FF Super Junior – Love of Moment (Part 5)

Title            :Love Of Moment (Part 5) Autor          : Dhidiane Genre         : Frienship, Romance, family, Rating         : PG-1...


Title            :Love Of Moment (Part 5)
Autor          : Dhidiane
Genre         : Frienship, Romance, family,
Rating         : PG-15
Length        : Chapter 
Cast           : Eunhyuk, Siwon, Kyuhyun, jung eunsoo (OC) , hachikawa azuna (OC)
Disclaimer  : This is the original ff. Comes from my mind and imagination. If there is a similar plot was only fortuitous similarity.



--***­­­--
Bibir lembut eunhyuk mulai menyapa bibir merah eunsoo. Karena ciuman tersebut,dunia berasa kelam –karena ia menutup mata- dan berbintang bagi eunsoo. Sedangkan eunhyuk merasa bahagia karena merasa kembali ke masa lalu. Angin mulai memainkan rambut rambut eunsoo dan membuatnya terganggu.tak lama kemudian,eunhyuk mulai melepaskan bibir dan tangannya dari eunsoo,menjarak dan tak sanggup melihat wajah eunsoo yang masih terkejut. Tubuh eunsoo masih saja kaku ketika eunhyuk berusaha melihatnya.tak ada gerakan yang dilakukan eunsoo. Tiba tiba seperti ada seseorang yang berjalan dibelakang eunhyuk dan pejalan itu mengeluarkan suara beratnya untuk menyapa eunsoo.
“noona!” eunhyuk dan eunsoo segera menoleh kesumber suara. Seorang namja bertubuh kekar dengan senyuman terkembang di wajahnya berjalan dengan cepat, memeluk dan mengangkat eunsoo.
“ya! Turunkan aku” eunsoo menepuk pundak namja tersebut dan ia menurutinya.
“nuga?” eunhyuk menatap eunsoo dengan wajah bengongnya yang mungkin bisa menggelitik eunsoo tertawa –tapi sepertinya tidak-.
“dongsaeng”jawab eunsoo pendek.ia menarik adiknya dan berjalan menuju rumah yang telah nampak diujung jalan. Eunhyuk mengikuti di belakang mereka dengan otak yang penuh tanya.
‘apakah namja itu melihat kami melakukan itu tadi?’ atau ‘apa yang harus kulakukan jika sampai dirumahnya?’ pertanyaan demi pertanyaa membuat eunhyuk tanpa sadar telah berdiri di sebuah gerbang kecil.
Perlahan ia melangkah memasuki gerbang kecil tersebut dan nampak lah sebuah rumah tradisional korea yang dipenuhi bunga bunga yang warna warni. Gemercik air dari air mancur mini dan hembusan angin membuat hati dan pikiran eunhyuk yang biasanya gusar dan bosan tiba tiba menjadi tenang dan nyaman. Jarang sekali ia merasakan hal tersebut.
“masuk lah,hyung. Kau pasti lapar” minsoo –adik eunsoo- memanggilnya dari dapur yang terhubung dengan ruang makan. Rumahnya yang besar dari saling berhubungan membuat tempat tersebut bisa dikatakan tempat peristirahatan yang bagus karena suasana dan tempatnya yang sangat cocok. Pintu pintu kayu yang menutupi rumah terbuka lebar menampakan isinya. Dari ruang tamu,ruang tengah dan dapur semuanya kelihatan dari taman yang tak besar itu.
“ya! Kau ingin berdiri disana terus atau mau duduk disini?” eunhyuk berdecak kesal melihat eunsoo yang menunjuk kursi ruang tengah dengan kakinya
‘apa yeoja ini tak memiliki sopan santun?’ eunhyuk mulai melangkah ke ruang tengah. Disana suasanya tak jauh beda dengan taman. Beberapa bunga hidup maupun mati memenuhi menghiasi ruangan besar tersebut. Beberapa miniatur dari kayu dan juga pigura juga menghiasi dinding dan lemari. Mata sipit eunhyuk terhenti pada sebuah pigura tua yang berisikan yeoja kecil yang tengah bermain dengan kucing. Yeoja itu nampak tertawa sampai sampai pipi chubi nya mengembang seperti bakpao. Disebelah pigura tersebut terdapat pigura coklat keemasan.disana ada sebuah foto tua usang yang berisikan namja berumuran 30 tahunan. Dilihat lihat lagi namja itu mirip dengan eunsoo.
