FF Super Junior - Love Of Moment (Part 8)

Title            :Love Of Moment (Part 8) Autor          : Dhidiane Genre         : Frienship, Romance, family, Rating         : PG-15 L...

Title            :Love Of Moment (Part 8)
Autor          : Dhidiane
Genre         : Frienship, Romance, family,
Rating         : PG-15
Length        : Chapter 
Cast           : Eunhyuk, Siwon, Kyuhyun, jung eunsoo (OC) , hachikawa azuna (OC)
Disclaimer  : This is the original ff. Comes from my mind and imagination. If there is a similar plot was only fortuitous similarity.

Eunhyuk masih terisak di belakang eunsoo. Cukup lama eunsoo mempertahankan posisinya yang berdiri tegak seperti ini, ingin ia memutar badannya kebelakang tapi tangan besar itu masih mencekram lengan atasnya. Eunsoo teringat nama yang disebut eunhyuk tadi.

“karin,nugu?” eunhyuk terdiam lalu memeluk eunsoo erat dari belakang. Eunsoo merasa jengkel karena tindakan eunhyuk yang kekanakan ini.
“nuguya?” desak eunsoo
“kau tak perlu tau siapa dia” eunsoo melepaskan tangan eunhyuk dan menatapnya tajam eunhyuk yang terlihat kacau
“aku perlu tau siapa itu karin karena kau terus menyebutkan namanya di depanku” eunhyuk terdiam cukup lama melihat eunsoo yang marah kepadanya. Ada rasa bersalah melihat eunhyuk yang tertunduk di hadapannya dengan tangan menopang ke wastafel.
“ku harap kau tak membenciku”
--***--
Azuna menatap langit yang dipenuhi bintang bintang. AngIn semilir dan wangi coklat panas menemaninya malam ini Dibelakang rumahnya. Beberapa kali azuna menggeleng dan beberapa kali juga ia termenung untuk beberapa saat. Ia masih terfikir dengan kata kata yang dilontarkan kyuhyun ke dirinya di cafe tadi. Itu benar benar menganggunya. Ia tak tau selama ini kyuhyun mencintainya walaupun namja itu selalu ada didekatnya.
“hah! Kenapa terlalu banyak masalah pada diriku” azuna meminum coklat panasnya perlahan dan kembali termangu.
Kret!
Pintu yang terbuka membuat azuna terkejut dan hampir menumpahkan isi gelasnya ke daster kesayangannya. Eomma azuna dengan senyuman lembut berjalan ke samping anaknya sambil membawa beberapa potong buah apel yang telah dikupas.
“kenapa belum tidur eomma?” eommanya hanya menggeleng ringan sambil menyuap apel ke mulutnya.
“kau sendiri kenapa?” azuna tertunduk dengan pertanyaan eommanya. Ingin dia menceritakan semuanya ke eommanya, tapi ia takut. Takut kalau eommanya tau ia masih ingin kembali ke siwon.
“masalah percintaan huh?” azuna tersentak mendengar kata kata itu keluar dari mulut eommanya.
“k-kenapa eomma tau?” eommanya hanya terkekeh pelan lalu membelai rambut anaknya dengan sayang.
“waeo?” azuna dengan perlahan menceritakan semua kejadian hari ini dan apa yang dirasakannya saat ini. Tentang ia ingin bertemu dengan siwon lagi, tentang keadaan kyuhyun dan semuanya yang terjadi terhadap dirinya. Eommanya hanya terdiam tanpa memberikan respon yang berarti. Azuna putus harapan. Ia kembali meneguk coklat panas yang hampir habis dan menatap bintang – bintang dilangit.
“kenapa kau masih mencintai siwon?” azuna menoleh sekilas ke arah eommanya lalu berfikir sejenak untuk mengatakan alasan yang tepat.
“ummmm. Aku tak memiliki alasan yang tepat. Hanya saja di dekat siwon oppa aku terasa lebih nyaman, apa yang aku ucapkan ia tak terganggu dan ia betul betul menjaga ku” eomma azuna mengangguk.
