya seseorang yang
datang ke kehidupan kami hanya untuk menguasai harta kami!”siwon berdiri lalu
berjalan menuju pintu. Tiba tiba saja siwon berbalik lalu menatap namja yang
sedang menatap lurus kedepan dengan tatapan kosong.
“jangan ganggu aku lagi” siwon berbalik lalu sebuah kata
kata terluncur dari bibir namja yang duduk disofa.
“apa kau lupa apa tujuanmu kesini? Apa kau ingin melihat
orang yang kau cintai dan berharga – oh,maksudku azuna menghilang dari
kehidupanmu?” siwon menunduk. Tangannya kembali terkepal kuat.dengan cepat
siwon meraih ganggang pintu lalu secepat mungkin keluar dari ruangan tersebut.
sedangkan namja yang menyebut dirinya sebagai appa siwon hanya menatap pintu
yang tertutup dengan hampa.
“apa yang harus kulakukan hyung? ini terlalu berat” namja
itu mengurut dahinya karena kepalanya berdenyut keras. Melihat kelakuan siwon
tadi membuatnya ingin segera keluar dari kehidupan ini,tapi apa daya, janjinya
pada appa siwon terdahulu belum juga terpenuhi sampai sekarang.
---***---
-Flashback-
Siwon tersenyum riang dan sesekali bersiul tanda ia sedang
gembira. Bagaimana tidak, ia baru saja berkencan dengan azuna dan ia
mendapatkan kecupan dipipinya. Perbuatan itu benar benar langka didapatkan
siwon. Ia melangkah melalui koridor rumah sakit yang cukup ramai dengan langkah
yang ringan.ditangannya terdapat plastik putih berisi kimbab untuk appanya
nanti. Siwon berhenti ketika ia telah berada di depan sebuah pintu putih yang
sedikit terbuka. Tanpa aba aba siwon langsung memasuki ruangan itu dan melihat
appanya yang tengah berbicara dengan seorang pria yang memunggunginya. Sadar
akan kehadiran siwon, appa siwon memberi kode ke pada orang didepannya untuk
pulang.siwon hanya diam ditempatnya sambil mengamati orang tersebut yang
melaluinya lalu keluar dari ruangan tersebut. siwon segera berjalan menuju
ranjang appanya.
“bukankah tuan kim itu saingan appa? kenapa ia sering
kesini?” siwon menyerahkan plastik tadi kepada appanya yang langsung diterima
oleh appanya dengan antusias.
“anio.kau akan mengerti besok”appa siwon segera melahap
kimbab tanpa ampun. Siwon sedikit merenung mendengar dan melihat ekspresi tuan
kim tadi.ekspresinya seperti aku-tak-ingin-hidup-didunia-ini-lagi. Lalu siwon
juga sedikit mendengar percakapan appanya tadi.
‘perusahaan? Tolong? Uang? Apa maksudnya?’ siwon memegang
dahunya bingung dengan matanya berputar mengelilingi ruangan yang tak besar itu
hingga akhirnya pandangannya berhenti kepada appanya yang masih lahap memakan
kimbab yang dimakannya.
“ya appa! Kenapa sebanyak itu kau makan?” siwon segera
mengambil kimbab yang ada ditangan appanya dan plastik dipangkuan appanya.
Appanya hanya tertawa seperti tak ada masalah.
“dimana kau membelinya? Ini lebih enak dari yang kemarin”
appanya mengambil air minum lalu meneguknya sampai habis.
“bagaimana dengan lambungmu? Apa kata dokter?”appanya
tersenyum lalu menepuk pelan kepala siwon lembut.
“gwencana. Aku akan segera sembuh” appanya tersenyum membuat
siwon juga ikut tersenyum lalu memegang tangan appanya supaya berhenti menepuk
kepalanya.
‘bohong’ batin appanya ‘aku bukannya apa apa,aku berbohong
lagi’ batin appanya.walaupun batinnya mengatakan seperti itu,tapi rawut
wajahnya berkata lain.senyumannya masih bertengger diwajahnya.
