Fanfiction
Korea
FF Super Junior - Love of Moment
07.16.00
Title :Love Of Moment
Autor : Dhidiane
Genre : Frienship, Romance, family,
Rating : PG-15
Genre : Frienship, Romance, family,
Rating : PG-15
Length : Chapter
Cast : Eunhyuk, Siwon, Kyuhyun, Sungmin, jung eunsoo (OC) , hachikawa azuna (OC)
Disclaimer : This is the original ff. comes from my mind and imagination. if there is a similar plot was only fortuitous similarity.This ff is my friend request by @andini_anugrah ,please enjoy readers ^^
“seharusnya ditambahkan penghalus
disini”seorang yeoja bermata puppy eyes yang dibungkus kacamata biru muda
menunuuk pipi seseorang di balik monitor laptop. Yeoja dengan topi
yang-posisinya-kebelakang segera mengarahkan kursornya ke arah yang ditunjuk
yeoja puppy eyes itu. Dengan lihai dia menggerak gerakan kursor hingga hasil
yang memuaskan muncul. Yeoja puppy eyes itu kembali membersihkan kamera SLR
yang terhenti karena memperhatikan temannya yang sibuk mengedit foto
seseorang-entah siapa itu-. Mereka menghabiskan waktu senggang mereka dengan
kegiatan yang menurut mereka bermanfaat.kecuali orang lain menganggap mereka
aneh karena duduk di tengah taman kampus dengan cuaca yang bisa dibilang sangat
dingin.
kota seoul yang di penuhi dengan
daun daun maple berjatuhan membuat kota tersebut nampak romantis. Juga
ditambahkan dengan lampu lampu jalan yang menyinari seoul yang sudah memasuki
malam yang gelap dan dingin. Tak terkecuali universitas konkuk. Walaupun jam
sudah menunjukan jam 6, kebanyakan dari siswanya memilih tetap setia di
tempatnya dari pada pulang mengahabiskan waktunya yang beharga dengan kegiatan
tak berguna. Azuna –yeoja-puppy-eyes- melirik temannya eunsoo yang masih
berkutat dengan laptop hijau toskanya. Matanya yang bundar itu bergerak lincah
mengikuti kursor yang menari indah di depannya. Seperti patung, dia tak
melakukan gerakan apapun –kecuali tangan dan matanya-. Sesekali azuna memanggil
eunsoo pelan.panggilan yang kesekiannyabaru ensoo harus menghentikan kegiatannya.merasa terganggu
mendengar suara sok imut dari azuna. Eunsoo membuka mulutnya untuk protes
hingga sebuah teriakan memekakan telinga muncul dari balik tanaman pagar di
belakang mereka.
Sekelompok yeoja yeoja berteriak
genit ketika 2orang namja melewati mereka. Seperti tak merasakan apapun, namja
namja itu dengan santai melangkahkan kakinya di taman yang besar itu. Eunsoo
dan azuna terdiam sejenak hingga azuna angkat bicara
“tenyata mereka sudah kembali”
eunsoo menatap azuna bingung dan mengernyit tak mengerti. ‘kembali’ apa yang
dimaksud azuna. Yang dia tau dia baru melihat 2 namja itu selama 3tahun kuliah
di universitas konkuk ini. Dan dia juga tak pernah tau –atau lebihnya tak ingin
tau- tentang namja namja tinggi itu.
“kau tidak tau?” eunsoo menggeleng
pelan. Sebuah tatapan jengkel keluar dari wajah putih azuna. Dia tak mengerti
dengan temannya ini. Tak pernah-atau tak ingin- mengetahui dunia sekitarnya,
kecuali itu berguna baginya.
“mereka 2 namja icon dari kampus
ini. Bukan icon majalah”ucap azuna cepat sebelum ensoo berpikir mereka adalah
model terkenal, mengambil foto mereka,memasukannya ke dalam koran dan
mendapatkan upah yang menggiurkan. Eunsoo menatap namja namja itu. Mereka
memiliki postur yang bagus dan nampak nya dia –namja bermantel kulit- adalah
golongan kaya. Tidak termasuk namja berswiter lusuh di sebelahnya. Namja itu
benar benar berpenampilan acak.
