Title :Love Of Moment (Part 7)
Autor : Dhidiane
Genre : Frienship, Romance, family,
Rating : PG-15
Autor : Dhidiane
Genre : Frienship, Romance, family,
Rating : PG-15
Length : Chapter
Cast : Eunhyuk, Siwon, Kyuhyun, jung eunsoo (OC) , hachikawa azuna (OC)
Disclaimer : This is the original ff. Comes from my mind and imagination. If there is a similar plot was only fortuitous similarity.
hai hai semuanya*lambai tangan *lap ingus. akhirnya, selama ini perjuangan ku untuk meng-upload ff akhirnya terbayar.YEAY. soalnya tugas yang menumpuk menjadi halangan bagi ku *mewek bombai. ok capcus aja baca ff nya. happy reading~
---***---
Eunsoo merapikan meja kerjanya sebelum kembali
keapartemennya. Walaupun sebenarnya jam kerjanya sudah lewat 3 jam yang lalu,
ia masih betah mengerjakan pekerjaannya. Walaupun itu pekerjaan yang berat.
“hmmmm!” eunsoo merenggangkan badannya sejenak
lalu mengambil tas dan handpone yang ada di atas meja. Kaki rampingnya mulai melangkah ke lift yang
berada di ujung ruangan, memasuki lift ketika pintunya terbuka dan sampai di
lantai 1.Ia pun keluar dengan santai sambil menyandungkan lantunan lagu yang ia
sendiri tak tau apa itu. Semuanya lancar lancar saja. Belum ada kejadian yang
aneh. Masih belum.
Eunsoo mengeluarkan handphonenya dari sakunya.
Tapi naasnya, handphonenya terjatuh ke lantai membuat suara yang cukup berisik
karena keadaan sekitar yang sangat sunyi.
“kenapa aku sering ceroboh seperti ini?” rutuk
eunsoo.yeoja itu membungkuk mengambil
handphonenya. Saat tangannya hampir menyentuh handphonenya, sebuah tangan besar
menarik dan membungkam mulutnya. Badan mungil itu dibawa oleh tangan besar ke
sudut ruangan.
“nu-nuguya?” eunsoo akhirnya bisa melepaskan
bungkaman di mulutnya.
“kau harus menolongku” suara berat dari namja
yang di depan eunsoo membuat nya sedikit mengernyit ‘dia lagi?’
“kau harus mempertemukanku dengan azuna”
eunsoo terdiam sejenak lalu mendorong namja di depan menjauh darinya.
“kenapa tak kau sendiri menemuinya?” namja di
depannya menggeleng dan menampakan wajah putus asa ke arah eunsoo.
“tak bisa. Kau satu satu nya yang bisa
mempertemukanku dengan azuna” eunsoo menatap namja itu cukup lama.
“sepertinya aku tak bisa. Karena aku tak
mengenalmu dan juga aku belum tau apa hubunganmu dengan sahabatku” Eunsoo menatap tajam namja didepannya walaupun wajah namja itu tidak jelas terlihat karena ruangan yang cukup gelap. namja itu
meletakkan tangannya ke dinding dan itu membuat eunsoo terjebak di depannya.
“kau harus menolongku atau kau aku pecat. Kau
taukan aku ini siapa” namja itu terkekeh kecil membuat eunsoo merinding
mendengarnya. ‘namja iblis’.
---***---
Eunsoo menatap bangunan megah di depannya.
Dengan di kelilingi oleh pepohonan dan bunga bunga yang indah, bangunan indah
itu seketika seperti istana boneka . eunsoo menatap sepatu kets biru tua
lusuhnya dan kembali menatap bangunan seperti istana tersebut. Ia memberanikan
memencet bel yang berada di samping pagar tinggi itu.
“ne?
Siapa disana?” sebuah suara berat terdengar dari speaker yang terpasang di
samping bel tersebut. Eunsoo menarik nafasnya dalam sebelum ia menyebutkan
namanya.
“eunsoo. Temannya azuna” eunsoo mengigit
bibirnya keras. Berharap azuna ada di rumahnya.
“oh,
nona eunsoo? Chakaman” terdengar suara percakapan di balik speaker itu dan
kemudian pagar itu terbuka. Eunsoo mengintip melalui pagar tersebut. Jalan
setapak yang langsung mengarah ke pintu utama sudah ada yang menginjaknya.
