FF Hey!Say!JUMP - Besidess

*Gomen covernya ancur T,T Title              : Besidess Categories    : oneshot Genre           : Romance Rating           : T...

*Gomen covernya ancur T,T

Title              : Besidess
Categories    : oneshot
Genre           : Romance
Rating           : Teenager
Theme Song:Hey!Say!JUMP- Together Forever
Author          : Dhidiane
Cast             : 1. Yamada Ryosuke
                      2. Hanako Mikki
                       3. Arioka Daiki


Synopsis:cintanya disambut oleh wanita pujaannya. Cintanya selalu ada untuk wanita mungil yang setia di sampingnya. Ia selalu menjaga dan melindungi wanitanya dimanapun dan kapanpun. Tapi waktu berkata lain, dirinya berasa dihempas ke jalanan aspal. Kepalanya pusing, membuatnya berlari meniggalkan seseorang yang harus dijaganya. Namun semuanya telah diatur oleh tuhan. Hanya mereka yang tau bagaimana kelanjutan cinta yang tengah mengebu ngebu tersebut.

---***---
Seorang wanita tengah menggerakan mouse biru ditangannya dengan lihai. Ia memainkannya dengan cepat membuat siapa pun yang melihatnya mungkin bisa pusing. Wanita itu dengan santainya mengetik beberapa kalimat dengan keyboardnya yang juga bewarna biru. Mata hitamnya yang berbingkaikan kaca mata hitam fokus pada kata kata yang baru dibuat dan mengkoreksi kata kata yang sesuai dengan jalan pikirnya.
Sedangkan seorang pria di sampingnya menatap wanitanya dengan sebelah tangan menopang wajah bosannya. Sesekali jari pria itu menekan lengan wanitanya, tapi hanya suara hentaman jari dengan keyboard yang hanya meresponenya. Pria itu mentap handphonenya yang sudah menunjukan jam 3sore. Seharusnya jam segini mereka berdua sudah berada di omotesando sesuai dengan janji mereka. Tapi sepertinya wanitanya tak megingatnya.
“mi-chan, ini benar benar membosankan” pria itu meletakkan dagunya di bahu kiri wanita. Wanita itu hanya menatap sekilas prianya dan kembali fokus pada laptop.Yamada memindahkan kepalanya ke atas meja dan mulai berfikir tentang dirinya.kenapa dia bisa mencintai gadis dingin dan misterius ini? Dia masih ingat, tahun lalu ketika ia pertama kali melihat mikki di kelas ini. Kelas yang sering di lalui yamada jika ingin ke atap. Dia pasti akan melihat mikki duduk sendirian di kelas dengan matanya bergerak gerak menatap kursor di laptopnya. Kegiatan itu selalu membuat pesona lain dari mikki. Dan itu salah satu membuat yamada menyukai wanita mungil ini.
“sebentar lagi yama-kun. Hanya sedikit lagi” pria yang bernama yamada itu langsung menegakan kepalanya dan memukul kecil kepala wanitanya yang bernama Mikki.
“apa yang kau lakukan?” mikki mengehentikan gerakannya dan mentap jengkel pacarnya.yamada ryosuke.
“kenapa kau memanggilku yama? Aku ini pacarmu” wajah yamada memerah mendengar pacarnya memanggilnya yamada. Seharusnya dia memanggil dirinya ryo-chan. Ada apa dengan wanita ini?
“gomen(maaf). haruskah kita pergi sekarang?” mikki membereskan buku dan laptopnya. Mengandengan tangan yamada keluar dari kelas dan berjalan menyusuri lorong kampus yang sunyi.
Cuaca yang cukup cerah membuat hati yamada membaik. Karena dipanggil yamada oleh pacarya membuat yamada sedikit kesal. Memang ini bukan yang pertama bagi yamada mendengar mikki memanggilnya seperti itu. Tapi mikki hanya memanggilnya seperti itu jika marah dan kesal.
“apa kau marah padaku?” yamada melirik mikki yang kini mengandeng tangannya. Mata mikki yang bulat terang yang tengah menatap lurus kedepan lagi lagi membuat ia gemetaran.
