Pages

Jumat, 04 September 2015

FF Super Junior – Love of Moment (Part 6)





Title            :Love Of Moment (Part 6)
Autor          : Dhidiane
Genre         : Frienship, Romance, family,
Rating         : PG-15
Length        : Chapter 
Cast           : Eunhyuk, Siwon, Kyuhyun, jung eunsoo (OC) , hachikawa azuna (OC)
Disclaimer  : This is the original ff. Comes from my mind and imagination. If there is a similar plot was only fortuitous similarity.






-Flashback-
Dulu eunhyuk adalah orang  yang baik, murah senyum dan baik hati. Jarang atau bisa dibilang tak pernah sekalipun ia melakukan kejahatan atau perbuatan yang tak terpuji –seperti mabuk mabukan-. Tapi ketika eommanya menikah lagi dengan seorang bajingan yang menguasai harta keluarganya,sering melakukan kekerasan terhadap eommanya, ia berusaha menolong eommanya, tapi kata kata yang keluar dari bibir eommanya membuatnya ingin meninggalkan dunianya segera.
“kau hanya anak kecil sialan yang tak tau apa itu cinta. Jika disana ada uang dan ‘permainan yang bagus’ itu yang namanya cinta. Urusi sendiri dirimu” eunhyuk berusaha tak mengingat atau mentelaah maksud kata kata itu. Tapi ketika perceraian ibunya dengan bajingan itu dan ibunya kembali menikah dengan bajingan lainnya, membutanya tambah frustasi. Tiap hari perkataan kotor, desahan entah dimana mana, perabotan rusak, teriakan, suara pukulan dan kata kata tentang dirinya membuatnya frustasi. Ia mulai mencoba memasuki dunia kelam,dimana hanya ada kesenangan dan alkohol. Dunia eunhyuk benar benar berubah dari sebelumnya, dan akhirnya ia menemukan seseorang yang dapat merubah hidupnya kembali. Walaupun hanya sebentar.
-flashend-
­--***--
“apakah harus sebanyak ini?” eunhyuk membawa beberapa tumpukan kertas yang menggunung kemeja kerja eunsoo. eunsoo hanya mengangguk karena permen yang dihisapnya membuatnya sulit berbicara.
“disini” eunsoo akhirnya bisa melepaskan permen tersebut ketika ia meletakkan tumpukan kertas di atas mejanya. Eunhyuk segera menghempaskan tumpukan kertas itu hingga menimbulkan suara yang cukup besar –membuat beberapa karyawan menatap mereka-
“gomawo.aku akan mentraktirmu nanti” eunsoo mengambil tas tangannya dan berjalan keluar dari kantor dengan diikuti eunhyuk dibelakang.
“sekarang kita kemana?” tanya eunhyuk ketika mereka menunggu lift agar membukakan pintunya.
“kau mau kemana?” eunsoo menanya balik ke eunhyuk yang memandanganya melalui pantulan pintu lift.
“jika kau pergi kemanapun, aku ikut. Aku bosan jika sendiri” ujar eunhyuk jujur membuat eunsoo mengernyit bingung ‘tumben anak satu ini berkata seperti itu’
“terserah kau saja, aku hanya menumpang di mobilmu” pintu lift terbuka menampakan sesosok namja berbadan kekar tengah menyandar ke dinding lift. Eunsoo melangkah masuk ke lift setelah eunhyuk memasuki lift itu tersebut. namja berbadan kekar tersebut memakai pakaian serba hitam dengan anak anak rambutnya yang pendek menutupi sebagian wajahnya.
“sepertinya aku mengenalnya” gumam eunsoo ketika namja kekar itu meliriknya cukup lama.
“bwo? kau mengatakan sesuatu?” eunhyuk merendahkan badannya supaya ia dapat mendengar suara eunsoo lebih jelas. Karena hal itu eunsoo menjadi kaku karena jarah wajahnya dan eunhyuk cukup dekat dan juga mata dan bibir itu seolah menghinoptis eunsoo agar menatap mereka terus.
“bwoya” eunhyuk segera menjauh ketika eunsoo mendorong badan eunhyuk untuk menjauh. Eunsoo memerah jika mengingatnya lagi bibir itu. bibir itu! ya ampun ada apa dengannya.
“sikapmu aneh” eunsoo menatap eunhyuk yang tengah memperhatikannya dengan seksama.sesekali eunhyuk menyipitkan matanya dan membuang wajahnya kearah lain.