“mereka adalah pemegang warisan
terbesar di korea. Namja mantel coklat itu adalah pemilik perusahaan alat alat
olah raga terkenal di korea dan negara lainnya. Abeojinya adalah orang yang
berpengaruh di unviersitas konkuk. Perusahaan mereka sering memberi sumbangan
dan berbagai macam benda untuk menunjang pendidikan” eunsoo mengangguk setuju
mendengar biodata singkat namja mantel cokat itu dari azuna
“sedangkan yang disebelahnya itu-“
azuna menunjuk namja sweter putih itu sebelum kata katanya terpotong oleh
getaran dari atas meja kayu di depan mereka
“oh. Kita harus pergi. Sepertinya
halbeoji marah”eunsoo mengangguk. Dimasukannya laptop dan beberapa buku dan
alat tulis ke dalam ranselnya dan berlari mengejar azuna yang telah lari
mendahuluinya
-***-
Sepasang sepatu bergerak cepat hingga
menimbulkan bunyi berisik di koridor yang sepi. Pemilik sepatu itu menatap
lurus jalan yang di tempuhnya.rahangnya mengeras menahan sesuatu yang
bergejolak di dada dan kepalanya. Namja yang nampak manli dengan kemeja hitam
yang dilapisi mantel putih di bahunya memperbesar langkahnya ketika sebuah
pintu coklat telah ada di depannya. Tanpa perlu mengetuk pintu itu terlebih
dahulu, ia membuka pintu itu dan berjalan menuju sebuah meja dengan kursi
panjang membelakanginya.
“apa maksud semua ini?!” namja tadi
menahan setiap katanya supaya emosinya tak terlalu keluar. Namja separuh baya
yang duduk di balik kursi panjang itu membalikan kursinya dan tersenyum menatap
namja di depannya memerah menahan amarah
“kau sudah pulang siwon?” namja
bernama siwon tak merespon.dia menatap tajam namja separuh baya tersebut.
Emosinya benar benar tak bisa di kontrol ketika namja separuh baya itu
menyebutkan nama nya lagi
“apa yang kau inginkan lagi?” siwon
mengepalkan tangannya di atas meja dan masih menatap tajam namja separuh baya
itu. Namja separuh baya itu bangkit dari singgasananya dan berjalan ke kaca
yang membatasi bagian dalam kantor ini dengan bagian luar yang tak berpijak
dengan tanah. Ditatapnya pemandangan kota seoul yang mulai gelap karena malam
sudah mulai menyapa. Lampu lampu tiap bangunan mulai dihidupkan menambahkan
kesan indah kota seoul.
“bukankah seoul ini benar benar
romantis?”namja separuh baya itu memutar tubuhnya dan menatap siwon dengan
tatapan –kau-juga-harus-menyetujuinya-.
“cepat jawab aku?! Apa semua harta
dan kebahagiaanmu tak cukup membuatmu tertawa atas penderitaan ku ha?!” siwon
lepas kendali. Tangan kekarnya memukul meja yang terbuat dari marmer asli itu
dengan keras. Walaupun tangannya sakit ia tak memperdulikannya. Namja separuh
baya itu tertawa kecil dan kembali duduk di kursi hitam tingginya. Diambilnya
sebuah amplop dari lacinya dan menyerahkannya pada siwon
“kau akan sekolah disini. Di dalam
sini adalah benda yang kau perlukan selama di sini. Dan kuharap kau tak menolak
jika kau ingin ‘dia’ lenyap dari bumi ini” namja itu menatap serius siwon yang
sekarang menggeser tangannya yang di atas meja menuju amplop yang diberikan
tadi
“kau boleh keluar. Dan jangan ganggu
aku sebelum aku memanggilmu”namja itu menggerakan dua jarinya ke arah pintu
yang terbuka lebar. Tanpa banyak kata siwon membalikan badannya dan berjalan
menjauh sejauh jauhnya dari namja brengsek tersebut
“semoga kau bahagia, anakku” siwon
semakin geram mendengar kata kata yang keluar dari mulut namja tersebut. Ingin
rasanya dia berbalik dan menyobek nyobek bibir jelek itu. Tapi kenyataan
menguasainya. Dia tak ingin seseorang yang beharga baginya hilang di telan
bumi. Tak akan. Walaupun usahanya selama ini benar benar sia asalkan ‘dia’ tak
menghilang dari kehidupannya.
-To Be Continue-
wahh, bagaimana ceritanya? bagus atau jelekah? sebenarnya, ini ff pertama saya dengan cast SuJu (kebanyakan ff saya castnya member SHINee or Hey!Say!JUMP) penasaran? tunggu lanjutannya ya :) *Gandeng Onew

0 komentar