“iie(tidak). Naze(kenapa)?” mikki menatap yamada dengan wajahnya yang polos. Wajah yamada memerah sampai ketelinga jika melihat wajah mikki yang seperti itu. Dia harus berusaha tidak terlihat memalukan.
“hanya ingin tau” yamada membuka pintu mobil New Supra FT-H5 miliknya untuk mikki ketika mereka telah sampai di parkiran. Yamada berlari kecil ke tempat pengemudi ketika mikki telah memasuki mobil New Supra FT-H5. Yamada menghidupkan mesin mobilnya dan melaju membelah kota tokyo yang mulai disinari cahaya. Sepanjang perjalanan yamada maupun mikki hanya diam menikmati sinaran cahaya dari toko toko yang mereka lewati. Mikki yang hobby dan jurusan yang berkaitan dengan kamera asik mengabadikan pemandangan yang dilewatinya. Sedangkan yamada hanya tersenyum ketika melirik mikki yang asik dengan dunianya.
Pikiran yamada melayang lagi. Dia teringat oleh sebuah foto yang terselip di buku mikki. Foto yang membuat yamada mendidih. Dan pada saat itu membuat yamada benar benar marah. Mikki berusaha meminta maaf sampai ia rela berdiri di depan apartemen yamada hingga larut malam hanya supaya yamada memafkannya.
‘apa yang kupikirkan?’ yamada mengacak rambutnya frustasi jika mengingat itu.diliriknya toko toko yang berada di sampingnya.segera yamada menepikan mobilnya.
“ kita sudah sampai” yamada memakirkan mobilnya di depan salah satu restoran, tempat yang biasanya mereka kunjungi.
Yamada membukakan pintu mobil putihnya untuk mikki ketik ketika mikki ingin membukanya.
“arigatou(terimakasih)” mikki melompat keluar dan berjalan mendahului yamada. Yamada segera meraih dan mengandeng mikki memasuki toko ramen favorite mereka.
Jam pulang membuat toko yang mereka kunjungi sedikit ramai.hanya beberapa tempat yang kosong dan itupun ada berbagai macam piring kotor diatasnya. Mata yamada berkeliaran mencari tempat yang cocok untuknya dan mikki dan tuhan menjawab doa yamada. Yamada menarik mikki ke arah bangku yag terletak di pojok ruangan. Hanya sedikit orang disana dan suasananya cocok untuk mereka berdua.
“kau sangat lapar ryo-chan?” mikki duduk di kursi yang telah ditarik kebelakang oleh yamada. Yamada mengangguk dan duduk di seberang meja. Didepan mikki. Setelah memesan makanan, mereka terlarut dalam permbicaraan yang asik dan lucu. Setiap kata kata lucu yang dikeluarkan yamada membuat perut mikki tergelitik. Itu salah satu sifat yang disukai mikki. Tak lama kemudian ramen datang dengan minuman yang telah mereka pesan. Yamada dan mikki langsung melahap makanan tersebut tanpa ampun karena cacing di dalam perut mereka telah berperang.
---***---
Cuaca diluar mulai mendingin karena malam mulai memanggil. Yamada dan mikki berjalan dengan santai di antara deretan pohon yang dihiasi lampu lampu. Tangan mereka yang dingin saling bertautan untuk menghangatkan satu sama lain. Diam diam mikki tersenyum ketika melihat tangan mereka yang bertautan seperti ini. Tak ingin melupakan momen ini, mikki memotret tangan mereka dan wajah yamada dari samping ketika dia menatap jalanan di depannya.
“kau mem fotoku?” mikki mengangguk sambil meperlihatkan hasil karyanya.
“kawaii(lucu)” mikki tersenyum ketika menunjuk pipi yamada yang sedikit mengembung. Yamada hanya tersenyum dan mengelus rambut mikki lembut.
“dulu aku sering kesini” mikki mulai bercerita. Yamada menatapnya dengan teduh,seperti mikki adalah sebuah benda yang sangat nyaman dimata. Mata mikki yang hitam nampak bercahaya jika bercerita. Ekspresi yang jarang di perlihatkan mikki di depan yamada.