‘shhh,apa yang kupikirkan’ rutuk eunsoo.
Lift tiba tiba berhenti dan membukakan pintunya. Namja kekar tadi melangkah keluar diikuti dengan ekor mata eunsoo yang penuh dengan penasaran.
“kenapa dia kesini?” gumam eunsoo tak jelas. Eunhyuk yang melihat eunsoo mengikui arah pandang eunsoo dan kembali menatap nya.
“waeo?” eunhyuk mendekati eunsoo –cukup dekat- yang memegang dagunya dengan pikirannya yang berputar putar.
“sudah 3kali aku melihat namja itu. Apa maunya” eunhyuk terdiam sesaat untuk mencerna kata kata eunsoo tadi. Waluapun kata kata itu sebenarnya tidak berat dan mudah mengerti, tapi mungkin karena aroma rambut eunsoo yang menguar dan tercium oleh penciuman eunhyuk,otak namja itu seperti terhenti dan dipenuhi oleh nama eunsoo.
“ne? Apa masalahnya?” eunhyuk segera tersadar dari buaian aroma yang memabukannya. Eunsoo menoleh kearah eunhyuk dengan tatapan kau-ini-sebenarnya-siapa?
“oppa macam apa kau ini” eunsoo segera melangkah keluar ketika pintu lift sudah terbuka diikuti oleh eunhyuk dibelakangnya.
“wae? Apa salahku” dengan tampang polos eunhyuk menyamakan langkahnya dengan eunsoo –supaya bisa melihat wajah itu- . sedangkan eunsoo frustasai mendengar pertanyaan pertanyaan bodoh yang dilanturkan eunhyuk.
“kau tidak tau namja itu siapa?” eunhyuk menggeleng membuat eunsoo mendengus kesal. Eunhyuk mempercepat gerak kakinya menuju mobil mewah eunhyuk yang bertengger di parkiran.
“apakah ada sangkutannya denganku?” eunhyuk membukakan pintu mobil untuk eunsoo lalu berjalan memasuki pintu lain menuju tempat duduk mengemudi.
“ia mantan azuna” jawab eunsoo santai dan ‘tenang’. Eunhyuk yang belum meletakkan pantatnya dengan sempurna di bangku segera mengarahkan kepalanya kearah eunsoo –terkejut-. Eunhyuk sesekali mengerjap lalu memposisikan badannya di belakang kemudi.
“aku tidak tau bahwa azuna memiliki pacar sebelumnya. Yang ku tau kyuhyun yang terus mengerjarnya semenjak sma” eunhyuk mencoba mengingat siapa saja laki laki yang mendekati sepupunya itu.
“ternyata kau juga tidak tau. Aku juga baru tau dari eommanya azuna, itu membuatku shok” eunsoo menatap eunhyuk dengan anggukan kecil, mengisyaratkan eunyuk untuk menjalankan mobilnya
“kurasa aku harus bertanya dengan kura kura itu”
---***---
Siwon melangkah masuk ke sebuah ruangan yang terpencil dari ruangan lainnya. Kaki panjangnya berhenti tepat di depan sebuah meja dengan tumpukan kertas diatasnya. Seorang namja di balik meja itu mengisyaratkan siwon untuk duduk di sofa karna ia tengah berbicara dengan seseorang dari handphone mewahnya. Siwon yang sedikit emosi hanya menuruti dan menghempaskan badannya ke sofa yang empuk tersebut. namja yang tengah berbicara lewat handphonenya melangkah menuju sofa di depan siwon lalu mengakhiri panggilannya.
“kenapa kau memulangkan eommaku?”namja itu menoleh sejenak ke siwon lalu tersenyum tipis
“bukankah perawatan eomma masih berlangsung di amerika.apa kau sengaja mengehentikan perawatan eomma?” namja itu menyatukan tangannya yang besar lalu meletakan nya diatas pahanya dengan tenang.
“dengar, tak ada maksud apapun aku memulangkan eommamu. Dia menginginkannya dan perawatannya akan berlangsung disini”namja itu menatap siwon heran dan bingung Karena namja didepannya ini terus marah jika bertemu dengan dirinya.
“itu alasanmu saja. Setelah kau mengacaukan kehidupanku dengan azuna, memindahkanku kesini,aku menurut saja hanya untuk memuaskan hatimu,sekarang kehidupan eommaku kau usik” mata siwon memerah karena emosi yang meluap. tangannya terkepal kuat di atas meja. Namja separuh baya didepan siwon mendesah berat melihat kelakuan siwon.
