Fanfiction
Korea
FF Super Junior – Love of Moment (Part 5)
23.24.00
Title
:Love Of Moment (Part 5)
Autor : Dhidiane
Genre : Frienship, Romance, family,
Rating : PG-15
Autor : Dhidiane
Genre : Frienship, Romance, family,
Rating : PG-15
Length :
Chapter
Cast
: Eunhyuk, Siwon, Kyuhyun, jung eunsoo (OC) , hachikawa azuna (OC)
Disclaimer
: This is the original ff. Comes from my mind and imagination. If there
is a similar plot was only fortuitous similarity.
--***--
Bibir lembut eunhyuk mulai menyapa bibir merah eunsoo.
Karena ciuman tersebut,dunia berasa kelam –karena ia menutup mata- dan
berbintang bagi eunsoo. Sedangkan eunhyuk merasa bahagia karena merasa kembali
ke masa lalu. Angin mulai memainkan rambut rambut eunsoo dan membuatnya
terganggu.tak lama kemudian,eunhyuk mulai melepaskan bibir dan tangannya dari
eunsoo,menjarak dan tak sanggup melihat wajah eunsoo yang masih terkejut. Tubuh
eunsoo masih saja kaku ketika eunhyuk berusaha melihatnya.tak ada gerakan yang
dilakukan eunsoo. Tiba tiba seperti ada seseorang yang berjalan dibelakang
eunhyuk dan pejalan itu mengeluarkan suara beratnya untuk menyapa eunsoo.
“noona!” eunhyuk dan eunsoo segera menoleh kesumber suara.
Seorang namja bertubuh kekar dengan senyuman terkembang di wajahnya berjalan
dengan cepat, memeluk dan mengangkat eunsoo.
“ya! Turunkan aku” eunsoo menepuk pundak namja tersebut dan
ia menurutinya.
“nuga?” eunhyuk menatap eunsoo dengan wajah bengongnya yang
mungkin bisa menggelitik eunsoo tertawa –tapi sepertinya tidak-.
“dongsaeng”jawab eunsoo pendek.ia menarik adiknya dan
berjalan menuju rumah yang telah nampak diujung jalan. Eunhyuk mengikuti di
belakang mereka dengan otak yang penuh tanya.
‘apakah namja itu melihat kami melakukan itu tadi?’ atau ‘apa yang harus
kulakukan jika sampai dirumahnya?’ pertanyaan demi pertanyaa membuat eunhyuk
tanpa sadar telah berdiri di sebuah gerbang kecil.
Perlahan ia melangkah memasuki gerbang kecil tersebut dan
nampak lah sebuah rumah tradisional korea yang dipenuhi bunga bunga yang warna
warni. Gemercik air dari air mancur mini dan hembusan angin membuat hati dan
pikiran eunhyuk yang biasanya gusar dan bosan tiba tiba menjadi tenang dan
nyaman. Jarang sekali ia merasakan hal tersebut.
“masuk lah,hyung. Kau pasti lapar” minsoo –adik eunsoo-
memanggilnya dari dapur yang terhubung dengan ruang makan. Rumahnya yang besar
dari saling berhubungan membuat tempat tersebut bisa dikatakan tempat peristirahatan
yang bagus karena suasana dan tempatnya yang sangat cocok. Pintu pintu kayu
yang menutupi rumah terbuka lebar menampakan isinya. Dari ruang tamu,ruang
tengah dan dapur semuanya kelihatan dari taman yang tak besar itu.
“ya! Kau ingin berdiri disana terus atau mau duduk disini?”
eunhyuk berdecak kesal melihat eunsoo yang menunjuk kursi ruang tengah dengan
kakinya
‘apa yeoja ini tak memiliki sopan santun?’ eunhyuk mulai
melangkah ke ruang tengah. Disana suasanya tak jauh beda dengan taman. Beberapa
bunga hidup maupun mati memenuhi menghiasi ruangan besar tersebut. Beberapa
miniatur dari kayu dan juga pigura juga menghiasi dinding dan lemari. Mata
sipit eunhyuk terhenti pada sebuah pigura tua yang berisikan yeoja kecil yang
tengah bermain dengan kucing. Yeoja itu nampak tertawa sampai sampai pipi chubi
nya mengembang seperti bakpao. Disebelah pigura tersebut terdapat pigura coklat
keemasan.disana ada sebuah foto tua usang yang berisikan namja berumuran 30
tahunan. Dilihat lihat lagi namja itu mirip dengan eunsoo.