“kau sering pergi bersama siapa jika kesini?” yamada melirik mikki yang tiba tiba terdiam cukup lama. Membuat kecurigaan yamada bangkit. Wajah mikki yang tadinya bersemi tiba tiba muram dan memperlihatkan wajah biasanya. Datar, menyedihkan,dan menjengkelkan. Yamada menghela nafasnya berat. Dia tau apa maksud dari wajah itu.
“tunggu disini, aku akan membeli kopi dulu” yamada menyuruh mikki untuk duduk di sebuah kursi taman yang berada di dekat mereka.yamada berlari kecil menuju mesin penjual kopi yang letaknya cukup jauh dari tempat nya. Dimasukkannya beberapa koin kedalam mesin tersebut ketika telah sampai dan berbalik menuju tempat dimana mikki menunggunya. Dari kejauhan dilihatnya mikki tak seorang diri. Seorang pria bersamanya tengah berbicara dengannya. Yamada mempercepat  langkahnya ketika melihat pria itu merapikan poni mikki yang berantakan.
“ehemm” yamada mendehem ketika telah berada di belakang mikki. Mikki yang tengah asik berbicara segera memalingkan kepalanya ke arah yamada sontak membuatnya terkejut
“kau sudah sampai yamada?” yamada hanya menatap dingin pria di depan mikki, tak menghiraukan pertanyaan yang terlontar dari bibir mungil mikki
“oh, ini daiki. Teman lamaku. Daiki ini yamada.....pacar..ku” mikki menunduk ketika menyebutkan kata kata pacar ke arah pria berambut acak yang bernama daiki. Daiki menyodorkan tangan nya ke arah yamada.
“hajimimashite(senang bertemu dgn mu)” yamada menjabat cukup keras tangan daiki. Membuat kata kata yang dikeluarkan daiki cukup tertahan. Mikki bergedik ngeri melihat rawut wajah yamada yang cukup mengerikan. Yamada mengangguk dan segera melepaskan tangannya, meyerahkan kopi yang belum sempat diberikannya pada mikki dan duduk disebelak wanitanya.
“arigatou(terimakasih)”mikki segera menyesap kopi nya kikuk ketika yamada meliriknya dengan aneh.
Angin penghujung musim gugur membuat siapapun yang diluar rumah pasti akan mengeratkan jaketnya dan segera berjalan menuju tempat yang ditujunya. Tapi itu tak berlaku bagi yamada. Jaket hitam yang membungkusnya sekarang tengah bertengger di bahu kirinya dan hanya baju kaos hitam yang cukup ketat yang membungkus tubuhnya. Mikki sudah beberapa kali menyuruh yamada untuk memasang kembali jaketnya, tapi hanya gelengan yang menjawab mikki.
“jadi sudah berapa lama kalian berpacaran?” daiki membuka suara mengetahui suasana cukup canggung. Yamada hanya meliriknya sekilas dan membuang muka mengetahui daiki sedang memperhatikannya dengan tampang kenapa-kau-juga-ada-disini. Mikki menolehkan wajahnya ke arah daiki dan bergantian menatap yamada yang kini tengah memainkan batu di ujung sepatunya.
“sekitar 1 tahun....mungkin,hehe”mikki menggaruk tengkuknya kaku.dia benar benar lupa sudah berapa lama dia berhubungan dengan pria tampan di sempingnya ini. Mikki melirik takut yamada yang tak menatapnya, membuat mikki bisa bernafas lega.
“hontou(benarkah)? Wah,ternyata kau sudah lama bersama pria ini” daiki memperhatikan yamada dari ujung sepatu zara 53 denim hingga ke ujung rambutnya yang kecoklatan da sedikit berantakan. Daiki tersenyum miring ketika melihat sepasang mata itu menatapnya tajam.