“lalu kenapa tidak dengan kyuhyun? Bukankah ia selalu ada di samping ketika kau kesusahan? Ketika kau kesepian ataupun apapun itu.” Azuna menatap gelas yang ada ditangannya dengan bingung. Kenapa bukan kyuhyun? Batin azuna. Ia juga berfikir kenapa bukan kyuhyun saja yang menggantikan siwon dihatinya. Ia merasa bodoh dan bersalah.
“kau tak akan tau alasannya sayang” eommanya mengenggam tangan anaknya lembut sambil mengusapnya pelan.
“terkadang kau tak tau harus mencari alasan kenapa kau mencintai seseorang. Aku tau bukan cinta tak bisa dipaksakan ataupun cinta tak dapat ditemukan alasannya? Seperti juga dengan dirimu”
“walaupun siwon sudah membuat hatimu sakit, membuat dirimu terbuang dan merendahkanmu, kau tetap saja mencintainya tanpa alasan yang tepat. Tapi itu juga adalah sebuah masalah, karena kau tak akan bisa melepaskan cinta itu dengan mudah. Kau akan terus terikat jika cinta itu masih ada”
“kau  harus berfikir dewasa nak untuk memilih cintamu” azuna terdiam cukup lama mendengar kata kata lembut yang keluar dari mulut eommanya. Benar benar kata yang bisa menenangkan azuna walaupun mungkin orang yang mendengarnya tak mengerti apa maksudnya.
“jadi aku harus bagaimana?” eomma azuna menagarahkan kepala anaknya kepundaknya dan mengelusnya lembut.
“kau pasti tau jawabannya” azuna perlahan sadar jawaban apa yang harus diambilnya. Mungkin jawaban ini akan membuat beberapa orang sakit hati mendengarnya.
---***---
Eunsoo menatap eunhyuk yang terlihat kacau di depannya. Tangannya yang besar beberapa kali meremas rambutnya karena strees dan melirik eunsoo dengan tatapan bersalah. Eunsoo sebenarnya tidak marah mendengar pengakuan eunhyuk tadi kepadanya, bahwa ia sangat mirip dengan mantannya. Bukannya apa, tapi ia tidak tau apa yang harus ia perbuat mendengar kata kata itu.
“euhm. Eunhyuk” eunhyuk mengangkat kepalanya menatap eunsoo dengan pandangan yang tak bisa ditafsirkan.
“jangan dipikirkan. Bukankah dia tak ada lagi disini” eunhyuk masih menatap eunsoo dengan tatapan yang sama. Eunsoo menelan ludahnya.kehabisan kata kata.
“apa kau masih mencintainya? Berharap ia kembali?” eunsoo dengan hati hati melihat wajah eunhyuk yang mulai berubah. Punggung eunhyuk berdiri tegak dengan tangan yang tergerak untuk memegang tangan eunsoo, tapi dengan cepat eunsoo menarik tangannya dan meletakannya di dada eunhyuk untuk menahannya eunhyuk untuk memeluknya. Eunhyuk sedikit terkejut dengan perlakuan eunsoo tapi ia mengerti kenapa eunsoo melakukannya.
“jika kubilang ia?” eunsoo hanya mengangkat bahunya tak tau. Ia tak tau apa yang akan diucapkan eunhyuk jika ia mengatakan ingin kembali ke kekasih lamanya. Ia takut—takut kehilangan mungkin?
“dulu ia. Aku benar – benar ingin mencarinya entah kemana walaupun ujung ujungnya aku tak akan pernah menemukannya. Aku sudah putus asa duluan.tapi—“ perkataan eunhyuk terdiam. Tangan tergerak mengelus rambut lebut eunsoo dan tersenyum dengan lembutnya. Membuat hati eunsoo berdetak lebih kencang dari pada biasanya.
“kurasa kau sudah menggantikannya” mata eunsoo membulat terkejut apa yang diucapkan eunhyuk sebentar ini. Ia menatap eunhyuk mencari kebohongan dari setiap katanya tadi, tapi itu semua adalah kebenaran.
“euhmm.. eunhyuk, kau mengharapkan apa?” eunhyuk hanya terdiam melihat eunsoo dan mengidikan bahunya. Eunsoo memejamkan matanya dan berfikir ‘ini ungkapan cinta eunhyuk bukan ya?aku benarkan?’
