Fanfiction
Jepang
FF Hey!Say!JUMP - Besidess
06.32.00![]() |
| *Gomen covernya ancur T,T |
Title
: Besidess
Categories
: oneshot
Genre
: Romance
Rating
: Teenager
Theme Song:Hey!Say!JUMP-
Together Forever
Author : Dhidiane
Cast
: 1. Yamada Ryosuke
2. Hanako Mikki
3.
Arioka Daiki
Synopsis:cintanya disambut
oleh wanita pujaannya. Cintanya selalu ada untuk wanita mungil yang setia di
sampingnya. Ia selalu menjaga dan melindungi wanitanya dimanapun dan kapanpun. Tapi
waktu berkata lain, dirinya berasa dihempas ke jalanan aspal. Kepalanya pusing,
membuatnya berlari meniggalkan seseorang yang harus dijaganya. Namun semuanya
telah diatur oleh tuhan. Hanya mereka yang tau bagaimana kelanjutan cinta yang
tengah mengebu ngebu tersebut.
---***---
Seorang wanita tengah menggerakan
mouse biru ditangannya dengan lihai. Ia memainkannya dengan cepat membuat siapa
pun yang melihatnya mungkin bisa pusing. Wanita itu dengan santainya mengetik
beberapa kalimat dengan keyboardnya yang juga bewarna biru. Mata hitamnya yang
berbingkaikan kaca mata hitam fokus pada kata kata yang baru dibuat dan
mengkoreksi kata kata yang sesuai dengan jalan pikirnya.
Sedangkan
seorang pria di sampingnya menatap wanitanya dengan sebelah tangan menopang wajah
bosannya. Sesekali jari pria itu menekan lengan wanitanya, tapi hanya suara
hentaman jari dengan keyboard yang hanya meresponenya. Pria itu mentap
handphonenya yang sudah menunjukan jam 3sore. Seharusnya jam segini mereka
berdua sudah berada di omotesando sesuai dengan janji mereka. Tapi sepertinya
wanitanya tak megingatnya.
“mi-chan,
ini benar benar membosankan” pria itu meletakkan dagunya di bahu kiri wanita.
Wanita itu hanya menatap sekilas prianya dan kembali fokus pada laptop.Yamada
memindahkan kepalanya ke atas meja dan mulai berfikir tentang dirinya.kenapa
dia bisa mencintai gadis dingin dan misterius ini? Dia masih ingat, tahun lalu
ketika ia pertama kali melihat mikki di kelas ini. Kelas yang sering di lalui
yamada jika ingin ke atap. Dia pasti akan melihat mikki duduk sendirian di kelas
dengan matanya bergerak gerak menatap kursor di laptopnya. Kegiatan itu selalu
membuat pesona lain dari mikki. Dan itu salah satu membuat yamada menyukai
wanita mungil ini.
“sebentar
lagi yama-kun. Hanya sedikit lagi” pria yang bernama yamada itu langsung
menegakan kepalanya dan memukul kecil kepala wanitanya yang bernama Mikki.
“apa yang
kau lakukan?” mikki mengehentikan gerakannya dan mentap jengkel pacarnya.yamada
ryosuke.
“kenapa kau
memanggilku yama? Aku ini pacarmu” wajah yamada memerah mendengar pacarnya
memanggilnya yamada. Seharusnya dia memanggil dirinya ryo-chan. Ada apa dengan
wanita ini?
“gomen(maaf).
haruskah kita pergi sekarang?” mikki membereskan buku dan laptopnya.
Mengandengan tangan yamada keluar dari kelas dan berjalan menyusuri lorong
kampus yang sunyi.
Cuaca yang
cukup cerah membuat hati yamada membaik. Karena dipanggil yamada oleh pacarya
membuat yamada sedikit kesal. Memang ini bukan yang pertama bagi yamada
mendengar mikki memanggilnya seperti itu. Tapi mikki hanya memanggilnya seperti
itu jika marah dan kesal.
“apa kau
marah padaku?” yamada melirik mikki yang kini mengandeng tangannya. Mata mikki
yang bulat terang yang tengah menatap lurus kedepan lagi lagi membuat ia
gemetaran.
“iie(tidak).