“ternyata kau benar benar melupakan ku, mikki? Apa begitu mudah bagimu?” seketika rawut wajah mikki berubah menjadi panik. Yamada menggemertakkan giginya kesal . yamada bukan hanya kesal pada pria berambut acakan itu, tapi juga benci. Bagaimana bisa seorang pria berwajah manis seperti itu rela meninggalkan mikki wanita-berwajah-polos-dan-lugu ini. Dan yang tak bisa diterima yamada sampai sekarang, daiki meninggalkan mikki di trotoar dengan keadaan yang kacau dalam cuaca yang hujan deras ditambah lagi pria bermata mungil itu menurunkan mikki dari mobilnya tepat di depan yamada.membuat yamada  heran, kenapa daiki rela meninggalkan mikki dan tak pernah kembali sampai dia menunjukan batang hidungnya sekarang ini?
“manusia tak berotak” tiba tiba yamada menggumamkan sesuatu membuat mikki yang tengah bercerita dengan daiki segera menoleh ke arah yamada.
“eh?” yamada yang sadar bahwa kata katanya tadi membuat mikki penasaran segera menggeleng dan menundu.
“huft, kuharap aku masih menjadi pacarmu saat ini” mikki dan yamada segera menatap terkejut ke arah daiki. Mikki gemetaran mendengar kata kata yang dikeluarkan daiki,membuat jantungnya melompat tak beraturan. Sebuah senyuman mengejek dikeluarkan daiki ke arah yamada yang tengah menatapnya.Yamada segera meraih tangan mikki untuk meninggalkan setan di depan mereka.
“matte(tunggu)” daiki menatap mikki dan menatap mengejek yamada.
“apa kau tak ingin  bersama ku lagi? Aku benar benar menyesal meninggalkan mu” daiki menatap mikki dengan tatapan memohon membuat hati mikki mencelos. Tiba tiba setan di dalam diri yamada bangun. Setan itu mulai membisikan kata kata yang membuat yamada gelisah dan gila.
hei, mikki akan menerimanya kembali. Apa yang akan kau perbuat setelah itu ha?! Memojokkan diri  dipojok kelas dengan ditemani lagu sedih? Kasihan kau yamada’ yamada menggeleng cukup keras mengusir setan setan yang ada di benaknya, tapi hasilnya nihil.setan setan itu malah duduk di atas kepalanya. Membuat kepala yamada berasa berat.
lihat, mikki tengah menimbang keputusan. Lebih baik kau pergi ke bar yamada. Banyak gadis yang lebih cantik dan seksi dari pada mikki’ yamada terdiam sejenak. Dia tak lagi menghiraukan setan setan yang ada di atas kepalanya. Dia lebih fokus melihat bibir mikki yang mulai bergerak.
“aku ingin kembali bersamamu daiki-kun” tiba tiba badan yamada berasa melayang. Kakinya berasa berpijak di atas udara membuatnya hilang kendali. Kepalanya berdenyut keras dan jantungnya berasa ditarik keluar oleh malaikat pencabut nyawa. Nafas yamada sesak. Dia berasa akan mati pada detik itu juga. Kaki kaki yamada membawa yamada menjauh dari tempat itu. Tak memperdulikan mikki dan daiki yang menatapnya terkejut dan juga cemas.
Kaki nya membawanya ke parkiran,dimana mobil mewahnya bertengger indah disana. Yamada segera menghidupkan mesin dan melajukan mobilnya menjauhi omotesando.air mata seketika meluncur dari mata nya yang memerah. Dia tak memperdulikan mobil mobil yang laluinya. Dia juga tak peduli pada lampu merah yang menyala. Yamada terus lajukan mobilnya dengan cepat hingga mobilnya seketika melaju pelan, membuat yamada segera meminggirkan mobilnya dari padatnya jalan. Dan mobil New Supra FT-H5 itu berhenti tanpa mengasihi yamada yang tengah emosi.
“mobil sialan” yamada memukul stang mobilnya mengetahui bensin mobilnya habis. Yamada menyandarkan kepalanya ke stang mobil hitam. Ia merutuki dirinya yang bodoh. Kenapa dia harus terlihat lemah dan memalukan di depan mikki? Kenapa dia terlalu bodoh untuk cemburu kepada daiki? Kenapa dia begitu bodoh lari dari mikki? Dan bodoh dan sangat bodohnya kenapa dia bisa mencintai mikki? Pertanyaan demi pertanyaan memenuhi kepala yamada. Di sandarkannya kepalanya pada sandaran mobil yang mewah, menatap langit langit mobilnya yang bewarna putih. Kenapa dia bisa terjebak di antara cinta cinta yang tak mudah dimengertinya? Dia sering membaca dan menonton drama yang pemainnya terlibat cinta segitiga, dan dia tak sadar jika dirinya juga terlibat dalam cinta drama tersebut. mata bengkak yamada perlahan terpejam, membuat pemiliknya merasakan tenang untuk sementara. Sebuah bayangan masa lampau mulai menyinggahi otaknya.