Sejak hari itu tuan kim lebih sering datang kerumah sakit
untuk bertemu dengan appa siwon dan siwon juga sering mencuri percakapan mereka
berdua walaupun yang didengarnya samar samar. Yang sering siwon dengar yaitu
uang,perusahaan, merebut dan nama eommanya.siwon memang belum mengerti apa
maksudnya hingga akhirnya appanya meninggal karena kanker lambung yang tidak
bisa diobati lagi,lalu tiba tiba tuan kim yang dia kenal sebagai saingan berat
appanya menjadi appa tirinya dan terus mengusik kehidupannya tanpa ampun.
-Flash end-
---***---
Eunhyuk dan eunsoo berjalan memasuki cafe tempat eunsoo
bekerja. Mereka berpisah ketika eunhyuk menemukan yeoja mungil yang duduk di
pojok cafe dengan buku buku yang ia baca.eunhyuk segera melangkahkan kakinya
kearah yeoja itu tanpa berpamitan dengan eunsoo. sedangkan eunsoo hanya menatap
eunhyuk datar lalu memasuki ruangan karyawan untuk memulai pekerjaannya.
“ya! Azuna!”eunhyuk sedikit berteriak ketika melihat azuna
telah ada di depannya. Azuna berdecak kesal lalu menatap namja tinggi dengan
memakai sweater biru tua didepannya dengan sinis.
“bwo?!” ucap azuna ketus. Eunhyuk menarik kursi yang ada
didepan eunsoo lalu duduk diatasnya layaknya seorang polisi yang akan mengorek
masalah penjahat.
“kau pacaran dengan siwon ha!?”azuna seketika membeku
mendengar nama itu keluar dari mulut eunhyuk.
“sial,dari mana ia tau?” azuna menoleh ke sisilain untuk
menghindari tatapan eunhyuk. Eunhyuk menjentikkan jarinya merasa dirinya betul.
“kau taukan siwon itu musuh dari harabeoji. Kenapa kau
memacarinya” eunhyuk memelankan suaranya -takut terdengar orang lain-. Azuna
mendelik kearah eunhyuk dan membuka kacamatanya dengan sedikit kasar.
“itu hanya masa lalu oppa dan kenapa baru sekarang kau
bertanya padaku?”
“karena aku baru tau” eunhyuk meminum kopi didepannya dan
hanya dibalas tatapan jengkel dari azuna.
“bisakah kau menceritakannya padaku?” eunhyuk menopang
dagunya sambil menatap azuna yang hanya diam.
“jika kau memaksa oppa”
-Flashback-
Azuna yeoja ceria dan penuh semangat.karena sifatnya itu
banyak namja yang mengincarnya tapi siwon –namjachingu nya- sudah memilikinya.
Hampir tiap hari mereka menghabiskan waktu bersama. Walaupun umur mereka bisa
dibilang cukup jauh, tapi mereka layaknya seperti kekasih pada umumnya. Sangat
mesra dan berasa dunia ini hanya milik mereka berdua.
Tapi kebahagian itu hanya berjalan selama 2 tahun. Abeoji
nya mendengar bahwa azuna pacaran dengan anak CEO yang menjadi musuh perusahaannya.
Ia menyuruh azuna untuk meninggalkan pria dicintainya tapi azuna berkata lain.
Ia rela meninggalkan rumah bak istana mewahnya beserta isinya lalu pergi menuju
tempat siwon tinggal. Ia tinggal disana lebih dari seminggu. Ia tak peduli
dengan berita dirinya yang ada dimana mana.begitu juga dengan siwon, ia tak
begitu memusingkan berita itu juga dengan azuna yang nyaman tinggal
diapartemennya.