“ini aboejinya?” eunhyuk mengambil pigura itu dan kembali
diamatinya. Dipikir pikirnya lagi, sejak tadi ia belum bertemu dengan kedua
orang tua eunsoo.
“hei, makanan sudah siap” eunhyuk terkejut melihat eunsoo
sudah ada di depannya dengan pandangan ‘apa yang kau lakukan?’ segera eunhyuk
meletakkan kembali pigura tersebut dan berjalan mengikuti eunsoo kedapur.
Disana sudah terdapat beberapa makanan yang jarang ditemui eunhyuk dirumahnya
sendiri.
“kenapa ekspresi mu seperti itu?” minsoo terkekeh melihat
ekspresi eunhyuk. Eunhyuk hanya menggeleng dan mencoba untuk tetap santai.
“maaf aku terlambat” seorang yeoja paruh baya memasuki dapur
dengan membawa banyak kantong plastik yang berisikan bahan masakan. Yeoja
tersebut tersenyum kearah eunhyuk melihatkan keramahan dan kecantikan dari
dirinya.
“sepertinya enak.ayo makan”setelah yeoja paruh baya –yaitu
eomma eusoo- mempersilahkan makan, mereka mulai memakan makan tanpa banyak
bicara –kecuali eunsoo dan ibunya-. Mereka berdua seperti seorang sahabat, cara
bicaranya sangatlah santai seperti kedua sahabat berbicara.
Minsoo memperhatikan eunhyuk yang tengah melahap nasinya
dengan senyuman.tersirat di kepalanya sebuah pertanyaan untuk eunhyuk.
“hyung, kau teman eonni ku bukan?” eunhyuk mengangguk.
“waeo? Apa aku terlihat sepertinya supirnya?” eunhyuk dan
minsoo tertawa mendengar lelucon aneh tersebut. Minsoo menggeleng dan meneguk
air untuk membasahi kerongkongannya.
“ani. Hanya saja,jika kesini,eonni pulang sendiri dan jika
dengan orang lain biasanya ia membawa azuna eonni” eunhyuk menghetikan makan
memakannya dan menatap penasaran minsoo.
“apakah aku laki laki pertama yang ia bawa rumah ini?”
eunhyuk menatap mata bundar minsoo. Minsoo melirik eonninya yang tengah
bercerita dengan eommanya dan kembali menatap eunhyuk.
“apa manfaatnya jika aku megatakannya?” eunhyuk merasa
mendapatkan air panas dari ubun ubunnya. Rasanya ingin ia remas dan menjadikan
minsoo bola basket. Tapi itu tak mungkin, ia kembali melahap makanannya tanpa
bicara sedikitpun. Sedangkan minsoo hanya terkekeh pelan dan ikut bergabung
dengan eonni dan eommanya.
---***---
Eunhyuk memperhatikan eomma ensoo yang tengah meliat
beberapa syal untuk eunsoo. Syal tersebut penuh dengan warna dan corak corak
lucu. Disisi lain,eunsoo dan minsoo tengah sibuk memindahkan beberapa buku dari
ruang belajarnya ke dalam kardus yang telah tersedia di tengah tengah rumah.
Sedangkan eunhyuk,ia lebih seperti patung yang ditinggalkan pemiliknya di sudut
ruangan yang tak pernah diketahui oleh orang lain. Rasa bosan mulai menjalari
eunhyuk. Kakinya mulai melangkah dan berjalan menuju ruang tamu yang sunyi.
Disana ia kembali melihat lihat isi ruangan tersebut dan kembali menuju ruang
tengah yang penuh dengan foto dan pigura.
Eunhyuk mengambil sebuah pigura coklat yang isinya sebuah
foto eunsoo dan minsoo. Eunhyuk megangguk ketika melihat kesamaan kakak adik
ini
‘mereka ternyata benar benar mirip dari segi manapun’
eunhyuk kembali meletakkan pigura tersebut dan kembali melihat pigura yang
lain. Mata sipit eunhyuk menangkap sebuah pigura yang terletak paling belakang
pigura lainnya. Ia mengambil pigura pink tersebut dan menatap foto disana
Seorang yeoja dengan gaun pantai selututnya nampak tertawa
ke arah kamera sambil memegangi topi pantainya yang hampir diterbangi angin. Tawa
nya yang merekah membuatnya tambah manis dan anggun. Mata abu abu itu seolah
hilang karena pipi mengembangnya yang hampir menutupi mata. Otak eunhyuk berasa
keluar dari sarangnya. Otaknya tak mau bekerja. Malahan ia teringat oleh
seseorang yang hampir-bisa ia lupai.