-Flashback-
Lorong yang ramai dengan mahasisiwi dan mahasiswa membuat kaki kaki yamada kesulitan untuk melangkah.Matanya menatap keatas mencari ruangan yang sejak ¼ jam tadi terus dicarinya. Ditangannya terdapat beberapa kertas yang tak sedikit dan sebuah buku bersampul biru laut. Sebuah senyuman terukir di bibir yamada ketika menemukan ruangan yang telah ditemuinya.Segera kakinya melangkah ringan memasuki ruangan yang hanya terdapat beberapa mahasiswi di dalamnya.Diantara mereka terdapat seorang wanita yang menyendiri dan fokus pada layar laptopnya.Jari putih lentiknya dengan lihai memainkan mouse di tangan kanannya.Mata bulatnya bergerak gerak lincah. Yamada yang memperhatikan gerakan wanita itu segera sadar begitu menawannya wanita itu. Dirinya mematung. Tiba tiba suara dingin memenuhi otaknya yang beku. Membuat yamada segera menolehkan kepalanya ke arah asal suara.
“apa kau yamada ryosuke? Dari jurusan seni musik?” yamada mengangguk kaku. Ia tak percaya jika suara dingin itu berasal dari wanita didepannya. Wanita yang tadi serius dengan laptopnya kini tengah menopang kepalanya dengan tangannya dan menatap datar yamada yang kikuk.
“apa kau mencariku?”
“eh?” entah kenapa lidah yamada kelu ketika melihat manik mata hitam milik wanita itu.ini bukan yang pertama kali untuk yamada melihat mikki seorang-fotograer-muda-handal-di-jepang.tapi ini pertama kalinya yamada melihat mikki dari dekat.yang mengejutkannya,kenapa suara dingin itu berasal dari wanita itu? Benar benar tidak sesuai dengan garis wajahnya.
“hei, kau yang disana? Kau ingin bertemu dengan hanako mikki? Apa kau tak salah?” yamada menolehkan kepalanya pada segerombolan wanita yang berdiri di sudut kelas. Kening yamada berkerut mendengarnya.kenapa jika dia menemui mikki?apakah dia seorang pembunuh?Melihat wajahnya yang putih dan imut itu bisa dikatakan jauh dari kata kata pembunuh.
“mikki itu orangnya dingin. Tak pernah ingin dekat dengan pria.tapi dia memiliki mulut berbisa.ya walaupun sebenarnya dia perndiam dan polos, dia juga memiliki hati setan” teriak seorang wanita yang berada 2 bangku di belakang mikki.Yamada hanya menatap wanita itu dan beralih menatap mikki.
“arigatou ne atas perkenalan ku. Kau mau apa kesini?”mikki segera berdiri dan berjalan kearah yamada.Tubuhnya sedikit terlalu pendek membuatnya sedikit mendongak menatap yamada yang ada didepannya. Yamada hanya menatap datar wanita di depannya. Wanita yang misterius.
“sense menyuruhku mengantarkan ini padamu. Ternyata kau cukup terkenal” yamada menunjuk sebuah nama disampul buku yang ada ditangannya. Membuat beberapa wanita di dalam kelas itu tertawa tertahan.
“dan kupikir.kau tak lagi terkenal dengan sifat kekanakan mu itu.memalukan sekali” yamada mengambil tangan mikki yang terletak di samping celana jinsnya dan menyerahkan buku dan kertas keatas tangan mikki. Mata mikki yang bulat bertambah bulat mendengar dan menatap ekspresi yamada. Segera yamada berbalik meninggalkan kelas tersebut. sebelum dia benar benar keluar dari kelas, yamada membalikan badannya dan memberi salam hormat dengan tangannya, membuat wajah mikki seketika memerah. Melihat pipi memerah dan rambut panjang yang tergeraikan membuat hati yamada mencelos,ditambah jejak tangan mikki yang ada ditangannya membuatnya ingin segera berlari, berteriak kesenangan. Ternyata banyak caranya untuk jatuh cinta.