Lalu seminggu kemudian semua berubah –atau bisa dibilang
terbalik-. Siwon jarang pulang ke apartemen, orang orang abeojinya mengetahui
tempat dirinya tinggal saat itu dan juga eommanya di jepang pulang ke korea
untuk mencarinya. Sebenarnya bukan itu yang membuatnya bingung dan sedih.
Siwon
Benar. namja itu yang dulunya setia berada disamping azuna,
selalu sabar dan tersenyum sekarang namja itu tidak ada. Bukan wujudnya yang
menghilang,tapi kepribadian dan sifat yang membuat azuna merindukannya. Siwon
berubah menjadi dingin dan pendiam. Ia jarang pulang keapartemen dan tak lagi
memperhatikan azuna. Siwon sibuk dengan dirinya sendiri dan juga pernikahan
eommanya yang kedua kalinya. Akhirnya azuna mengalah dengan keadaan, ia kembali
kerumahnya yang disambut dengan tangisan penuh rindu oleh eommanya.
Sejak kembali kerumahnya ia tak lagi pernah melihat siwon
–kecuali di berita berita-. Azuna sekarang lebih banyak diam dan merenung. Ia
lebih banyak memikirkan siwon. seperti ‘dimana siwon sekarang?’ ‘apa yang ia
lakukan?’ ‘apakah ia benar benar melupakan ku?’ dan pertanyaan lain yang
memenuhi benak azuna. Hingga suatu saat kyuhyun datang ke kehidupannya. Kyuhyun
lebih banyak menemani dan menghabiskan waktu dengan azuna. Kyuhyun adalah anak
rekan dari appa azuna dan kyuhyun juga baru pulang dari amerika –menghabiskan
waktunya disana dengan berkas berkas konyol-. Sejak saat itu azuna sudah tak terlihat
murung ataupun termenung. azuna sudah beranjak menjadi azuna yang sebelumnya.
Walaupun begitu, namja yang bernama siwon masih mengusik pikirannya.
Akhirnya ketika ia baru pulang sekolah, hari terakhirnya
berada di sma, sebuah mobil mewah terparkir dengan gagah di depan gerbang
sekolah azuna. Mobil itu menarik perhatian setiap orang yang melewatinya -termasuk
azuna-. Azuna mendekati mobil itu dan terkejut melihat siapa pemilik mobil itu.
Namja tinggi dengan kaca mata hitam menutupi matanya membuka pintu mobil dan
memaksa azuna memasuki mobil mewah itu. Lalu selanjutnya mobil itu melaju
kencang meninggalkan sekolah azuna.
Azuna menatap namja yang ada disampingnya geram. Namja itu
membuka kaca matanya dan menatap azuna dengan mata bengkaknya.
“kenapa kau datang lagi?” tanya azuna geram dan penuh
kebencian. Walaupun begitu ia masih mencintai namja disampingnya-siwon-.
“ada yang perlu kubicarakan denganmu” ucap siwon datar
sambil menambah laju mobilnya. Azuna memperhatikan siwon dengan seksama. Entah penglihatan azuna
yang salah atau tidak, siwon tampak seperti orang sakit. Mata bengkak, badan
kurus, wajah pucat dan rambut halus disekitar bibir dan dagunya belum dicukur
menghiasi wajah tampan siwon. Azuna memegang tangan siwon khawatir dengan
keadaan namja itu. Tapi siwon malah menjauhkan tangannya dan berhenti di tepi
pantai.
“aku ingin kau melupakanku” azuna segera menatap siwon
terkejut. dengan tiba tiba siwon mengatakan itu tanpa memikirkan azuna terlebih
dahulu? Apakah ini benar benar siwon?
“ne?” azuna menatap siwon penuh harap jika ia salah dengar.
“aku ingin kau melupakanku. Aku tak ingin kau terus
terbebani dengan pikiran tentang diriku” siwon keluar dari mobil dan membukakan
pintu untuk azuna. Bukannya keluar, azuna malah menarik kerah baju siwon dan
meneriakinya.