“karin..” bisik eunyuk pelan sambil mengelus permukaan kaca
pigura tersebut
“karin nugu?” eunhyuk menoleh ke arah eunsoo yang sudah
berdiri di sampingnya sambil melihat eunhyuk penasaran.
“hmm..emm,anio” eunhyuk maletakkan pigura tadi dengan gemetaran
dan berusaha melihat eunsoo yang masih menatapnya.
“kau aneh” eunsoo menatap eunhyuk menyelidik dan pergi
menuju tumpukan kardus yang telah terletak di teras rumah.
Eunhyuk menatap pigura tadi dan berjalan mengikuti eunsoo. Kardus
kardus berukuran sedang tersusun di depan gerbang rumah eunsoo. Diantara kardus
kardus itu juga terdapat sebuah tas kecil persegi yang sepertinya seperti bahan
makanan. Eunhyuk menatap eunsoo yang tengah berbicara dengan eommanya dan berpelukan
hangat sebelum kembali ke seoul.
“hati hati dijalan. Dan jangan lupa minum teh tadi. Angin
malam begini bisa membuatmu sakit” eomma eunsoo menatap anaknya dan eunhyuk
bergantian.eunhyuk mengangguk mengiyakan. Eunsoo mengangguk ke
arahnya,mengangkat beberapa kardus dan berjalan mendahului eunhyuk.
“aku pergi dulu”eunhyuk berpamintan pada eomma eunsoo dan
adiknya minsoo.
“hyung, jaga eonni ku” minsoo menepuk pundak eunhyuk dan
menyuruhnya segera menyusul eunsoo. Eunhyuk hanya tersenyum,mengangkat beberapa
kardus yang tersisa dan tas persegi lalu segera menyusul eunsoo yang telah
menunggunya di ujung jalan.
--***--
Siwon perlahan membuka matanya yang berat. Cahaya lampu yang
menyilaukan membuatnya beberapa kali mengerjap sebelum ia bangun dari tempat
tidur mewahnya. siwon menatap kamarnya yang besar ,mewah dan dipenuhi oleh
barang barang mahal. Ia hanya mengeluarkan desahan berat dan beranjak menuju
kamar mandi. Beberapa saat kemudian,siwon sudah berjalan keluar dari rumahnya
menuju mobil yang terparkir di halaman. Ketika ia melewati ruang tengah,tanpa
sadar ia menoleh ke halaman belakang yang terhubung dengan ruangan itu.siwon
berhenti sejenak dan berjalan menuju halaman belakang-lupa dengan tujuannya-.
“eomma” senyum siwon yang hilang mendadak timbul lagi
melihat yeoja separoh baya yang berbalutkan gaun rumah yang sesuai dengan tubuh
dan kulitnya itu tengah merangkai bunga dan tersenyum kearahnya.
“kau sudah bangun” yeoja itu mengelus rambut siwon lembut
ketika namja itu memeluknya manja dan penuh kerinduan.
“Kapan kau sampai dari amerika?” siwon menarik kursi
didepannya dan meletakkannya di samping eommanya.
“sejak kau tertidur tadi. Mianhe, eomma tidak memberi tahu
mu bahwa eomma akan pulang sekarang. Semuanya serba mendadak” yeoja itu kembali
tersenyum ke arah siwon dan melanjutkan merangkai bunganya. Senyum siwon tetap
terpampang di wajah rupawannya itu. Dengan senangnya ia memperhatikan
eommanya,tak memperdulikan sakit hati yang masih saja tersarang di dadanya.
“bagaimana keadaanmu? Apa kau baik baik saja?” siwon sedikit
terkejut mengetahui bagaimana keadaaanya sekarang. Ia menenggelamkan kepalanya
di antara tangannya yang terlipat diatas meja. Eommanya hanya meliriknya dan
tetap melanjutkan kegiatannya.
“apa kau masih mengingatnya,nak?” siwon mengangguk
mengiyakan.