“aku ini appamu-“
“appaku sudah lama meninggal. Kau hanya seseorang yang datang ke kehidupan kami hanya untuk menguasai harta kami!”siwon berdiri lalu berjalan menuju pintu. Tiba tiba saja siwon berbalik lalu menatap namja yang sedang menatap lurus kedepan dengan tatapan kosong.
“jangan ganggu aku lagi” siwon berbalik lalu sebuah kata kata terluncur dari bibir namja yang duduk disofa.
“apa kau lupa apa tujuanmu kesini? Apa kau ingin melihat orang yang kau cintai dan berharga – oh,maksudku azuna menghilang dari kehidupanmu?” siwon menunduk. Tangannya kembali terkepal kuat.dengan cepat siwon meraih ganggang pintu lalu secepat mungkin keluar dari ruangan tersebut. sedangkan namja yang menyebut dirinya sebagai appa siwon hanya menatap pintu yang tertutup dengan hampa.
“apa yang harus kulakukan hyung? ini terlalu berat” namja itu mengurut dahinya karena kepalanya berdenyut keras. Melihat kelakuan siwon tadi membuatnya ingin segera keluar dari kehidupan ini,tapi apa daya, janjinya pada appa siwon terdahulu belum juga terpenuhi sampai sekarang.

---***---
-Flashback-
Siwon tersenyum riang dan sesekali bersiul tanda ia sedang gembira. Bagaimana tidak, ia baru saja berkencan dengan azuna dan ia mendapatkan kecupan dipipinya. Perbuatan itu benar benar langka didapatkan siwon. Ia melangkah melalui koridor rumah sakit yang cukup ramai dengan langkah yang ringan.ditangannya terdapat plastik putih berisi kimbab untuk appanya nanti. Siwon berhenti ketika ia telah berada di depan sebuah pintu putih yang sedikit terbuka. Tanpa aba aba siwon langsung memasuki ruangan itu dan melihat appanya yang tengah berbicara dengan seorang pria yang memunggunginya. Sadar akan kehadiran siwon, appa siwon memberi kode ke pada orang didepannya untuk pulang.siwon hanya diam ditempatnya sambil mengamati orang tersebut yang melaluinya lalu keluar dari ruangan tersebut. siwon segera berjalan menuju ranjang appanya.
“bukankah tuan kim itu saingan appa? kenapa ia sering kesini?” siwon menyerahkan plastik tadi kepada appanya yang langsung diterima oleh appanya dengan antusias.
“anio.kau akan mengerti besok”appa siwon segera melahap kimbab tanpa ampun. Siwon sedikit merenung mendengar dan melihat ekspresi tuan kim tadi.ekspresinya seperti aku-tak-ingin-hidup-didunia-ini-lagi. Lalu siwon juga sedikit mendengar percakapan appanya tadi.
‘perusahaan? Tolong? Uang? Apa maksudnya?’ siwon memegang dahunya bingung dengan matanya berputar mengelilingi ruangan yang tak besar itu hingga akhirnya pandangannya berhenti kepada appanya yang masih lahap memakan kimbab yang dimakannya.
“ya appa! Kenapa sebanyak itu kau makan?” siwon segera mengambil kimbab yang ada ditangan appanya dan plastik dipangkuan appanya. Appanya hanya tertawa seperti tak ada masalah.
“dimana kau membelinya? Ini lebih enak dari yang kemarin” appanya mengambil air minum lalu meneguknya sampai habis.
“bagaimana dengan lambungmu? Apa kata dokter?”appanya tersenyum lalu menepuk pelan kepala siwon lembut.
“gwencana. Aku akan segera sembuh” appanya tersenyum membuat siwon juga ikut tersenyum lalu memegang tangan appanya supaya berhenti menepuk kepalanya.
‘bohong’ batin appanya ‘aku bukannya apa apa,aku berbohong lagi’ batin appanya.walaupun batinnya mengatakan seperti itu,tapi rawut wajahnya berkata lain.senyumannya masih bertengger diwajahnya.
Sejak hari itu tuan kim lebih sering datang kerumah sakit untuk bertemu dengan appa siwon dan siwon juga sering mencuri percakapan mereka berdua walaupun yang didengarnya samar samar. Yang sering siwon dengar yaitu uang,perusahaan, merebut dan nama eommanya.siwon memang belum mengerti apa maksudnya hingga akhirnya appanya meninggal karena kanker lambung yang tidak bisa diobati lagi,lalu tiba tiba tuan kim yang dia kenal sebagai saingan berat appanya menjadi appa tirinya dan terus mengusik kehidupannya tanpa ampun.