“ini aboejinya?” eunhyuk mengambil pigura itu dan kembali diamatinya. Dipikir pikirnya lagi, sejak tadi ia belum bertemu dengan kedua orang tua eunsoo.
“hei, makanan sudah siap” eunhyuk terkejut melihat eunsoo sudah ada di depannya dengan pandangan ‘apa yang kau lakukan?’ segera eunhyuk meletakkan kembali pigura tersebut dan berjalan mengikuti eunsoo kedapur. Disana sudah terdapat beberapa makanan yang jarang ditemui eunhyuk dirumahnya sendiri.
“kenapa ekspresi mu seperti itu?” minsoo terkekeh melihat ekspresi eunhyuk. Eunhyuk hanya menggeleng dan mencoba untuk tetap santai.
“maaf aku terlambat” seorang yeoja paruh baya memasuki dapur dengan membawa banyak kantong plastik yang berisikan bahan masakan. Yeoja tersebut tersenyum kearah eunhyuk melihatkan keramahan dan kecantikan dari dirinya.
“sepertinya enak.ayo makan”setelah yeoja paruh baya –yaitu eomma eusoo- mempersilahkan makan, mereka mulai memakan makan tanpa banyak bicara –kecuali eunsoo dan ibunya-. Mereka berdua seperti seorang sahabat, cara bicaranya sangatlah santai seperti kedua sahabat berbicara.
Minsoo memperhatikan eunhyuk yang tengah melahap nasinya dengan senyuman.tersirat di kepalanya sebuah pertanyaan untuk eunhyuk.
“hyung, kau teman eonni ku bukan?” eunhyuk mengangguk.
“waeo? Apa aku terlihat sepertinya supirnya?” eunhyuk dan minsoo tertawa mendengar lelucon aneh tersebut. Minsoo menggeleng dan meneguk air untuk membasahi kerongkongannya.
“ani. Hanya saja,jika kesini,eonni pulang sendiri dan jika dengan orang lain biasanya ia membawa azuna eonni” eunhyuk menghetikan makan memakannya dan menatap penasaran minsoo.
“apakah aku laki laki pertama yang ia bawa rumah ini?” eunhyuk menatap mata bundar minsoo. Minsoo melirik eonninya yang tengah bercerita dengan eommanya dan kembali menatap eunhyuk.
“apa manfaatnya jika aku megatakannya?” eunhyuk merasa mendapatkan air panas dari ubun ubunnya. Rasanya ingin ia remas dan menjadikan minsoo bola basket. Tapi itu tak mungkin, ia kembali melahap makanannya tanpa bicara sedikitpun. Sedangkan minsoo hanya terkekeh pelan dan ikut bergabung dengan eonni dan eommanya.
---***---
Eunhyuk memperhatikan eomma ensoo yang tengah meliat beberapa syal untuk eunsoo. Syal tersebut penuh dengan warna dan corak corak lucu. Disisi lain,eunsoo dan minsoo tengah sibuk memindahkan beberapa buku dari ruang belajarnya ke dalam kardus yang telah tersedia di tengah tengah rumah. Sedangkan eunhyuk,ia lebih seperti patung yang ditinggalkan pemiliknya di sudut ruangan yang tak pernah diketahui oleh orang lain. Rasa bosan mulai menjalari eunhyuk. Kakinya mulai melangkah dan berjalan menuju ruang tamu yang sunyi. Disana ia kembali melihat lihat isi ruangan tersebut dan kembali menuju ruang tengah yang penuh dengan foto dan pigura.
Eunhyuk mengambil sebuah pigura coklat yang isinya sebuah foto eunsoo dan minsoo. Eunhyuk megangguk ketika melihat kesamaan kakak adik ini
‘mereka ternyata benar benar mirip dari segi manapun’ eunhyuk kembali meletakkan pigura tersebut dan kembali melihat pigura yang lain. Mata sipit eunhyuk menangkap sebuah pigura yang terletak paling belakang pigura lainnya. Ia mengambil pigura pink tersebut dan menatap foto disana
Seorang yeoja dengan gaun pantai selututnya nampak tertawa ke arah kamera sambil memegangi topi pantainya yang hampir diterbangi angin. Tawa nya yang merekah membuatnya tambah manis dan anggun. Mata abu abu itu seolah hilang karena pipi mengembangnya yang hampir menutupi mata. Otak eunhyuk berasa keluar dari sarangnya. Otaknya tak mau bekerja. Malahan ia teringat oleh seseorang yang hampir-bisa ia lupai.