Seorang yeoja paruh baya yang berparas cantik tersenyum ke arahnya.
“eunsoo-ya. Sudah lama kita tak bertemu” eunsoo
yang mengernyit melihat siapa yeoja paruh baya tersebut (karena mungkin sudah
tak ingat wajah tersebut) akhirnya tersenyum lega
“ajumma” eunsoo memeluk yeoja paruh baya
tersebut dengan hangat. Ia terkekeh pelan ketika yeoja itu memukul lembut
bahunya.
“kau sudah tak ingat dengan ku? Kau kejam
sekali” yeoja paruh baya itu tertawa yang juga dibalas tawa ringan dari eunsoo.
Kedua yeoja itu akhirnya berjalan memasuki rumah mewah tersebut. Rumah dari
pemilik eomma azuna. Yeoja paruh baya tadi.
“apa gerangan kau datang kemari eunsoo?”
eunsoo sudah ada di ruang tamu yang besar (mungkin besar dari apartemen
kecilnya) tersebut. Iya mengucapkan terima kasih ketika seorang pembantu
meletakan teh hangat di depannya.
“aku ingin bertemu dengan azuna, ajumma”
ajumma itu mengangguk lalu menyuruh seorang pembantu memanggil azuna.selagi
menunggu azuna datang, mereka berdua bercakap cakap ringan, seperti keadaan mereka, apa yang
mereka kerjakan selama ini dan banyak hal yang tak bisa mereka bicarakan,
karena azuna sudah datang menemui eunsoo.
“bworago?” azuna langsung bertanya ketika
eunsoo menatap azuna kaget (karena kedatangannya yang tidak dirasakan)
“aku ingin membicarakan sesuatu, hehe” azuna
terdiam sejenak lalu mengangguk.mengisyaratkan eunsoo mengikutinya. Eunsoo pamit
ke ajumma lalu mengikuti azuna memasuki kamarnya. Ketika dalam perjalanan
menuju kamar, ia melihat seorang namja ia pernah ia temui.tapi entah dimana ia
menemuinya.
---***---
Kyuhyun menatap layar handphonenya kesal.
Disana tertera nama siwon. Sahabatnya. Ingin ia melempar handphone mewah itu ke
dinding, tapi ia harus menahannya karena ia sekarang ada dirumah azuna. Rumah
calon kekasihnya.
Kyuhyun baru saja ditelpon oleh siwon. Ia
mengatakan bahwa ia akan merebut kembali azuna yang dulu adalah mantan kekasihnya.
Ia meminta kyuhyun supaya menjauh dari azuna, karena ia ingin jalan untuk
merebut azuna kembali lebih murah. Mendengar hal tersebut membuat telinga dan
juga hati kyuhyun panas. Ia segera mematikan panggilan tersebut dan bersandar
ke dinding. Ia berasa di neraka sekarang. Benar benar panas. Ingin ia merusak
semua barang yang ada disampingnya untuk meredakan panas yang begitu dahsyat
itu. Tapi ia terus mencoba menahannya.
Kyuhyun meremas rambutnya dan menoleh ke
lorong menuju kamar azuna. Disana ia melihat eunsoo tengah menatapnya sebentar
lalu berjalan mengikuti azuna didepannya.
“temannya azuna” bisik kyuhyun pelan. Sebuah
ide terlintas di benaknya, ia langkahkan kaki panjang menuju eunsoo, tapi
sayangnya eunsoo sudah memasuki kamar azuna. Tak mungkin kyuhyun memasuki kamar
tersebut. Kyuhyun hanya membalikan badannya dan keluar menuju tempat
favoritenya yaitu bar.
---***---
Eunsoo menatap azuna yang tengah melahap
keripik di depannya. Azuna terus menatap eunsoo yang terusan menggaruk jari
jarinya. Sudah hampir setengah jam eunsoo seperti itu. Itu benar benar membuat
azuna resah.
“apa yang ingin kau bicarakan? Cepatlah,
tugasku belum siap” azuna mendesak eunsoo. Yeoja berambut sebahu tersebut
mendesah panjang dan menatap azuna memohon.
“bisakah besok
kau pergi ke tepi sungai han?” eunsoo kembali meremas tangannya gugup.
Azuna yang melihatnya menjadi curiga.