Chu~
Eunsoo membuka matanya terkejut apa yang dilakukan eunhyuk sebentar ini. Eunhyuk hanya tertawa melihat ekspresi eunsoo
“jadi gimana?hmm?”eunhyuk tersenyum sambil tersenyum lembut.
--***--
Sinar matahari sore yang sebelumnya bersinar mulai redup ditutupi awan,tapi aktifitas dibawahnya tetap berjalanlancar, merekatak menghiraukan apakah hujan akan turun atau tidak. Azuna berjalan dengan pelan menuju pinggiran sungai han. Kaki kecil sempat berhenti sesaat melihat sebuah tubuh yang tengah berbaring di rumput lalu kembali melangkah ketika ia mengetahui siapa orang itu.
“kau datang” ucap namja itu ketika azuna duduk disebelahnya.
‘apa eunsoo menyuruhku datang kesini karena dia?’ azuna hanya melirik sekilas namja kekar disebelahnya. Namja itu memberikan gelas berisi kopi panas untuknya.
“ku kira kau tak akan datang. Ternyata aku salah.hehehe” namja itu adalah siwon. Ia menyruh eunsoo untuk membujuk azuna ke sini, walaupun ia beranggapan yeoja ini tak akan mau datang karena alasan konyol.
“jadi, kenapa kau menyuruh eunsoo untuk membujukku kesini?” siwon menatap azuna sebentar lalu menengadah melihat langit yang mulai gelap. Sepertinya akan hujan
“kau tau, sebenarnya aku tak ingin berpisah denganmu” siwon menatap wajah datar azuna, tak bisa membaca atau mengerti apa maksud dari wajahnya itu.
“lalu?” sambung azuna
“ku ingin kita—bersama lagi?”siwon meremas gelas kopinya, takut untuk mendengar apa yang akan keluar dari mulut azuna.
“hmmm oppa, aku tak mengerti bagaimana jalan pikiranmu ini. Kau gila dan bodoh” siwon hanya mengangguk, meng-iyakan semua yang keluar dari mulut azuna. Ia sudah siap dengan apa yang akan diperbuat azuna kepada dirinya nanti.
“kau yang menyampakanku dengan alasan kau tak mencintaiku dan sekarang tiba-tiba kau datang dan minta kembali? Kau kira aku ini apa? Barang? Barangpun setelah dibeli dan sudah rusakpun tak bisa dikembalikan” wajah azuna memerah merendam amarahnya yang ia timbun bertahun tahun. Sedangkan siwon hanya menunduk mendengar semuanya dalam diam. Ia tak tau akan berbuat apa.
“aku menolaknya” ucap azuna tegas. Siwon menegakan kepalanya terkejut dan menatap azuna dengan mata membulatnya. Azuna hanya diam tanpa ekspresi. Tak bisa lagi mengeluarkan ekspresi karena sudah letih.
Angin bersemilir membuat bunyi-bunyi dari rerumputan yang meninggi. Orang-orang yang disekitar sungai han mulai sedikit karena hari yang mulai gelap dan juga hujan yang sudah menitik. Siwon dan azuna masih duduk bersebelahan dengan wajah masih saling pandang. Azuna tetap dengan ekspresi datarnya, sedangkan siwon hampir melepas tangisnya.perlahan tangan besar siwon meraih lengan azuna dan meremasnya.
“kenapa kau seperti ini? Kau tak tau bagaimana perasaanku?” siwon akhirnya menitikan air matanya. Azuna menggertakan giginya emosi.ingin dia menjambak siwon saat ini juga tapi ia menahannya.
“harusnya aku yang menanyakan itu padamu.KAU TAU BAGAIMANA PERASAANKU HA?!”teriak azuna lantang tepat diwajah siwon. Siwon sedikit terkejut melihat ekpresi azuna yang mengerikan. Belum pernah ia melihat ekspresi azuna yang seperti ini sebelumnya.
“kau mencampakanku ketika aku butuh seseorang disampigku dan sekarang kau kembali ketika aku hampir melupakanmu. Kau manusia atau apa?! Seharusnya kau memikirkan perasaanku.bukan hanya perasaanmu saja”