“apa yang kau bilang?!” mata azuna memerah dan berair karena
menahan amarah, kekecewaan dan kerinduan di dalam dadanya yang akhirnya meledak.
“setelah kau meninggalkanku,melupakaknku dan menghilang,sekarang
kau datang seperti hantu dan bekata lupakan aku? Kau gila” azuna memukul dada siwon
keras, meluapkan amarahnya. Air mata terus mengalir dari mata azuna yang
menutup. Ia tak sanggup membuka matanya, takut ia akan memeluk dan bermohon
pada siwon untuk tidak menghilang lagi.
“aku memang gila dan aku memang seperti ini” siwon memegang
kedua tangan azuna dan menciumnya.
“kumohon, ini permintaan terakhir ku padamu karena aku tak
akan melihatmu lagi” siwon melepaskan tangan azuna dan tangan itu terjatuh
terkulai seperti tak bertulang. Azuna menatap siwon tak percaya.
“aku akan pergi jauh, jaga dirimu dan sepertinya kau harus
mengganti diriku dengan orang lain” siwon berusaha tersenyum, membawa azuna
keluar dari mobilnya.
“kau meninggalkanku lagi? Apa kau tak mencintaiku?” siwon
tersentak mendengarnya. Pertanyaan yang membuatnya ingin memeluk azuna erat dan
berteriak kepada gadis itu bahwa ia masih mencintai gadis mungil berambut
panjang tersebut. tapi ia menahannya.
“ne, aku tak mencintaimu dan aku juga sudah melupakanmu” siwon
tersenyum mengejek kearah azuna yang menatapnya kosong –seperti tak ada harapan
hidup lagi-. Siwon menatap azuna cukup lama lalu berjalan ke dalam mobilnya dan
melajukan mobilnya meninggalkan azuna yang masih berdiri dengan kalimat yang
diontarkan siwon yang bergema di otaknya.
‘ne, aku tak
mencintaimu dan aku juga sudah melupakanmu’ tiba tiba kaki azuna melemas
dan terjatuh ke tanah. Air matanya mengalir deras di antara mata azuna yang
tertutup. Suaranya tersedak sedak karena tangisan kekecewaan yang melandanya.
Ia tak menerimanya, ia masih mencintai siwon.ia masih mengharapkan siwon untuk
kembali dan berkata jika tadi itu adalah lelucon. Tapi jalan yang ada
didepannya sangat sepi. Hanya dirinya dan beberapa mobil mobil asing yang
melewatinya.
Azuna menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya dan
menangis sekuat kuatnya. Sebuah mobil berhenti di depan azuna, seketika azuna
berhenti menangis dan menengadah melihat siapa yang akan keluar dari mobil
tersebut –masih berharap itu siwon-.
“azuna!!” hilang sudah harapan besar azuna. Itu bukan siwon.
Azuna kembali sesegukkan, kecewa terhadap dirinya dan keadaannya sekarang.
“oppa” azuna langsung memeluk kyuhyun erat, masih tak tahan
membayangkan dirinya saat ini. Kyuhyun hanya terdiam dengan bingung. ‘kenapa
yeoja ini seperti ini di tepi jalan?’ kyuhyun terdiam ketika mendengar azuna
menyebut sebuah nama.
“siwon oppa ia meninggalkanku” ucap azuna terbata bata.
Kyuhyun mengelus kepala azuna lembut untuk menenangi yeoja itu.
“namja brengsek itu!” bisik kyuhyun pelan.
-Flash end-
-to be continue-
hehe maafkan saya readers baru ngepos ff ini sejak ff terakhir. mungkin udah berbulan bulan atau bertahun tahun menunggu akhirnya ff gaje ini nongol juga :D . karena kesibukan saya berkuliah dan tugas bagaikan bukit dan ditambah laptop saya rusak (ngepos pun mohon mohon minjam laptop teman) membuat saya lama ngeposnya. semoga kalian semua memaafkan saya *bow

0 komentar