“waeo? Kenapa aku harus kesana?” azuna melepas kacamat yang bertengger di
hidungnya. Eunsoo berfikir sejenak untuk mencari alasan yang tepat.
“ada yang ingin kuperlihatkan kepadamu disana
nanti. Jebal~ ini benar benar mendesak” azuna sejenak berfikir lalu menatap
eunsoo yang memohon kepadanya.
“walaupun aku sedikit curiga tapi tak apa lah.
Aku kesana besok jam 11”eunsoo mengangguk dan segera pamit, sebelum azuna
menanyakan yang tidak tidak kepadanyanya nanti.
“bwo?” azuna mengangkat panggilan dari
kyuhyun. Ia terdengar mabuk ketika mengucapkan nama azuna.
“bwoya? Kenapa kau bisa mabuk?” kyuhyun
sesekali cecegukan dan tertawa disela sela pembicaraannya dengan azuna.
“ya! Kau harus tetap disana. Biar kujemput”
azun segera memakai jaket dan sepatunya, berlari keluar kamar sambil meneriaki
nama sopirnya.
“ne nona” azuna segera menyebutkan nama sebuah
tempat dan menyuruh sopirnya untuk segera mengantarnya kesana
--***--
Kyuhyun kembali meneguk vodkanya yang kesekian
kali. Nampak disampingnya berjejer botol kosong yang pastinya cairannya sudah
memasuki perut kyuhyun-yang membuatnya mabuk-. Kyuhyun terus menceracau tak
jelas ke gelasnya dan kembali meminum cairan itu, menuangnya,meminumnya dan
terus begitu sampai azuna memasuki bar bising itu dengan mudah.
“ya oppa, bangun”azuna mengguncang kyuhyun
yang terkapar di meja bar. Ketika mendengar suara azuna, kyuhyun segera
mengangkat kepalanya dan tertawa melihat wajah yang ada di depannya.
“coba lihat siapa yang –ngk- ada
didepanku,hehehe” kyuhyun memegang wajah azuna lembut lalu kembali terkapar di
atas meja.
“ya! Bangun cepat” azuna melihat botol botol
yang ada di sampingnya terkejut lalu mengangkat badan kyuhyun dengan omelan
omelan yang tak terdengar.
“shhhh, dengarkan –ngk-aku” kyuhyun memegang
bahu azuna tiba tiba. Ia kembali cegukan lalu mulai mengelus wajah kecil
azuna. Azuna yang mendapatkan perilakuan
seperti itu Cuma bbisa diam dan menatap wajah kyuhyun yang sayu dan basah
–karena menangis-.
“kau itu hanya milikku satu satunya. Tak ada
yang bisa merebutmu dari ku. Kau harus ingat itu” azuna mengernyit tak mengerti
“oppa, kita pulang sekarang hmm~” azuna
membujuk kyuhyun untuk berdiri tapi sia sia, kyuhyun menekannya untuk duduk
kembali.
“aku belum selesai!” teriak kyuhyun membuat
azuna dan beberapa org disekitarnya terdiam sejenak.
“kau tau, aku sudah lama mencintaimu. Sejak
aku masih belum menginjakan kaki di korea. Aku sudah mencintaimu ketika appaku
mencerikan mu kepadaku” azuna terdiam. Menyimak setiap kata yang keluar dari
mulut kyuhyun.
“aku selalu memujamu melalaui foto yang
diberikan appa. Kau benar benar cantik seperti malaikat. Aku benar benar ingin
memilikimu sejak saat itu, tapi bodohnya aku mengatakan hal itu kepada sahabat
karibku” kyuhyun meneguk vodkanya yang terisi kembali dan kembali menatap azuna
di depannya.
“siwon. Mantan pacarmu itu adalah sahabatku
sejak aku diluar negeri. Semua yang kurasakan tentangmu aku ceritakan kedia.
Aku mencintaimu, ingin memilikimu, ingin segera pulang kekorea walaupun belum
bisa, semuanya kuceritakan ke siwon brengsek itu. Tapi apa yang di balasnya
kepada sahabatnya ini?! Apa?!” kyuhyun memukul dadanya cukup keras membuat
azuna ngeri melihatnya –walaupun ia tak sanggup menghentikan tangan itu untuk
terus memukul-.