Naze(kenapa)?” mikki menatap yamada dengan wajahnya yang polos. Wajah yamada
memerah sampai ketelinga jika melihat wajah mikki yang seperti itu. Dia harus
berusaha tidak terlihat memalukan.
“hanya ingin
tau” yamada membuka pintu mobil New Supra FT-H5 miliknya untuk mikki ketika
mereka telah sampai di parkiran. Yamada berlari kecil ke tempat pengemudi ketika
mikki telah memasuki mobil New Supra FT-H5. Yamada menghidupkan mesin mobilnya
dan melaju membelah kota tokyo yang mulai disinari cahaya. Sepanjang perjalanan
yamada maupun mikki hanya diam menikmati sinaran cahaya dari toko toko yang
mereka lewati. Mikki yang hobby dan jurusan yang berkaitan dengan kamera asik
mengabadikan pemandangan yang dilewatinya. Sedangkan yamada hanya tersenyum
ketika melirik mikki yang asik dengan dunianya.
Pikiran
yamada melayang lagi. Dia teringat oleh sebuah foto yang terselip di buku
mikki. Foto yang membuat yamada mendidih. Dan pada saat itu membuat yamada
benar benar marah. Mikki berusaha meminta maaf sampai ia rela berdiri di depan
apartemen yamada hingga larut malam hanya supaya yamada memafkannya.
‘apa yang
kupikirkan?’ yamada mengacak rambutnya frustasi jika mengingat itu.diliriknya
toko toko yang berada di sampingnya.segera yamada menepikan mobilnya.
“ kita sudah
sampai” yamada memakirkan mobilnya di depan salah satu restoran, tempat yang
biasanya mereka kunjungi.
Yamada
membukakan pintu mobil putihnya untuk mikki ketik ketika mikki ingin membukanya.
“arigatou(terimakasih)”
mikki melompat keluar dan berjalan mendahului yamada. Yamada segera meraih dan
mengandeng mikki memasuki toko ramen favorite mereka.
Jam pulang
membuat toko yang mereka kunjungi sedikit ramai.hanya beberapa tempat yang
kosong dan itupun ada berbagai macam piring kotor diatasnya. Mata yamada
berkeliaran mencari tempat yang cocok untuknya dan mikki dan tuhan menjawab doa
yamada. Yamada menarik mikki ke arah bangku yag terletak di pojok ruangan.
Hanya sedikit orang disana dan suasananya cocok untuk mereka berdua.
“kau sangat
lapar ryo-chan?” mikki duduk di kursi yang telah ditarik kebelakang oleh yamada.
Yamada mengangguk dan duduk di seberang meja. Didepan mikki. Setelah memesan
makanan, mereka terlarut dalam permbicaraan yang asik dan lucu. Setiap kata
kata lucu yang dikeluarkan yamada membuat perut mikki tergelitik. Itu salah
satu sifat yang disukai mikki. Tak lama kemudian ramen datang dengan minuman
yang telah mereka pesan. Yamada dan mikki langsung melahap makanan tersebut
tanpa ampun karena cacing di dalam perut mereka telah berperang.
---***---
Cuaca diluar
mulai mendingin karena malam mulai memanggil. Yamada dan mikki berjalan dengan
santai di antara deretan pohon yang dihiasi lampu lampu. Tangan mereka yang
dingin saling bertautan untuk menghangatkan satu sama lain. Diam diam mikki
tersenyum ketika melihat tangan mereka yang bertautan seperti ini. Tak ingin
melupakan momen ini, mikki memotret tangan mereka dan wajah yamada dari samping
ketika dia menatap jalanan di depannya.
“kau mem
fotoku?” mikki mengangguk sambil meperlihatkan hasil karyanya.
“kawaii(lucu)”
mikki tersenyum ketika menunjuk pipi yamada yang sedikit mengembung. Yamada
hanya tersenyum dan mengelus rambut mikki lembut.
“dulu aku
sering kesini” mikki mulai bercerita. Yamada menatapnya dengan teduh,seperti
mikki adalah sebuah benda yang sangat nyaman dimata. Mata mikki yang hitam
nampak bercahaya jika bercerita. Ekspresi yang jarang di perlihatkan mikki di
depan yamada.