“aku kira kau masih mencintaiku” siwon menatap azuna dalam, tapi respon azuna hanya gelengan.
“oppa, aku mencintaimu,tapi itu dulu.dulu sebelum kau membuatku sakit oppa. Bukankah lebih baik oppa mencari pasangan yang sepadan dengan mu?” azuna mulai menunjukan rawut wajah sedih. Ia sedih melihat bagaimana dirinya yang sebenarnya masih mencintai namja yang ada didepannya ini. Siwon menggeleng menutup wajahnya menahan tangis.
“aku-aku tak bisa. Sulit rasanya” azuna tersenyum pahit mendengarnya.
“jangan egois! Kau sudah dewasa. Cari lah yg lain oppa. Aku tau mau lagi menjalani cinta seperti ini” azuna menengadah kesekian kalinya. Langit benar benar sudah gelap. Hujan perlahan semakin deras. Azuna mengeluarkan paying dari tasnya, bersiap untuk meninggalkan siwon.
“odiega?” siwon menahan tangan azuna yang bersiapmeninggalkannya sendiri
“pergi. Kan semuanya sudah selesai? Tak adayang perlu dibicarakan lagi? Aku harus belajar” azuna melepas tangan siwon. Pergi meninggalkan siwon sendirian di bawah derasnya hujan
--***--
Eunsoo menatap eunhyuk yang melahap masakannya dengan nikmat di hadapannya. Tanpa basabasi namja itu menhabiskan masakan eunsoo lalu tersenyum kearah eunsoo dan kembali makan. Kejadian malam tadi kembali tergiang di benak eunsoo. Ia belum menjawab apapun, tapi eunhyuk telah bersikap lembut kepadannya sehari itu. Menggelikan.
“kenapa kau terus makan dirumah ku? Bukannya kau ada rumah? Atau kau ini sebenarnya gembel?”eunhyuk hanya tersenyum lalu kembali makan.
“makanan dirumahku tak ada yang enak. Masakanmu yg paling enak didunia!” eunhyuk mengajukan jempolnya dan kembali makan tanpa peduli eunsoo yang ada didepannya.
“lalu kenapa kau tak tidur dirumahmu? Kenapa terus tidur disini?jika tetangga tau gimana?” eunhyuk mengakhiri makannya dengan meminum susu hangat yang hidangkan eunsoo dan ia menatap eunsoo dalam.
“dirumah aku merasa di neraka. Rumah besar tapi sunyi,tiap malam aku terus mendengar yang seharusnya tak perlu aku dengar, makan sendiri dimeja besar dan panjang dan gara gara itu aku kesepian”
“ditambah dirumah tak ada menyuruhku makan,memarahiku mengotori rumah, menanyakan ‘kau ingin makan apa sekarang?’ ‘bagaimana kuliahmu?’ ‘kau sakit?’, aku tak pernah mendengar itu dirumah. Aku seperti mayat berjalan di rumah” eunsoo sedikit bersalah menanyakan hal tersebut kepada eunhyuk,  tapi kelihatannya eunhyuk baik baik saja menceritakannya.
“sekarang aku mengerti kenapa kau suka sekali ke bar, main dengan yeoja-yeoja” eunsoo mengangguk dengan pemikirannya sendiri. Eunhyuk sedikit terganggu dengan kata kata eunsoo tadi.
“permisi. Aku tak pernah bermain dengan yeoja yeoja”eunhyuk menghentikan makanannya sejenak kemudian menatap eunsoo.
“aku hanya ke bar untuk minum dan bersenang senang dengan temanku.bukan dengan yeoja-yeoja murahan itu. Harga diriku rasanya telah rusak” eunhyuk tertawa pahit. Eunsoo pun juga bingung dengan perubahan eunhyuk.
“oke, maaf dengan kata-kata ku” eunsoo menyerahkan air yang disambut cepat oleh eunhyuk. Eunhyuk terdiam sejenak melihat kea rah eunsoo yang juga melihat kearahnya
“apakah kau mau kerumahku? Bertemu dengan orang tuaku?” ucap eunhyuk spontan yang membuat eunsoo terbelalak.
-to be continue-

You Might Also Like

0 komentar

Flickr Images