“karin..” bisik eunyuk pelan sambil mengelus permukaan kaca pigura tersebut
“karin nugu?” eunhyuk menoleh ke arah eunsoo yang sudah berdiri di sampingnya sambil melihat eunhyuk penasaran.
“hmm..emm,anio” eunhyuk maletakkan pigura tadi dengan gemetaran dan berusaha melihat eunsoo yang masih menatapnya.
“kau aneh” eunsoo menatap eunhyuk menyelidik dan pergi menuju tumpukan kardus yang telah terletak di teras rumah.
Eunhyuk menatap pigura tadi dan berjalan mengikuti eunsoo. Kardus kardus berukuran sedang tersusun di depan gerbang rumah eunsoo. Diantara kardus kardus itu juga terdapat sebuah tas kecil persegi yang sepertinya seperti bahan makanan. Eunhyuk menatap eunsoo yang tengah berbicara dengan eommanya dan berpelukan hangat sebelum kembali ke seoul.
“hati hati dijalan. Dan jangan lupa minum teh tadi. Angin malam begini bisa membuatmu sakit” eomma eunsoo menatap anaknya dan eunhyuk bergantian.eunhyuk mengangguk mengiyakan. Eunsoo mengangguk ke arahnya,mengangkat beberapa kardus dan berjalan mendahului eunhyuk.
“aku pergi dulu”eunhyuk berpamintan pada eomma eunsoo dan adiknya minsoo.
“hyung, jaga eonni ku” minsoo menepuk pundak eunhyuk dan menyuruhnya segera menyusul eunsoo. Eunhyuk hanya tersenyum,mengangkat beberapa kardus yang tersisa dan tas persegi lalu segera menyusul eunsoo yang telah menunggunya di ujung jalan.
--***--
Siwon perlahan membuka matanya yang berat. Cahaya lampu yang menyilaukan membuatnya beberapa kali mengerjap sebelum ia bangun dari tempat tidur mewahnya. siwon menatap kamarnya yang besar ,mewah dan dipenuhi oleh barang barang mahal. Ia hanya mengeluarkan desahan berat dan beranjak menuju kamar mandi. Beberapa saat kemudian,siwon sudah berjalan keluar dari rumahnya menuju mobil yang terparkir di halaman. Ketika ia melewati ruang tengah,tanpa sadar ia menoleh ke halaman belakang yang terhubung dengan ruangan itu.siwon berhenti sejenak dan berjalan menuju halaman belakang-lupa dengan tujuannya-.
“eomma” senyum siwon yang hilang mendadak timbul lagi melihat yeoja separoh baya yang berbalutkan gaun rumah yang sesuai dengan tubuh dan kulitnya itu tengah merangkai bunga dan tersenyum kearahnya.
“kau sudah bangun” yeoja itu mengelus rambut siwon lembut ketika namja itu memeluknya manja dan penuh kerinduan.
“Kapan kau sampai dari amerika?” siwon menarik kursi didepannya dan meletakkannya di samping eommanya.
“sejak kau tertidur tadi. Mianhe, eomma tidak memberi tahu mu bahwa eomma akan pulang sekarang. Semuanya serba mendadak” yeoja itu kembali tersenyum ke arah siwon dan melanjutkan merangkai bunganya. Senyum siwon tetap terpampang di wajah rupawannya itu. Dengan senangnya ia memperhatikan eommanya,tak memperdulikan sakit hati yang masih saja tersarang di dadanya.
“bagaimana keadaanmu? Apa kau baik baik saja?” siwon sedikit terkejut mengetahui bagaimana keadaaanya sekarang. Ia menenggelamkan kepalanya di antara tangannya yang terlipat diatas meja. Eommanya hanya meliriknya dan tetap melanjutkan kegiatannya.
“apa kau masih mengingatnya,nak?” siwon mengangguk mengiyakan.