Angin yang berhembus pelan membuat siapa saja menjadi tenang
dan sejuk. Termasuk siwon dan yeoja yang dicintainya seumur hidup. Gemercik air
dari kolam ikan didekat mereka membuat pikiran menjadi bertambah tenang. Siwon sejenak gusar mendengar pertanyaan
eommanya tadi menjadi lebih tenang dengan kesunyian dan kediaman yang dibuatnya
dengan eomma. Siwon mengangkat kepalanya dan menatap eommanya yang kini tengah
menyeduh teh untuknya –yang sebelumnya dibawa oleh pembantu-. Siwon menatap teh
yang mengeluarkan gumpalan asap hangat. Segera ia minum teh tersebut sampai
habis. Pikiran dan hatinya menjadi tenang setelah mengahabiskan setengah teh
tersebut,
“jika ia mencintaimu, ia tak akan segan segan kembali padamu
mu nak” siwon menatap eommanya yang kembali merangkai bunga. Mata siwon berasa
mengeluarkan air mata ketika senyuman diwajah ibunya kembali terkembang
–membuat perasaannya semakin membaik-.
“kau hanya perlu sedikit berusaha,menunggu dan lihat
hasilnya” siwon meletakan dagunya di
meja dan menatap eommanya yang masih tersenyum walaupun ia sibuk dengan bunga
bunganya. Angin kembali berhembus. Beberapa dedaunan jatuh di halaman belakang
siwon berterbangan memasuki terasnya yang besar. Angin tersebut juga menyapa
anak anak rambut eomma siwon, membuat siwon dengan senang hati merapikan rambut
eommanya dan kembali memperhatikan eommanya –seperti anak kecil yang penuh
dengan rasa penasaran-.
“gomawo eomma” eomma siwon menatap siwon sejenak dan
tersenyum lembut. Tangan rentan itu meletakkan rangkaian bunganya dan mengarah
ke rambut hitam siwon.perlahan tangan itu mengelus rambut lebat siwon
–membuatnya nyaman sampai terkantuk kantuk-. Perlahan mata hitam siwon
menutup,menikmati belaian lembut eommanya.
---***---
Beberapa lampu jalanan yang menerangi jalanan di dalam
terowongan membuat suasana yang menenangkan dan juga menarik. Jalanan yang tak
begitu sepi membuat sebuah mobil melaju
cukup kencang tapi dalam keadaan santai. Didalam sebuah mobil terdapat eunsoo
dan eunhyuk yang tengah sibuk memakan sesuatu yang berasal dari tas persegi
milik eunsoo. Sesekali eunhyuk menganga kearah eunsoo dan tanpa diminta eunsoo
mengarahkan kimbab mini ke mulut besar eunhyuk.
“hmm, mashita” eunhyuk terkekeh pelan dan kembali
mengarahkan mulutnya yang menganga ke arah eunsoo.
“aish, habiskan yang di dalam mulutmu dulu” eunsoo mendorong
eunhyuk dan kembali makan. Eunhyuk hanya menurut dan kembali berkosentrasi pada
jalanan. selama perjalanan mereka hanya diam,sibuk dengan pikiran mereka.
Eunhyuk yang mengemudi sesekali menoleh ke arah eunsoo yang tengah sibuk
memotret deretan cahaya lampu jalan yang mereka lewati. Ia menikmatinya.
Perlakuan eunsoo yang kadang kadang spontan dan sangat jujur. Kenapa tidak,
secara tiba tiba eunsoo akan berceloteh panjang melihat hasil potret nya dan
kembali memotret –seperti tak ada yang terjadi-.
“sepertinya kau menikmatinya” eunhyuk berkata tanpa
memandang eunsoo. Eunsoo hanya melirik eunhyuk dan kembali melakukan
aktifitasnya.
“sebenarnya ini tugas sekolah, susah mencarinya” tangan
ramping eunsoo sibuk mengutak atik kameranya dan kembali memotret sebelum mobil
yang ia naiki ini keluar dari terowongan. Dan betul, tak beberapa detik
kemudian mobil mewah milik eunhyuk sudah melaju di jalan raya biasa yang sunyi.
Eunsoo dengan asik memperhatikan hasil hasil karyanya .
Sedangkan eunhyuk sesekali melihat eunsoo yang tersenyum sendiri dengan
kameranya.