“kau sering
pergi bersama siapa jika kesini?” yamada melirik mikki yang tiba tiba terdiam
cukup lama. Membuat kecurigaan yamada bangkit. Wajah mikki yang tadinya bersemi
tiba tiba muram dan memperlihatkan wajah biasanya. Datar, menyedihkan,dan
menjengkelkan. Yamada menghela nafasnya berat. Dia tau apa maksud dari wajah
itu.
“tunggu disini,
aku akan membeli kopi dulu” yamada menyuruh mikki untuk duduk di sebuah kursi
taman yang berada di dekat mereka.yamada berlari kecil menuju mesin penjual
kopi yang letaknya cukup jauh dari tempat nya. Dimasukkannya beberapa koin
kedalam mesin tersebut ketika telah sampai dan berbalik menuju tempat dimana
mikki menunggunya. Dari kejauhan dilihatnya mikki tak seorang diri. Seorang
pria bersamanya tengah berbicara dengannya. Yamada mempercepat langkahnya ketika melihat pria itu merapikan
poni mikki yang berantakan.
“ehemm”
yamada mendehem ketika telah berada di belakang mikki. Mikki yang tengah asik
berbicara segera memalingkan kepalanya ke arah yamada sontak membuatnya
terkejut
“kau sudah
sampai yamada?” yamada hanya menatap dingin pria di depan mikki, tak
menghiraukan pertanyaan yang terlontar dari bibir mungil mikki
“oh, ini
daiki. Teman lamaku. Daiki ini yamada.....pacar..ku” mikki menunduk ketika
menyebutkan kata kata pacar ke arah pria berambut acak yang bernama daiki.
Daiki menyodorkan tangan nya ke arah yamada.
“hajimimashite(senang
bertemu dgn mu)” yamada menjabat cukup keras tangan daiki. Membuat kata kata
yang dikeluarkan daiki cukup tertahan. Mikki bergedik ngeri melihat rawut wajah
yamada yang cukup mengerikan. Yamada mengangguk dan segera melepaskan tangannya,
meyerahkan kopi yang belum sempat diberikannya pada mikki dan duduk disebelak
wanitanya.
“arigatou(terimakasih)”mikki
segera menyesap kopi nya kikuk ketika yamada meliriknya dengan aneh.
Angin
penghujung musim gugur membuat siapapun yang diluar rumah pasti akan
mengeratkan jaketnya dan segera berjalan menuju tempat yang ditujunya. Tapi itu
tak berlaku bagi yamada. Jaket hitam yang membungkusnya sekarang tengah
bertengger di bahu kirinya dan hanya baju kaos hitam yang cukup ketat yang
membungkus tubuhnya. Mikki sudah beberapa kali menyuruh yamada untuk memasang
kembali jaketnya, tapi hanya gelengan yang menjawab mikki.
“jadi sudah
berapa lama kalian berpacaran?” daiki membuka suara mengetahui suasana cukup
canggung. Yamada hanya meliriknya sekilas dan membuang muka mengetahui daiki sedang
memperhatikannya dengan tampang kenapa-kau-juga-ada-disini. Mikki menolehkan
wajahnya ke arah daiki dan bergantian menatap yamada yang kini tengah memainkan
batu di ujung sepatunya.
“sekitar 1
tahun....mungkin,hehe”mikki menggaruk tengkuknya kaku.dia benar benar lupa
sudah berapa lama dia berhubungan dengan pria tampan di sempingnya ini. Mikki
melirik takut yamada yang tak menatapnya, membuat mikki bisa bernafas lega.
“hontou(benarkah)?
Wah,ternyata kau sudah lama bersama pria ini” daiki memperhatikan yamada dari
ujung sepatu zara 53 denim hingga ke ujung rambutnya yang kecoklatan da sedikit
berantakan. Daiki tersenyum miring ketika melihat sepasang mata itu menatapnya
tajam.
“ternyata
kau benar benar melupakan ku, mikki? Apa begitu mudah bagimu?” seketika rawut
wajah mikki berubah menjadi panik. Yamada menggemertakkan giginya kesal .
yamada bukan hanya kesal pada pria berambut acakan itu, tapi juga benci.
