FF Super Junior - Love of Moment

Title            :Love Of Moment Autor          : Dhidiane Genre         : Frienship, Romance, family, Rating         : PG-15 Length...

Title            :Love Of Moment
Autor          : Dhidiane
Genre         : Frienship, Romance, family,
Rating         : PG-15
Length        : Chapter 
Cast           : Eunhyuk, Siwon, Kyuhyun, Sungmin, jung eunsoo (OC) , hachikawa azuna (OC)
Disclaimer  : This is the original ff. comes from my mind and imagination. if there is a similar plot was only fortuitous similarity.This ff is my friend request by @andini_anugrah ,please enjoy readers ^^


      “seharusnya ditambahkan penghalus disini”seorang yeoja bermata puppy eyes yang dibungkus kacamata biru muda menunuuk pipi seseorang di balik monitor laptop. Yeoja dengan topi yang-posisinya-kebelakang segera mengarahkan kursornya ke arah yang ditunjuk yeoja puppy eyes itu. Dengan lihai dia menggerak gerakan kursor hingga hasil yang memuaskan muncul. Yeoja puppy eyes itu kembali membersihkan kamera SLR yang terhenti karena memperhatikan temannya yang sibuk mengedit foto seseorang-entah siapa itu-. Mereka menghabiskan waktu senggang mereka dengan kegiatan yang menurut mereka bermanfaat.kecuali orang lain menganggap mereka aneh karena duduk di tengah taman kampus dengan cuaca yang bisa dibilang sangat dingin.

     kota seoul yang di penuhi dengan daun daun maple berjatuhan membuat kota tersebut nampak romantis. Juga ditambahkan dengan lampu lampu jalan yang menyinari seoul yang sudah memasuki malam yang gelap dan dingin. Tak terkecuali universitas konkuk. Walaupun jam sudah menunjukan jam 6, kebanyakan dari siswanya memilih tetap setia di tempatnya dari pada pulang mengahabiskan waktunya yang beharga dengan kegiatan tak berguna. Azuna –yeoja-puppy-eyes- melirik temannya eunsoo yang masih berkutat dengan laptop hijau toskanya. Matanya yang bundar itu bergerak lincah mengikuti kursor yang menari indah di depannya. Seperti patung, dia tak melakukan gerakan apapun –kecuali tangan dan matanya-. Sesekali azuna memanggil eunsoo pelan.panggilan yang kesekiannyabaru  ensoo harus menghentikan kegiatannya.merasa terganggu mendengar suara sok imut dari azuna. Eunsoo membuka mulutnya untuk protes hingga sebuah teriakan memekakan telinga muncul dari balik tanaman pagar di belakang mereka.