“lihat,bukannkah aku sangat pintar” eunsoo tertawa sambil
mengangkat kameranya ke arah eunhyuk. Mata sipit eunhyuk pun teralih untuk
melihat eunsoo yang kini memasukan kameranya ke dalam tas.
“lihat,bukankah aku
sangat pintar” kata kata itu
tergiang lagi di otaknya. Kata kata yang sama tapi dengan suara berbeda. Kepala
eunhyuk berasa berputar kembali kemasa lalu nya, dimana seorang yeoja tertawa
kearahnya sambil memperlihatkan sebuah gambar kepadanya. Gambar yang tak bisa diingat
oleh eunhyuk
“KYAA!!EUNHYUKK!!” eunhyuk segera membantik stir yang
membuat mobilnya menabrak pembatas jalan. Eunhyuk segera menghentikan mobilnya
dan menatap cemas eunsoo yang juga menatapnya. Dilihatnya mata eunsoo yang
biasanya berbinar sekarang redup penuh dengan ketakutan. Dengan gerakan reflek,
eunhyuk segera memeluk eunsoo erat.
“mianhe, aku tak akan mengulanginya” bisik eunhyuk. Walaupun
kata kata itu tak membuat eunsoo tenang, tapi pelukan eunhyuk yang semakin erat
membuat eunsoo tau bahwa eunhyuk juga berusaha menenangkan dirinya walaupun
sulit.
“hmm” eunsoo mendorong eunhyuk menjauh dari dirinya. Eunhyuk
masih menatap eunsoo yang kini nampaknya lebih tenang. Ia melirik yeoja
tersebut dan mulai menjalankan mobil ke rumah eunsoo –dengan kecepatan sangat
pelan-
Eunhyuk masih berusaha tidak membayangkan atau lebih
tepatnya memikirkan masa lalunya. Ia berusaha fokus ke jalanan yang semakin
sepi karena malam semakin larut. Mobilnya yang tadi ramai dengan suara jepretan
kamera pun menjadi sepi karena eunsoo sudah larut ke dalam mimpinya. Eunhyuk
berusaha melirik wajah eunsoo yang tertidur tapi usahanya nihil, karena kepala
eunsoo yang menyandar ke sandaran tempat duduk nya –sedikit kearah jendela-
*ngertikan?
Beberapa jam setelah insiden hampir-kecelakaan-tadi,eunhyuk
sudah memarkirkan mobilnya di depan apartemen eunsoo. Perlahan eunhyuk membuka
dan menutup pintu mobilnya, lalu berjalan ke bagasi untuk membawa kardus kardus
tersebut ke pos satpam yang sangat dekat –karena tak sanggup membawa barang itu
ke dalam apartemen-, setelah itu ia berjalan menuju mobilnya dan mengendong
eunsoo menuju apartemen.
Dalam perjalan eunhyuk menuju apartemen, eunsoo sesekali
mengigau dan bergerak –dan membuat eunhyuk sedikiti susah- tapi itu menjadi
pemandangan yang indah bagi eunhyuk. Eunhyuk berhenti di depan sebuah pintu
coklat tua setelah eunsoo mengigau tentang sebuah nama yang tak diketahuinya.
Dengan susah payah eunhyuk menekan tombol untuk memasukan pasword –yang
diberikan azuna pastinya- lalu mendorong pintu setelah benda persegi itu
terbuka. Dengan perlahan eunhyuk menaiki tangga menuju kamar eunsoo dan
meletakkan eunsoo dengan perlahan kekasurnya yang sangat kecil. Eunhyuk menatap
eunsoo dengan senyuman yang lembut setelah ia menyelimuti eunsoo.
“tidurmu benar benar berbahaya” tangan besar itu mulai
mengelus kepala eunsoo lembut, mulai dari ujung kepalanya sampai pipi cubby
milik eunsoo. sejenak tangan itu terdiam sesaat. Eunhyuk terdiam mengingat
betapa miripnya eunsoo dengan pacar masa lalunya. Pacar yang entah masih bisa
dianggap pacar atau tidak. atau malahan mungkin bisa dianggap tidak ada dimuka bumi ini.
-to be continue-
maaf ff nya baru gw pos. karena tuga yang menggunung itu lah gw baru bisa ngepos nya. jadi maafkan kesalahan gw ini yang guys. lope you :* *bow

0 komentar