Bagaimana bisa seorang pria berwajah manis seperti itu rela meninggalkan mikki
wanita-berwajah-polos-dan-lugu ini. Dan yang tak bisa diterima yamada sampai
sekarang, daiki meninggalkan mikki di trotoar dengan keadaan yang kacau dalam cuaca
yang hujan deras ditambah lagi pria bermata mungil itu menurunkan mikki dari
mobilnya tepat di depan yamada.membuat yamada
heran, kenapa daiki rela meninggalkan mikki dan tak pernah kembali
sampai dia menunjukan batang hidungnya sekarang ini?
“manusia tak
berotak” tiba tiba yamada menggumamkan sesuatu membuat mikki yang tengah
bercerita dengan daiki segera menoleh ke arah yamada.
“eh?” yamada
yang sadar bahwa kata katanya tadi membuat mikki penasaran segera menggeleng dan
menundu.
“huft,
kuharap aku masih menjadi pacarmu saat ini” mikki dan yamada segera menatap
terkejut ke arah daiki. Mikki gemetaran mendengar kata kata yang dikeluarkan
daiki,membuat jantungnya melompat tak beraturan. Sebuah senyuman mengejek
dikeluarkan daiki ke arah yamada yang tengah menatapnya.Yamada segera meraih
tangan mikki untuk meninggalkan setan di depan mereka.
“matte(tunggu)”
daiki menatap mikki dan menatap mengejek yamada.
“apa kau tak
ingin bersama ku lagi? Aku benar benar
menyesal meninggalkan mu” daiki menatap mikki dengan tatapan memohon membuat
hati mikki mencelos. Tiba tiba setan di dalam diri yamada bangun. Setan itu
mulai membisikan kata kata yang membuat yamada gelisah dan gila.
‘hei, mikki akan menerimanya kembali. Apa
yang akan kau perbuat setelah itu ha?! Memojokkan diri dipojok kelas dengan ditemani lagu sedih?
Kasihan kau yamada’ yamada menggeleng cukup keras mengusir setan setan yang
ada di benaknya, tapi hasilnya nihil.setan setan itu malah duduk di atas kepalanya.
Membuat kepala yamada berasa berat.
‘lihat, mikki tengah menimbang keputusan.
Lebih baik kau pergi ke bar yamada. Banyak gadis yang lebih cantik dan seksi
dari pada mikki’ yamada terdiam
sejenak. Dia tak lagi menghiraukan setan setan yang ada di atas kepalanya. Dia
lebih fokus melihat bibir mikki yang mulai bergerak.
“aku ingin
kembali bersamamu daiki-kun” tiba tiba badan yamada berasa melayang. Kakinya
berasa berpijak di atas udara membuatnya hilang kendali. Kepalanya berdenyut
keras dan jantungnya berasa ditarik keluar oleh malaikat pencabut nyawa. Nafas
yamada sesak. Dia berasa akan mati pada detik itu juga. Kaki kaki yamada
membawa yamada menjauh dari tempat itu. Tak memperdulikan mikki dan daiki yang
menatapnya terkejut dan juga cemas.
Kaki nya
membawanya ke parkiran,dimana mobil mewahnya bertengger indah disana. Yamada
segera menghidupkan mesin dan melajukan mobilnya menjauhi omotesando.air mata
seketika meluncur dari mata nya yang memerah. Dia tak memperdulikan mobil mobil
yang laluinya. Dia juga tak peduli pada lampu merah yang menyala. Yamada terus
lajukan mobilnya dengan cepat hingga mobilnya seketika melaju pelan, membuat
yamada segera meminggirkan mobilnya dari padatnya jalan. Dan mobil New Supra
FT-H5 itu berhenti tanpa mengasihi yamada yang tengah emosi.
“mobil
sialan” yamada memukul stang mobilnya mengetahui bensin mobilnya habis. Yamada
menyandarkan kepalanya ke stang mobil hitam. Ia merutuki dirinya yang bodoh.
Kenapa dia harus terlihat lemah dan memalukan di depan mikki? Kenapa dia
terlalu bodoh untuk cemburu kepada daiki? Kenapa dia begitu bodoh lari dari
mikki? Dan bodoh dan sangat bodohnya kenapa dia bisa mencintai mikki?
Pertanyaan demi pertanyaan memenuhi kepala yamada. Di sandarkannya kepalanya
pada sandaran mobil yang mewah, menatap langit langit mobilnya yang bewarna
putih. Kenapa dia bisa terjebak di antara cinta cinta yang tak mudah dimengertinya?