-Flashback end-
“ryo-chan..ryo-chan” mata yamada perlahan terbuka walaupun berat. Suara pukulan di sampingnya membuatnya terjaga dan menolehkan kepala ke arah jendela yang tertutup. Dilihatnya mikki yang basah karena hujan tengah mengedor jendela mobilnya dengan ekspresi muka yang sangat cemas membuat yamada segera membukakan pintu mobil dan menarik mikki ke dalam pelukannya.mikki yang tadinya ingin menyerbu yamada dengan beribu pertanyaan segera menelan keinginan itu setelah ia merasakan hangat tubuh yamada. Mikki dikejutkan suara isakan yang keluar dari yamada.
“kau menangis ryo-chan?” mikki menengadah ingin melihat yamada, tapi dengan sigap tangan yamada membenamkan lagi kepala mungil itu didadanya. Malu jika ia diperhatikan oleh mikki.Mikki mengelus punggung yamada untuk menenangkannya dan usaha itu berhasil.Kini yamada tegah menatap mikki dengan mata bengkaknya,membuat wajah yamada bertambah imut 100x.
“kenapa kau menangis?” mikki menangkup wajah yamada.Yamada hanya diam menatap manik mata hitam didepannya.
“apa kau takut aku akan meninggalkanmu?”yamada mengangguk cepat. Mikki tertawa dan memukul pelan kepala yamada.
“mana mungkin aku meninggalkan pria bodoh nan ceria seperti mu ini. Aku tak sebodoh dirimu” mikki melepaskan tangannya dari pipi yamada, mengambil tisu dari dalam tasnya dan menyerahkannya ke yamada.
“aku tak mungkin kembali kepada seorang pria yang dengan tak berdosa meninggalkan seorang wanita yang telah dijamahnya di tepi jalan dalam keadaan hujan.aku tak sebodoh itu yamada-kun” mikki menatap serius yamada yang kini menghapus sisa air mata di pipinya dengan tisu yang diberikan mikki.Yamada terdiam mendengar kata kata yang keluar dari mulut mikki.Cukup lama mereka terdiam hingga yamada bertanya dengan suara paraunya.
“jadi kenapa kau menerima daiki tadi?” yamada mendekati wajahnya membuat mikki memundurkan kepalanya.takut bibir mereka beradu dan berlanjut ke hal yang tak diinginkan.
“aku tak menerimanya” kening mikki berkerut memikirkan kata kata yang diucapkannya tadi ke daiki. Yamada memundurkan wajahnya dan menatap heran mikki.
“aku memang mengatakan bahwa aku ingin kembali kepadanya. Tapi karena aku memiliki otak,perasaan dan kau, aku tak ingin menerimanya. Dan siapa juga ingin menerima pria seperti dia. Laki laki bangsat seperti itu”yamada bernafas lega mengetahui semuanya. Ternyata wanitanya tak memilih orang lain, terutama pria yang telah menyampakkannya.itu tak mungkin karena mikki memiliki pendirian yang cukup tinggi dan juga bisa berfikir poisitif dengan cepat. Kenapa dia sebodoh ini?
“ngomong ngomong, bukankah hari ini ulang tahunmu?”yamada menatap mikki yang tengah mencari sesuatu di dalam tasnya. Yamada menerawang mengingat tanggal berapa sekarang.
“hountou ni?(benarkah)” mikki mengangguk. Segera diserahkannya sebuah buku bersampul kumpulan origami kecil di depannya. Yamada segera mengambil buku tersebut dan membuka halaman buku itu demi halaman. Tersirat di dadanya rasa bahagia yang meledak ledak. Tak pernah seumur hidupnya melihat kumpulan foto yang begitu indah dan unik, tidak sebelum ia menerima hadiah dari mikki. Sebuah buku dengan kumpulan foto dirinya dan mikki selama berpacaran.