Angin yang berhembus pelan membuat siapa saja menjadi tenang dan sejuk. Termasuk siwon dan yeoja yang dicintainya seumur hidup. Gemercik air dari kolam ikan didekat mereka membuat pikiran menjadi bertambah tenang.  Siwon sejenak gusar mendengar pertanyaan eommanya tadi menjadi lebih tenang dengan kesunyian dan kediaman yang dibuatnya dengan eomma. Siwon mengangkat kepalanya dan menatap eommanya yang kini tengah menyeduh teh untuknya –yang sebelumnya dibawa oleh pembantu-. Siwon menatap teh yang mengeluarkan gumpalan asap hangat. Segera ia minum teh tersebut sampai habis. Pikiran dan hatinya menjadi tenang setelah mengahabiskan setengah teh tersebut,
“jika ia mencintaimu, ia tak akan segan segan kembali padamu mu nak” siwon menatap eommanya yang kembali merangkai bunga. Mata siwon berasa mengeluarkan air mata ketika senyuman diwajah ibunya kembali terkembang –membuat perasaannya semakin membaik-.
“kau hanya perlu sedikit berusaha,menunggu dan lihat hasilnya”  siwon meletakan dagunya di meja dan menatap eommanya yang masih tersenyum walaupun ia sibuk dengan bunga bunganya. Angin kembali berhembus. Beberapa dedaunan jatuh di halaman belakang siwon berterbangan memasuki terasnya yang besar. Angin tersebut juga menyapa anak anak rambut eomma siwon, membuat siwon dengan senang hati merapikan rambut eommanya dan kembali memperhatikan eommanya –seperti anak kecil yang penuh dengan rasa penasaran-.
“gomawo eomma” eomma siwon menatap siwon sejenak dan tersenyum lembut. Tangan rentan itu meletakkan rangkaian bunganya dan mengarah ke rambut hitam siwon.perlahan tangan itu mengelus rambut lebat siwon –membuatnya nyaman sampai terkantuk kantuk-. Perlahan mata hitam siwon menutup,menikmati belaian lembut eommanya.
---***---
Beberapa lampu jalanan yang menerangi jalanan di dalam terowongan membuat suasana yang menenangkan dan juga menarik. Jalanan yang tak begitu sepi membuat sebuah mobil   melaju cukup kencang tapi dalam keadaan santai. Didalam sebuah mobil terdapat eunsoo dan eunhyuk yang tengah sibuk memakan sesuatu yang berasal dari tas persegi milik eunsoo. Sesekali eunhyuk menganga kearah eunsoo dan tanpa diminta eunsoo mengarahkan kimbab mini ke mulut besar eunhyuk.
“hmm, mashita” eunhyuk terkekeh pelan dan kembali mengarahkan mulutnya yang menganga ke arah eunsoo.
“aish, habiskan yang di dalam mulutmu dulu” eunsoo mendorong eunhyuk dan kembali makan. Eunhyuk hanya menurut dan kembali berkosentrasi pada jalanan. selama perjalanan mereka hanya diam,sibuk dengan pikiran mereka. Eunhyuk yang mengemudi sesekali menoleh ke arah eunsoo yang tengah sibuk memotret deretan cahaya lampu jalan yang mereka lewati. Ia menikmatinya. Perlakuan eunsoo yang kadang kadang spontan dan sangat jujur. Kenapa tidak, secara tiba tiba eunsoo akan berceloteh panjang melihat hasil potret nya dan kembali memotret –seperti tak ada yang terjadi-.
“sepertinya kau menikmatinya” eunhyuk berkata tanpa memandang eunsoo. Eunsoo hanya melirik eunhyuk dan kembali melakukan aktifitasnya.
“sebenarnya ini tugas sekolah, susah mencarinya” tangan ramping eunsoo sibuk mengutak atik kameranya dan kembali memotret sebelum mobil yang ia naiki ini keluar dari terowongan. Dan betul, tak beberapa detik kemudian mobil mewah milik eunhyuk sudah melaju di jalan raya biasa yang sunyi.
Eunsoo dengan asik memperhatikan hasil hasil karyanya . Sedangkan eunhyuk sesekali melihat eunsoo yang tersenyum sendiri dengan kameranya.