Dia sering membaca dan menonton drama yang pemainnya terlibat cinta segitiga,
dan dia tak sadar jika dirinya juga terlibat dalam cinta drama tersebut. mata
bengkak yamada perlahan terpejam, membuat pemiliknya merasakan tenang untuk
sementara. Sebuah bayangan masa lampau mulai menyinggahi otaknya.
-Flashback-
Lorong yang
ramai dengan mahasisiwi dan mahasiswa membuat kaki kaki yamada kesulitan untuk
melangkah.Matanya menatap keatas mencari ruangan yang sejak ¼ jam tadi terus
dicarinya. Ditangannya terdapat beberapa kertas yang tak sedikit dan sebuah
buku bersampul biru laut. Sebuah senyuman terukir di bibir yamada ketika
menemukan ruangan yang telah ditemuinya.Segera kakinya melangkah ringan
memasuki ruangan yang hanya terdapat beberapa mahasiswi di dalamnya.Diantara
mereka terdapat seorang wanita yang menyendiri dan fokus pada layar laptopnya.Jari
putih lentiknya dengan lihai memainkan mouse di tangan kanannya.Mata bulatnya
bergerak gerak lincah. Yamada yang memperhatikan gerakan wanita itu segera
sadar begitu menawannya wanita itu. Dirinya mematung. Tiba tiba suara dingin
memenuhi otaknya yang beku. Membuat yamada segera menolehkan kepalanya ke arah
asal suara.
“apa kau
yamada ryosuke? Dari jurusan seni musik?” yamada mengangguk kaku. Ia tak
percaya jika suara dingin itu berasal dari wanita didepannya. Wanita yang tadi
serius dengan laptopnya kini tengah menopang kepalanya dengan tangannya dan
menatap datar yamada yang kikuk.
“apa kau
mencariku?”
“eh?” entah
kenapa lidah yamada kelu ketika melihat manik mata hitam milik wanita itu.ini
bukan yang pertama kali untuk yamada melihat mikki seorang-fotograer-muda-handal-di-jepang.tapi
ini pertama kalinya yamada melihat mikki dari dekat.yang mengejutkannya,kenapa
suara dingin itu berasal dari wanita itu? Benar benar tidak sesuai dengan garis
wajahnya.
“hei, kau
yang disana? Kau ingin bertemu dengan hanako mikki? Apa kau tak salah?” yamada
menolehkan kepalanya pada segerombolan wanita yang berdiri di sudut kelas.
Kening yamada berkerut mendengarnya.kenapa jika dia menemui mikki?apakah dia
seorang pembunuh?Melihat wajahnya yang putih dan imut itu bisa dikatakan jauh
dari kata kata pembunuh.
“mikki itu
orangnya dingin. Tak pernah ingin dekat dengan pria.tapi dia memiliki mulut
berbisa.ya walaupun sebenarnya dia perndiam dan polos, dia juga memiliki hati
setan” teriak seorang wanita yang berada 2 bangku di belakang mikki.Yamada
hanya menatap wanita itu dan beralih menatap mikki.
“arigatou ne
atas perkenalan ku. Kau mau apa kesini?”mikki segera berdiri dan berjalan
kearah yamada.Tubuhnya sedikit terlalu pendek membuatnya sedikit mendongak
menatap yamada yang ada didepannya. Yamada hanya menatap datar wanita di depannya.
Wanita yang misterius.
“sense
menyuruhku mengantarkan ini padamu. Ternyata kau cukup terkenal” yamada
menunjuk sebuah nama disampul buku yang ada ditangannya. Membuat beberapa wanita
di dalam kelas itu tertawa tertahan.
“dan
kupikir.kau tak lagi terkenal dengan sifat kekanakan mu itu.memalukan sekali” yamada
mengambil tangan mikki yang terletak di samping celana jinsnya dan menyerahkan
buku dan kertas keatas tangan mikki. Mata mikki yang bulat bertambah bulat
mendengar dan menatap ekspresi yamada. Segera yamada berbalik meninggalkan
kelas tersebut. sebelum dia benar benar keluar dari kelas, yamada membalikan
badannya dan memberi salam hormat dengan tangannya, membuat wajah mikki
seketika memerah. Melihat pipi memerah dan rambut panjang yang tergeraikan
membuat hati yamada mencelos,ditambah jejak tangan mikki yang ada ditangannya
membuatnya ingin segera berlari, berteriak kesenangan. Ternyata banyak caranya
untuk jatuh cinta.