“tak lama kemudian ia pulang dan diam diam
menjadikanmu yeojachingu nya. Kau tau bagaimana rasanya ha?! Sakit, ingin
sekali aku memukulnya segera ketika mengetahuinya” air mata kyuhyun berlinang mengingat
masa masa itu. Azuna yang melihat kyuhyun menangis ikut menangis juga, berasa
sakit yang dirasakan kyuhyun sekarang ditransfer ke dirinya.
“ia dengan santai meng-upload fotonya dengan
mu di sns tanpa ia taui, aku diluar negeri sana menahan sakit hati yang
mendalam melihatnya. Dan sekarang apa yang dibuatnya kepadamu. Ia mencampakan
mu!” kyuhyun kembali menangis, tak tahan melihat azuna yang ada didepannya
tersiksa oleh rasa sakitnya(kyuhyun) dan rasa sakitnya sendiri.
“sudah oppa, ayo kita pulang” azuna menghapus
air matanya dan memegang lengan kyuhyun. Tapi kyuhyun menyingkirkan tangan
mungil itu dan kembali bercerita.
“ia tanpa dosa mencampakan orang yang kucintai
dengan mudahnya.seharusnya ia sebagai sahabat lamaku ia harus menjaga orang
yang dicintai sahabatnya bukan? Tapi ini yang dibuatnya” kyuhyun memegang pipi
azuna meredakan tangis azuna yang terisak isak.
“mianhe” kyuhyun kembali memium vodkanya
beberapa kali. Air matanya tetap mengalir walaupun tanpa ada suara yang
terdengar dari bibir kyuhyun.
“sekarang ia ingin merebutmu lagi dari aku.
Katanya kamu ini apa? Ia Tak bisa melakukan itu kepada kamu dan semua wanita
disini” mata azuna membulat,terkejut apa yang diucapkan kyuhyun. Siwon ingin
merebutnya yang berarti ingin menjadikannya yeojachingu? Apa maksudnya
sebenarnya?
“tapi aku tak membiarkannya. Aku akan –ngk-
menjagamu” kyuhyun ambruk untuk terakhir kalinya. Azuna menelan air ludahnya
susah payah. Ia masih bingung. Apa rencana siwon sekarang ini? Ia tak mengerti.
--***--
Eunhyuk menguap dengan lebar ketika menatap
ibu-ibu yang tengah mengambil barang yang tak sampai dengan tangannya. Sesekali
eunhyuk menatap jejeran rak makanan dan barang barang lainnya di dalam
minimarket tersebut. Ia kembali menatap ibu-ibu yang masih berusaha mengambil
barang tersebut.eunhyuk kembali menguap dan menatap jam tangannya.
“aishh, kenapa lama betul?!” teriak eunhyuk
masih tetap menatap jam tangannya. Ibu-ibu itu terkejut –dan hampir terjatuh-
mendengar teriakan eunhyuk. Eunhyuk menoleh menatap eunsoo yang tengah melayani
pelanngan di meja kasir. Malam yang panas ini banyak pembeli keluar untuk
membeli makanan, salah satunya es. Eunsoo tak mendengarkan eunhyuk yang masih
menggerutu di ujung minimarket tersebut,ia masih sibuk mengurus pelanggan yang
masih banyak.
“kamsahamnida~” ucap eunsoo dengan riangnya.
Eunsoo berjalan dengan cepat ke arah eunyuk dan sebelumnya ia menolong ibu-ibu
yang masih belum bisa menjangkau barang yang diinginkannya.
“kenapa kau masih disini?!” eunsoo memukul
eunhyuk keras di bagian kepalanya
membuat eunhyuk meringin kesakitan.
“aku lapar!lapar!” teriak eunhyuk ditelinga
eunsoo yang membuat eunsoo kembali memukul kepalanya kesal
“kau tau aku masih belum selesai kerja” eunsoo
menatap eunhyuk kesal dan berjalan kekasir karena ada beberapa pelanggan yang
mengantri.
“tapi kau seharusnya sudah pulang sejam yang
lalu” rengek eunhyuk mengikuti eunsoo ke meja kasir
“kau tau, Cuma aku yang bisa menggantikan han
sunbe. Selebihnya mereka sibuk. Itupun aku juag mendapatkan uang tambahan”
cengir eunsoo mengingat uang yang akan diterimanya akhir minggu anti. Eunhyuk
hanya bisa diam dan berdiri di belakang eunsoo yang mulai bekerja lagi.