“tadi aku menyelesaikannya sebelum kau memaksaku pergi, jadi aku menyiapkannya ketika makan tadi. Kau ingat ketika aku ketoilet tadi? Sebenarnya aku pergi ke percetakan untuk menyerahkan halaman terakhir dan baru kujeput sebentar ini” yamada tertegun mendengar penjelasan panjang dari mikki. Sebuah senyum lebar terukir di bibir yamada. Segera ditariknya kembali mikki kepelukannya. Mikki membalas memeluk yamada dengan hangat.
“otanjoubi omodeto(selamat ulang tahun), ryo-chan”
“hountou arigatou ne(terimakasih banyak)”bibir mereka saling bertautan. Menyalurkan emosi dan cinta. Tangan yamada mengelus tangan mikki yang lembut.Tak pernah terpikir olehnya kebahagiaan yang begitu besar seperti ini.cinta mereka semakin membesar dan berkembang. Cinta memang tak bisa diprediksi oleh manusia biasa. Hanya tuhan dan mereka yang menjalaninya yang tau bagaimana jalan cerita selanjutnya. Naskah naskah cinta dan hidup telah tersedia dan hanya menjalaninya saja. Mereka hanya perlu sabar dan sedikit berani mengalami yang nama cinta.karena cinta, seseorang dapat berubah dan berkorban hanya demi namanya cinta. Kadang kadang cinta egois, tapi kadang kadang cinta itu rapuh.
Yamada menatap mikki yang terlelap di pangkuannya. Jaket hitam milik yamada membungkus badan mikki yang basah dan kedinginan karena hujan. Yamada memperhatikan lekuk wajah mikki yang hampir sempurna. Mata bulat yang tengah tertutup, hidung mancung, pipi berisi dan bibir tipis yang selalu mengoceh sepanjang waktu. Mikki sangat sempurna bagi yamada, ia rela melakukan apapun demi mikki untuk supaya wanita itu selalu di sampingnya. Dia benar benar sudah terkurung dalam butanya cinta, tapi ia menikmatinya.
Diliriknya jam tangan hitam yang berada di pergelangan tangannya. Sudah lebih dari 2jam mereka menunggu oniichan nya mikki untuk menjemput mereka. Tapi sepertinya oniichan merencanakan tak ingin menjemput mereka, hanya ingin memberi waktu pada kekasih tersebut. yamada mengecup sekilas bibir mikki dan mengucapkan kata kata manis untuk mikki. Yamada mulai memejamkan matanya dan terlarut dalam mimpi mimpi indah. Mikki tersenyum tipis mendengar bisikan yamada tadi
“i will marry you, baby”
Epilog.
-Flashback-
Yamada berlari kecil melewati hujan dengan tas abu abu yang melindunginya dari hujan.mobinya yang terparkir cukup jauh dari toko buku membuatnya harus berlari di bawah hujan,dan bodohnya kenapa ia harus memarkir jauh mobilnya hanya demi tak terlihat oleh penjaga toko yaitu-teman-okasannya dan berakhir seperti ini.
seminggu sejak kejadian di kelas yang berhubungan dengan dunia fotograer, yamada terus teringat wajah mikki yang datar dan wajah terkejutnya.jika mengingat itu hati yamada akan menari membuat yamada harus berulang kali mengambil nafas cukup dalam dalam. Dari kejauhan dilihatnya sebuah mobil The NXS berhenti cukup lama. Terdengar suara ribut didalamnya membuat keinginan yamada utuk mendekati mobil itu semakin besar. Seorang wanita dengan baju dan rambut acakan dikeluarkan dari mobil dengan paksa oleh seseorang dari dalam mobil itu. Yamada mendekati wanita itu dan membuatnya hampir terpeleset mengetaui itu adalah mikki. hanako mikki.
“jangan pernah hubungi aku lagi” dari jauh yamada dapat melihat seorang pria di dalam mobil.kepalanya mendongak keluar dari mobil dan melemparkan barang barang mikki ke arah wanita itu. Pria itu menatap yamada,memasuki mobilnya dan melajukan mobilnya cepat. Yamada berlari ke arah mikki yang menangkupkan wajahnya dengan kedua tangannya. Air mata keluar dari sela sela jari panjang mikki membuat hati yamada teriris.diperhatikannya mobil The NXS yang semakin menjauhi tempat mereka dan kemudian menghilang dibalik derasnya hujan.