“lihat,bukannkah aku sangat pintar” eunsoo tertawa sambil mengangkat kameranya ke arah eunhyuk. Mata sipit eunhyuk pun teralih untuk melihat eunsoo yang kini memasukan kameranya ke dalam tas.
“lihat,bukankah aku sangat pintar”  kata kata itu tergiang lagi di otaknya. Kata kata yang sama tapi dengan suara berbeda. Kepala eunhyuk berasa berputar kembali kemasa lalu nya, dimana seorang yeoja tertawa kearahnya sambil memperlihatkan sebuah gambar kepadanya. Gambar yang tak bisa diingat oleh eunhyuk
“KYAA!!EUNHYUKK!!” eunhyuk segera membantik stir yang membuat mobilnya menabrak pembatas jalan. Eunhyuk segera menghentikan mobilnya dan menatap cemas eunsoo yang juga menatapnya. Dilihatnya mata eunsoo yang biasanya berbinar sekarang redup penuh dengan ketakutan. Dengan gerakan reflek, eunhyuk segera memeluk eunsoo erat.
“mianhe, aku tak akan mengulanginya” bisik eunhyuk. Walaupun kata kata itu tak membuat eunsoo tenang, tapi pelukan eunhyuk yang semakin erat membuat eunsoo tau bahwa eunhyuk juga berusaha menenangkan dirinya walaupun sulit.
“hmm” eunsoo mendorong eunhyuk menjauh dari dirinya. Eunhyuk masih menatap eunsoo yang kini nampaknya lebih tenang. Ia melirik yeoja tersebut dan mulai menjalankan mobil ke rumah eunsoo –dengan kecepatan sangat pelan-
Eunhyuk masih berusaha tidak membayangkan atau lebih tepatnya memikirkan masa lalunya. Ia berusaha fokus ke jalanan yang semakin sepi karena malam semakin larut. Mobilnya yang tadi ramai dengan suara jepretan kamera pun menjadi sepi karena eunsoo sudah larut ke dalam mimpinya. Eunhyuk berusaha melirik wajah eunsoo yang tertidur tapi usahanya nihil, karena kepala eunsoo yang menyandar ke sandaran tempat duduk nya –sedikit kearah jendela- *ngertikan?
Beberapa jam setelah insiden hampir-kecelakaan-tadi,eunhyuk sudah memarkirkan mobilnya di depan apartemen eunsoo. Perlahan eunhyuk membuka dan menutup pintu mobilnya, lalu berjalan ke bagasi untuk membawa kardus kardus tersebut ke pos satpam yang sangat dekat –karena tak sanggup membawa barang itu ke dalam apartemen-, setelah itu ia berjalan menuju mobilnya dan mengendong eunsoo menuju apartemen.
Dalam perjalan eunhyuk menuju apartemen, eunsoo sesekali mengigau dan bergerak –dan membuat eunhyuk sedikiti susah- tapi itu menjadi pemandangan yang indah bagi eunhyuk. Eunhyuk berhenti di depan sebuah pintu coklat tua setelah eunsoo mengigau tentang sebuah nama yang tak diketahuinya. Dengan susah payah eunhyuk menekan tombol untuk memasukan pasword –yang diberikan azuna pastinya- lalu mendorong pintu setelah benda persegi itu terbuka. Dengan perlahan eunhyuk menaiki tangga menuju kamar eunsoo dan meletakkan eunsoo dengan perlahan kekasurnya yang sangat kecil. Eunhyuk menatap eunsoo dengan senyuman yang lembut setelah ia menyelimuti eunsoo.

“tidurmu benar benar berbahaya” tangan besar itu mulai mengelus kepala eunsoo lembut, mulai dari ujung kepalanya sampai pipi cubby milik eunsoo. sejenak tangan itu terdiam sesaat. Eunhyuk terdiam mengingat betapa miripnya eunsoo dengan pacar masa lalunya. Pacar yang entah masih bisa dianggap pacar atau tidak. atau malahan mungkin bisa dianggap tidak ada dimuka bumi ini.

-to be continue-
maaf ff nya baru gw pos. karena tuga yang menggunung itu lah gw baru bisa ngepos nya. jadi maafkan kesalahan gw ini yang guys. lope you :* *bow

You Might Also Like

0 komentar

Flickr Images