-Flashback
end-
“ryo-chan..ryo-chan”
mata yamada perlahan terbuka walaupun berat. Suara pukulan di sampingnya
membuatnya terjaga dan menolehkan kepala ke arah jendela yang tertutup.
Dilihatnya mikki yang basah karena hujan tengah mengedor jendela mobilnya
dengan ekspresi muka yang sangat cemas membuat yamada segera membukakan pintu
mobil dan menarik mikki ke dalam pelukannya.mikki yang tadinya ingin menyerbu
yamada dengan beribu pertanyaan segera menelan keinginan itu setelah ia
merasakan hangat tubuh yamada. Mikki dikejutkan suara isakan yang keluar dari
yamada.
“kau
menangis ryo-chan?” mikki menengadah ingin melihat yamada, tapi dengan sigap
tangan yamada membenamkan lagi kepala mungil itu didadanya. Malu jika ia
diperhatikan oleh mikki.Mikki mengelus punggung yamada untuk menenangkannya dan
usaha itu berhasil.Kini yamada tegah menatap mikki dengan mata bengkaknya,membuat
wajah yamada bertambah imut 100x.
“kenapa kau
menangis?” mikki menangkup wajah yamada.Yamada hanya diam menatap manik mata
hitam didepannya.
“apa kau takut
aku akan meninggalkanmu?”yamada mengangguk cepat. Mikki tertawa dan memukul
pelan kepala yamada.
“mana
mungkin aku meninggalkan pria bodoh nan ceria seperti mu ini. Aku tak sebodoh
dirimu” mikki melepaskan tangannya dari pipi yamada, mengambil tisu dari dalam
tasnya dan menyerahkannya ke yamada.
“aku tak
mungkin kembali kepada seorang pria yang dengan tak berdosa meninggalkan
seorang wanita yang telah dijamahnya di tepi jalan dalam keadaan hujan.aku tak
sebodoh itu yamada-kun” mikki menatap serius yamada yang kini menghapus sisa
air mata di pipinya dengan tisu yang diberikan mikki.Yamada terdiam mendengar
kata kata yang keluar dari mulut mikki.Cukup lama mereka terdiam hingga yamada
bertanya dengan suara paraunya.
“jadi kenapa
kau menerima daiki tadi?” yamada mendekati wajahnya membuat mikki memundurkan
kepalanya.takut bibir mereka beradu dan berlanjut ke hal yang tak diinginkan.
“aku tak
menerimanya” kening mikki berkerut memikirkan kata kata yang diucapkannya tadi
ke daiki. Yamada memundurkan wajahnya dan menatap heran mikki.
“aku memang
mengatakan bahwa aku ingin kembali kepadanya. Tapi karena aku memiliki otak,perasaan
dan kau, aku tak ingin menerimanya. Dan siapa juga ingin menerima pria seperti
dia. Laki laki bangsat seperti itu”yamada bernafas lega mengetahui semuanya.
Ternyata wanitanya tak memilih orang lain, terutama pria yang telah
menyampakkannya.itu tak mungkin karena mikki memiliki pendirian yang cukup
tinggi dan juga bisa berfikir poisitif dengan cepat. Kenapa dia sebodoh ini?
“ngomong
ngomong, bukankah hari ini ulang tahunmu?”yamada menatap mikki yang tengah
mencari sesuatu di dalam tasnya. Yamada menerawang mengingat tanggal berapa
sekarang.
“hountou
ni?(benarkah)” mikki mengangguk. Segera diserahkannya sebuah buku bersampul
kumpulan origami kecil di depannya. Yamada segera mengambil buku tersebut dan
membuka halaman buku itu demi halaman. Tersirat di dadanya rasa bahagia yang
meledak ledak. Tak pernah seumur hidupnya melihat kumpulan foto yang begitu
indah dan unik, tidak sebelum ia menerima hadiah dari mikki. Sebuah buku dengan
kumpulan foto dirinya dan mikki selama berpacaran.