“kenapa aku sebodoh ini?” mikki merutuki dirinya. Merutuki dirinya yang rela dijamah daiki dan dicampakan seperti sampah ketika daiki mengetahui bahwa orangtuanya bercerai, bangkrut dan membuat mikki kehilangan angka angka di dalam rekeningnya. Hanya karena angka angka daiki rela membuang wanita yang telah bersamanya lebih kurang ½ tahun
“bisakah kau berdiri?” mikki tak merespone. Dirinya sibuk merutuki nasibnya. Yamada segera mengangkat mikki dan tas yang berisi barang barang yang dibuang daiki tadi. Yamada membawa mikki memasuki mobilnya. Ia menyerahkan jaket tebal ke arah mikki dan menghidupkan alunan piano dari tep mobilnya. Mikki sedikit tenang mendengar musik tersebut.
“apakah laki laki semuanya hanya menginginkan wanita dari kecantikan dan uangnya?” mikki menatap kosong sepatu kets nya yang basah. Yamada menatap iba wanita yang dicintainya itu.
“iie(tidak). Aku tidak seperti itu. Aku akan menjaga orang orang yang kucintai. Walaupun mereka membenciku” mikki menoleh ke arah yamada.ditatapnya mata hitam milik yamada,menelusuri kebohongan di dalamnya tapi yang ia temukan hanyalah kesungguhan dan kejujuran yang membuatnya gemetar.
“andaikan ada seseorang seperti mu didekat ku. Aku pasti akan bahagia”
“aku ada disampingmu. Aku akan selalu ada disampingmu” mikki menoleh lagi kearah yamada. Sebuah benda lembut menempel dengan lembutnya di bibir mikki. Dada mikki bergemuruh, berlomba lomba mepompakan darah ke wajahnya.Yamada melepaskan bibirnya dari bibir mikki dan beralih mencium tangan mikki.
“aku janji akan menjagamu, kapanpun,dimanapun. Kau hanya perlu berada disampingku dan mempercayaiku” setitik air mata jatuh dari mata mikki. Melihat kesungguhan yang terpancar dari wajah yamada membuatnya bergetar.untuk pertama kalinya,seorang pria mengungkapkan janjinya pada mikki dengan rawut wajah itu.tidak dengan cinta dan pacar pertamanya.daiki.
Yamada memeluk mikki yang kembali terisak. Bukan karena sedih tapi bahagia. Ia dapat meraskan kebahagiaan yang meluap luap dari dirinya. Hanya kata kata itu mikki dapat menangis seperti anak kecil. Yamada mengelus rambut panjang mikki untuk menenangkannya.
“pegang janji mu yamada” mikki tersenyum di balik tangisannya. Yamada mengangguk dan mengeratkan pelukannya
“ryo-chan. Panggil aku ryo-chan”
“ne ryo-chan”

-flash end-

-End-
akhirnya FF ini selesai setelah melalui rintangan yang sangat banyak. FF ini saya buat bukan hanya sekedar hobby, tapi untuk mengasah kemampuan saya dan menuangkan imajinasi liar saya pada tulisan ini. mungkin FF ini agak membosankan atau ngak nyambung, tapi saya suka ceritanya*serius. saya juga ingin memiliki pacar seperti yamada yang ada di FF saya ini*curcol. baiklah mungkin FF ini sedikit jelek tapi sebenarnya membuat badan merinding XD karena ini FF pertama saya yang main cast nya member Hey! Say!JUMP.FF ini saya ikut lombakan di Facebook Grup Hey!Say!JUMP Lounge Indonesia.
ohh ya. saya harus minta maaf pada daiki karena saya sudah menjelekan dan mencacinya dalam FF ini :( (Daiki, gomenasai). 
terima kasih telah membaca FF ku dan semoga kalian memakhlumi nya :). mata ashita \^^/

You Might Also Like

0 komentar

Flickr Images