“tapi kau sudah janji ingi membuatkanku
makanan minggu lalu” eunhyuk mengambil kursi dan duduk di sebelah eunsoo yang
tak mendengarkannya.
“aigoo, apakah ini namjachingumu?” seorang
ajumma tersenyum melihat eunhyuk yang cemberut di kursinya.
“ani—“
“ne ajumma” potonng eunhyuk cepat sebelum
eunsoo menyelesaikan kata katanya. Eunhyuk menatap jahil eunsoo yang menatapnya
jengkel.
“kau beruntung agasi. Dia pria yang tampan”
ajumma itu tertawa bersama eunhyuk. Eunsoo hanya tertawa sekali dan kembali
menyelesaikan tugasnya.
“kau harus baik kepada yeojachingumu” eunyuk
menjawabnya dengan riang dan kembali tertawa ketika ajumma tersebut sudah
keluar.
Pak!
“ya! Kenapa kau terus memukul kepalaku?!”
eunhyuk bangkit dari kursinya dan menatap eunsoo yang sudah mulai beres beres
untuk meuutp toko.
“kapan aku jadi yeojachingumu ha?!” eunsoo
berteriak tak kalah keras dari eunhyuk. Ia mengumpat kesal sembari menutup
toko. Eunhyuk terkekeh geli dan berjalan menghampiri eunsoo.
“ya. Bukankah kau ingin menjadi yeojach—“
“sireo!” ucap eunsoo memotong perkataan
eunhyuk yang belum selesai. Ia kembali melangkah mengambil sampah yang harus
dibuangnya.
“kenapa tidak? Bukankah aku ini tampan, kaya
dan pintar? Ani, aku tidak begitu pintar” azuna menatap eunhyuk yang masih
mengekornya. Ia menatap eunhyuk sesaat lalu mendesah lelah.
“kau seharusnya sadar dengan dirimu. Kau itu
tidak ganteng, gembel dan manja. Siapa juga yang ingin bersamamu” eunsoo masuk
kedalam toko,mengambil barang barangnya dan menguci toko.
“kenapa kau bilang aku gembel?” ucap eunhyuk
tak terima.eunsoo menatapnya dari atas sampai kebawah lalu mengernyit tanda ada
yang salah pada dirinya.
“kau sudah memakai sweter abu- abu itu sejak
kemaren dan juga—“ eunsoo mengendus eunhyuk yang membuat eunhyuk mundur
“kau belum mandi” eunsoo menggeleng tak
percaya lalu melangkah ke mobil eunhyuk yang terparkir di depan minimarket.
“tapi kau selalu kerumahmu dengan mobilku ini”
eunyuk membukakan pintu untuk eunsoo lalu iya masuk ke pintu sebelahnya.
“itu impaskan. kau bawaaku kerumahku dan aku
memasak untukmu” eunhyuk hanya diam dan melajukan mobilnya ke rumah eunsoo.
---***---
Eunhyuk melirik eunsoo yang tengah memasak di
dapur. Melihat gerak gerik eunsoo sudah menjadi candu bagi eunhyuk. Eunsoo
mengelap peluh yang menetes di pelipisnya dengan lengan bajunya membuat eunhyuk
menelan ludahnya dengan susah. Eunhyuk mulai melangkah kedapur,menghampiri
eunsoo dan dengan reflek ia memeluk eunsoo dari belakang. Eunsoo mematung,
terkejut dengan perilaku eunhyuk.
“kau seperti karin” bisik eunhyuk di
telinganya eunsoo. Eunsoo mencoba menoleh kearah eunhyuk tapi tangan besar itu
menahan gerakan eunsoo.
“e-eunhyuk.a-apa yang kau lakukan?” eunsoo
tambah mematung ketika tangan eunhyuk menyentuh tangan eunsoo dan
mengenggamnya.
“kumohon, jangan menjauh dariku” eunhyuk
terisak di belakang eunsoo. Eunsoo hanya tetap diposisinya. Tak berani melihat
eunhyuk sekarang ini
‘ada apa dengan namja ini?’ batin eunsoo
--to be
continue-

Tidak ada komentar:
Posting Komentar