-Flash end-
---***---
Eunhyuk dan eunsoo berjalan memasuki cafe tempat eunsoo bekerja. Mereka berpisah ketika eunhyuk menemukan yeoja mungil yang duduk di pojok cafe dengan buku buku yang ia baca.eunhyuk segera melangkahkan kakinya kearah yeoja itu tanpa berpamitan dengan eunsoo. sedangkan eunsoo hanya menatap eunhyuk datar lalu memasuki ruangan karyawan untuk memulai pekerjaannya.
“ya! Azuna!”eunhyuk sedikit berteriak ketika melihat azuna telah ada di depannya. Azuna berdecak kesal lalu menatap namja tinggi dengan memakai sweater biru tua didepannya dengan sinis.
“bwo?!” ucap azuna ketus. Eunhyuk menarik kursi yang ada didepan eunsoo lalu duduk diatasnya layaknya seorang polisi yang akan mengorek masalah penjahat.
“kau pacaran dengan siwon ha!?”azuna seketika membeku mendengar nama itu keluar dari mulut eunhyuk.
“sial,dari mana ia tau?” azuna menoleh ke sisilain untuk menghindari tatapan eunhyuk. Eunhyuk menjentikkan jarinya merasa dirinya betul.
“kau taukan siwon itu musuh dari harabeoji. Kenapa kau memacarinya” eunhyuk memelankan suaranya -takut terdengar orang lain-. Azuna mendelik kearah eunhyuk dan membuka kacamatanya dengan sedikit kasar.
“itu hanya masa lalu oppa dan kenapa baru sekarang kau bertanya padaku?”
“karena aku baru tau” eunhyuk meminum kopi didepannya dan hanya dibalas tatapan jengkel dari azuna.
“bisakah kau menceritakannya padaku?” eunhyuk menopang dagunya sambil menatap azuna yang hanya diam.
“jika kau memaksa oppa”
-Flashback-
Azuna yeoja ceria dan penuh semangat.karena sifatnya itu banyak namja yang mengincarnya tapi siwon –namjachingu nya- sudah memilikinya. Hampir tiap hari mereka menghabiskan waktu bersama. Walaupun umur mereka bisa dibilang cukup jauh, tapi mereka layaknya seperti kekasih pada umumnya. Sangat mesra dan berasa dunia ini hanya milik mereka berdua.
Tapi kebahagian itu hanya berjalan selama 2 tahun. Abeoji nya mendengar bahwa azuna pacaran dengan anak CEO yang menjadi musuh perusahaannya. Ia menyuruh azuna untuk meninggalkan pria dicintainya tapi azuna berkata lain. Ia rela meninggalkan rumah bak istana mewahnya beserta isinya lalu pergi menuju tempat siwon tinggal. Ia tinggal disana lebih dari seminggu. Ia tak peduli dengan berita dirinya yang ada dimana mana.begitu juga dengan siwon, ia tak begitu memusingkan berita itu juga dengan azuna yang nyaman tinggal diapartemennya.
Lalu seminggu kemudian semua berubah –atau bisa dibilang terbalik-. Siwon jarang pulang ke apartemen, orang orang abeojinya mengetahui tempat dirinya tinggal saat itu dan juga eommanya di jepang pulang ke korea untuk mencarinya. Sebenarnya bukan itu yang membuatnya bingung dan sedih.
Siwon
Benar. namja itu yang dulunya setia berada disamping azuna, selalu sabar dan tersenyum sekarang namja itu tidak ada. Bukan wujudnya yang menghilang,tapi kepribadian dan sifat yang membuat azuna merindukannya. Siwon berubah menjadi dingin dan pendiam. Ia jarang pulang keapartemen dan tak lagi memperhatikan azuna. Siwon sibuk dengan dirinya sendiri dan juga pernikahan eommanya yang kedua kalinya. Akhirnya azuna mengalah dengan keadaan, ia kembali kerumahnya yang disambut dengan tangisan penuh rindu oleh eommanya.