      Sekelompok yeoja yeoja berteriak genit ketika 2orang namja melewati mereka. Seperti tak merasakan apapun, namja namja itu dengan santai melangkahkan kakinya di taman yang besar itu. Eunsoo dan azuna terdiam sejenak hingga azuna angkat bicara
“tenyata mereka sudah kembali” eunsoo menatap azuna bingung dan mengernyit tak mengerti. ‘kembali’ apa yang dimaksud azuna. Yang dia tau dia baru melihat 2 namja itu selama 3tahun kuliah di universitas konkuk ini. Dan dia juga tak pernah tau –atau lebihnya tak ingin tau- tentang namja namja tinggi itu.
“kau tidak tau?” eunsoo menggeleng pelan. Sebuah tatapan jengkel keluar dari wajah putih azuna. Dia tak mengerti dengan temannya ini. Tak pernah-atau tak ingin- mengetahui dunia sekitarnya, kecuali itu berguna baginya.
“mereka 2 namja icon dari kampus ini. Bukan icon majalah”ucap azuna cepat sebelum ensoo berpikir mereka adalah model terkenal, mengambil foto mereka,memasukannya ke dalam koran dan mendapatkan upah yang menggiurkan.   Eunsoo menatap namja namja itu. Mereka memiliki postur yang bagus dan nampak nya dia –namja bermantel kulit- adalah golongan kaya. Tidak termasuk namja berswiter lusuh di sebelahnya. Namja itu benar benar berpenampilan acak.
“mereka adalah pemegang warisan terbesar di korea. Namja mantel coklat itu adalah pemilik perusahaan alat alat olah raga terkenal di korea dan negara lainnya. Abeojinya adalah orang yang berpengaruh di unviersitas konkuk. Perusahaan mereka sering memberi sumbangan dan berbagai macam benda untuk menunjang pendidikan” eunsoo mengangguk setuju mendengar biodata singkat namja mantel cokat itu dari azuna
“sedangkan yang disebelahnya itu-“ azuna menunjuk namja sweter putih itu sebelum kata katanya terpotong oleh getaran dari atas meja kayu di depan mereka
“oh. Kita harus pergi. Sepertinya halbeoji marah”eunsoo mengangguk. Dimasukannya laptop dan beberapa buku dan alat tulis ke dalam ranselnya dan berlari mengejar azuna yang telah lari mendahuluinya
-***-
      Sepasang sepatu bergerak cepat hingga menimbulkan bunyi berisik di koridor yang sepi. Pemilik sepatu itu menatap lurus jalan yang di tempuhnya.rahangnya mengeras menahan sesuatu yang bergejolak di dada dan kepalanya. Namja yang nampak manli dengan kemeja hitam yang dilapisi mantel putih di bahunya memperbesar langkahnya ketika sebuah pintu coklat telah ada di depannya. Tanpa perlu mengetuk pintu itu terlebih dahulu, ia membuka pintu itu dan berjalan menuju sebuah meja dengan kursi panjang membelakanginya.
“apa maksud semua ini?!” namja tadi menahan setiap katanya supaya emosinya tak terlalu keluar. Namja separuh baya yang duduk di balik kursi panjang itu membalikan kursinya dan tersenyum menatap namja di depannya memerah menahan amarah
“kau sudah pulang siwon?” namja bernama siwon tak merespon.dia menatap tajam namja separuh baya tersebut. Emosinya benar benar tak bisa di kontrol ketika namja separuh baya itu menyebutkan nama nya lagi
“apa yang kau inginkan lagi?” siwon mengepalkan tangannya di atas meja dan masih menatap tajam namja separuh baya itu. Namja separuh baya itu bangkit dari singgasananya dan berjalan ke kaca yang membatasi bagian dalam kantor ini dengan bagian luar yang tak berpijak dengan tanah. Ditatapnya pemandangan kota seoul yang mulai gelap karena malam sudah mulai menyapa. Lampu lampu tiap bangunan mulai dihidupkan menambahkan kesan indah kota seoul.
“bukankah seoul ini benar benar romantis?”namja separuh baya itu memutar tubuhnya dan menatap siwon dengan tatapan –kau-juga-harus-menyetujuinya-.
“cepat jawab aku?! Apa semua harta dan kebahagiaanmu tak cukup membuatmu tertawa atas penderitaan ku ha?!” siwon lepas kendali. Tangan kekarnya memukul meja yang terbuat dari marmer asli itu dengan keras. Walaupun tangannya sakit ia tak memperdulikannya. Namja separuh baya itu tertawa kecil dan kembali duduk di kursi hitam tingginya. Diambilnya sebuah amplop dari lacinya dan menyerahkannya pada siwon
“kau akan sekolah disini. Di dalam sini adalah benda yang kau perlukan selama di sini. Dan kuharap kau tak menolak jika kau ingin ‘dia’ lenyap dari bumi ini” namja itu menatap serius siwon yang sekarang menggeser tangannya yang di atas meja menuju amplop yang diberikan tadi
“kau boleh keluar. Dan jangan ganggu aku sebelum aku memanggilmu”namja itu menggerakan dua jarinya ke arah pintu yang terbuka lebar. Tanpa banyak kata siwon membalikan badannya dan berjalan menjauh sejauh jauhnya dari namja brengsek tersebut
“semoga kau bahagia, anakku” siwon semakin geram mendengar kata kata yang keluar dari mulut namja tersebut. Ingin rasanya dia berbalik dan menyobek nyobek bibir jelek itu. Tapi kenyataan menguasainya. Dia tak ingin seseorang yang beharga baginya hilang di telan bumi. Tak akan. Walaupun usahanya selama ini benar benar sia asalkan ‘dia’ tak menghilang dari kehidupannya.
-To Be Continue-
wahh, bagaimana ceritanya? bagus atau jelekah? sebenarnya, ini ff pertama saya dengan cast SuJu (kebanyakan ff saya castnya member SHINee or Hey!Say!JUMP) penasaran? tunggu lanjutannya ya :) *Gandeng Onew 

You Might Also Like

0 komentar

Flickr Images