“tadi aku
menyelesaikannya sebelum kau memaksaku pergi, jadi aku menyiapkannya ketika
makan tadi. Kau ingat ketika aku ketoilet tadi? Sebenarnya aku pergi ke
percetakan untuk menyerahkan halaman terakhir dan baru kujeput sebentar ini”
yamada tertegun mendengar penjelasan panjang dari mikki. Sebuah senyum lebar
terukir di bibir yamada. Segera ditariknya kembali mikki kepelukannya. Mikki
membalas memeluk yamada dengan hangat.
“otanjoubi
omodeto(selamat ulang tahun), ryo-chan”
“hountou
arigatou ne(terimakasih banyak)”bibir mereka saling bertautan. Menyalurkan
emosi dan cinta. Tangan yamada mengelus tangan mikki yang lembut.Tak pernah
terpikir olehnya kebahagiaan yang begitu besar seperti ini.cinta mereka semakin
membesar dan berkembang. Cinta memang tak bisa diprediksi oleh manusia biasa. Hanya
tuhan dan mereka yang menjalaninya yang tau bagaimana jalan cerita selanjutnya.
Naskah naskah cinta dan hidup telah tersedia dan hanya menjalaninya saja. Mereka
hanya perlu sabar dan sedikit berani mengalami yang nama cinta.karena cinta,
seseorang dapat berubah dan berkorban hanya demi namanya cinta. Kadang kadang
cinta egois, tapi kadang kadang cinta itu rapuh.
Yamada menatap
mikki yang terlelap di pangkuannya. Jaket hitam milik yamada membungkus badan
mikki yang basah dan kedinginan karena hujan. Yamada memperhatikan lekuk wajah
mikki yang hampir sempurna. Mata bulat yang tengah tertutup, hidung mancung,
pipi berisi dan bibir tipis yang selalu mengoceh sepanjang waktu. Mikki sangat
sempurna bagi yamada, ia rela melakukan apapun demi mikki untuk supaya wanita
itu selalu di sampingnya. Dia benar benar sudah terkurung dalam butanya cinta,
tapi ia menikmatinya.
Diliriknya jam
tangan hitam yang berada di pergelangan tangannya. Sudah lebih dari 2jam mereka
menunggu oniichan nya mikki untuk menjemput mereka. Tapi sepertinya oniichan
merencanakan tak ingin menjemput mereka, hanya ingin memberi waktu pada kekasih
tersebut. yamada mengecup sekilas bibir mikki dan mengucapkan kata kata manis
untuk mikki. Yamada mulai memejamkan matanya dan terlarut dalam mimpi mimpi
indah. Mikki tersenyum tipis mendengar bisikan yamada tadi
“i will
marry you, baby”
Epilog.
-Flashback-
Yamada
berlari kecil melewati hujan dengan tas abu abu yang melindunginya dari hujan.mobinya
yang terparkir cukup jauh dari toko buku membuatnya harus berlari di bawah hujan,dan
bodohnya kenapa ia harus memarkir jauh mobilnya hanya demi tak terlihat oleh
penjaga toko yaitu-teman-okasannya dan berakhir seperti ini.
seminggu
sejak kejadian di kelas yang berhubungan dengan dunia fotograer, yamada terus
teringat wajah mikki yang datar dan wajah terkejutnya.jika mengingat itu hati
yamada akan menari membuat yamada harus berulang kali mengambil nafas cukup
dalam dalam. Dari kejauhan dilihatnya sebuah mobil The NXS berhenti cukup lama.
Terdengar suara ribut didalamnya membuat keinginan yamada utuk mendekati mobil
itu semakin besar. Seorang wanita dengan baju dan rambut acakan dikeluarkan
dari mobil dengan paksa oleh seseorang dari dalam mobil itu. Yamada mendekati
wanita itu dan membuatnya hampir terpeleset mengetaui itu adalah mikki. hanako
mikki.
“jangan
pernah hubungi aku lagi” dari jauh yamada dapat melihat seorang pria di dalam
mobil.kepalanya mendongak keluar dari mobil dan melemparkan barang barang mikki
ke arah wanita itu. Pria itu menatap yamada,memasuki mobilnya dan melajukan
mobilnya cepat. Yamada berlari ke arah mikki yang menangkupkan wajahnya dengan
kedua tangannya. Air mata keluar dari sela sela jari panjang mikki membuat hati
yamada teriris.diperhatikannya mobil The NXS yang semakin menjauhi tempat
mereka dan kemudian menghilang dibalik derasnya hujan.
“kenapa aku
sebodoh ini?” mikki merutuki dirinya. Merutuki dirinya yang rela dijamah daiki
dan dicampakan seperti sampah ketika daiki mengetahui bahwa orangtuanya
bercerai, bangkrut dan membuat mikki kehilangan angka angka di dalam
rekeningnya. Hanya karena angka angka daiki rela membuang wanita yang telah
bersamanya lebih kurang ½ tahun
“bisakah kau
berdiri?” mikki tak merespone. Dirinya sibuk merutuki nasibnya. Yamada segera
mengangkat mikki dan tas yang berisi barang barang yang dibuang daiki tadi.
Yamada membawa mikki memasuki mobilnya. Ia menyerahkan jaket tebal ke arah
mikki dan menghidupkan alunan piano dari tep mobilnya. Mikki sedikit tenang
mendengar musik tersebut.
“apakah laki
laki semuanya hanya menginginkan wanita dari kecantikan dan uangnya?” mikki
menatap kosong sepatu kets nya yang basah. Yamada menatap iba wanita yang
dicintainya itu.
“iie(tidak).
Aku tidak seperti itu. Aku akan menjaga orang orang yang kucintai. Walaupun
mereka membenciku” mikki menoleh ke arah yamada.ditatapnya mata hitam milik
yamada,menelusuri kebohongan di dalamnya tapi yang ia temukan hanyalah
kesungguhan dan kejujuran yang membuatnya gemetar.
“andaikan
ada seseorang seperti mu didekat ku. Aku pasti akan bahagia”
“aku ada
disampingmu. Aku akan selalu ada disampingmu” mikki menoleh lagi kearah yamada.
Sebuah benda lembut menempel dengan lembutnya di bibir mikki. Dada mikki
bergemuruh, berlomba lomba mepompakan darah ke wajahnya.Yamada melepaskan
bibirnya dari bibir mikki dan beralih mencium tangan mikki.
“aku janji
akan menjagamu, kapanpun,dimanapun. Kau hanya perlu berada disampingku dan
mempercayaiku” setitik air mata jatuh dari mata mikki. Melihat kesungguhan yang
terpancar dari wajah yamada membuatnya bergetar.untuk pertama kalinya,seorang
pria mengungkapkan janjinya pada mikki dengan rawut wajah itu.tidak dengan
cinta dan pacar pertamanya.daiki.
Yamada
memeluk mikki yang kembali terisak. Bukan karena sedih tapi bahagia. Ia dapat
meraskan kebahagiaan yang meluap luap dari dirinya. Hanya kata kata itu mikki
dapat menangis seperti anak kecil. Yamada mengelus rambut panjang mikki untuk
menenangkannya.
“pegang
janji mu yamada” mikki tersenyum di balik tangisannya. Yamada mengangguk dan
mengeratkan pelukannya
“ryo-chan.
Panggil aku ryo-chan”
“ne
ryo-chan”
-flash end-
-End-
akhirnya FF ini selesai setelah melalui rintangan yang sangat banyak. FF ini saya buat bukan hanya sekedar hobby, tapi untuk mengasah kemampuan saya dan menuangkan imajinasi liar saya pada tulisan ini. mungkin FF ini agak membosankan atau ngak nyambung, tapi saya suka ceritanya*serius. saya juga ingin memiliki pacar seperti yamada yang ada di FF saya ini*curcol. baiklah mungkin FF ini sedikit jelek tapi sebenarnya membuat badan merinding XD karena ini FF pertama saya yang main cast nya member Hey! Say!JUMP.FF ini saya ikut lombakan di Facebook Grup Hey!Say!JUMP Lounge Indonesia.
ohh ya. saya harus minta maaf pada daiki karena saya sudah menjelekan dan mencacinya dalam FF ini :( (Daiki, gomenasai).
terima kasih telah membaca FF ku dan semoga kalian memakhlumi nya :). mata ashita \^^/

0 komentar