Sejak kembali kerumahnya ia tak lagi pernah melihat siwon –kecuali di berita berita-. Azuna sekarang lebih banyak diam dan merenung. Ia lebih banyak memikirkan siwon. seperti ‘dimana siwon sekarang?’ ‘apa yang ia lakukan?’ ‘apakah ia benar benar melupakan ku?’ dan pertanyaan lain yang memenuhi benak azuna. Hingga suatu saat kyuhyun datang ke kehidupannya. Kyuhyun lebih banyak menemani dan menghabiskan waktu dengan azuna. Kyuhyun adalah anak rekan dari appa azuna dan kyuhyun juga baru pulang dari amerika –menghabiskan waktunya disana dengan berkas berkas konyol-. Sejak saat itu azuna sudah tak terlihat murung ataupun termenung. azuna sudah beranjak menjadi azuna yang sebelumnya. Walaupun begitu, namja yang bernama siwon masih mengusik pikirannya.
Akhirnya ketika ia baru pulang sekolah, hari terakhirnya berada di sma, sebuah mobil mewah terparkir dengan gagah di depan gerbang sekolah azuna. Mobil itu menarik perhatian setiap orang yang melewatinya -termasuk azuna-. Azuna mendekati mobil itu dan terkejut melihat siapa pemilik mobil itu. Namja tinggi dengan kaca mata hitam menutupi matanya membuka pintu mobil dan memaksa azuna memasuki mobil mewah itu. Lalu selanjutnya mobil itu melaju kencang meninggalkan sekolah azuna.
Azuna menatap namja yang ada disampingnya geram. Namja itu membuka kaca matanya dan menatap azuna dengan mata bengkaknya.
“kenapa kau datang lagi?” tanya azuna geram dan penuh kebencian. Walaupun begitu ia masih mencintai namja disampingnya-siwon-.
“ada yang perlu kubicarakan denganmu” ucap siwon datar sambil menambah laju mobilnya. Azuna memperhatikan  siwon dengan seksama. Entah penglihatan azuna yang salah atau tidak, siwon tampak seperti orang sakit. Mata bengkak, badan kurus, wajah pucat dan rambut halus disekitar bibir dan dagunya belum dicukur menghiasi wajah tampan siwon. Azuna memegang tangan siwon khawatir dengan keadaan namja itu. Tapi siwon malah menjauhkan tangannya dan berhenti di tepi pantai.
“aku ingin kau melupakanku” azuna segera menatap siwon terkejut. dengan tiba tiba siwon mengatakan itu tanpa memikirkan azuna terlebih dahulu? Apakah ini benar benar siwon?
“ne?” azuna menatap siwon penuh harap jika ia salah dengar.
“aku ingin kau melupakanku. Aku tak ingin kau terus terbebani dengan pikiran tentang diriku” siwon keluar dari mobil dan membukakan pintu untuk azuna. Bukannya keluar, azuna malah menarik kerah baju siwon dan meneriakinya.
“apa yang kau bilang?!” mata azuna memerah dan berair karena menahan amarah, kekecewaan dan kerinduan di dalam dadanya yang akhirnya meledak.
“setelah kau meninggalkanku,melupakaknku dan menghilang,sekarang kau datang seperti hantu dan bekata lupakan aku? Kau gila” azuna memukul dada siwon keras, meluapkan amarahnya. Air mata terus mengalir dari mata azuna yang menutup. Ia tak sanggup membuka matanya, takut ia akan memeluk dan bermohon pada siwon untuk tidak menghilang lagi.
“aku memang gila dan aku memang seperti ini” siwon memegang kedua tangan azuna dan menciumnya.
“kumohon, ini permintaan terakhir ku padamu karena aku tak akan melihatmu lagi” siwon melepaskan tangan azuna dan tangan itu terjatuh terkulai seperti tak bertulang. Azuna menatap siwon tak percaya.
“aku akan pergi jauh, jaga dirimu dan sepertinya kau harus mengganti diriku dengan orang lain” siwon berusaha tersenyum, membawa azuna keluar dari mobilnya.
“kau meninggalkanku lagi? Apa kau tak mencintaiku?” siwon tersentak mendengarnya. Pertanyaan yang membuatnya ingin memeluk azuna erat dan berteriak kepada gadis itu bahwa ia masih mencintai gadis mungil berambut panjang tersebut. tapi ia menahannya.
“ne, aku tak mencintaimu dan aku juga sudah melupakanmu” siwon tersenyum mengejek kearah azuna yang menatapnya kosong –seperti tak ada harapan hidup lagi-. Siwon menatap azuna cukup lama lalu berjalan ke dalam mobilnya dan melajukan mobilnya meninggalkan azuna yang masih berdiri dengan kalimat yang diontarkan siwon yang bergema di otaknya.
‘ne, aku tak mencintaimu dan aku juga sudah melupakanmu’ tiba tiba kaki azuna melemas dan terjatuh ke tanah. Air matanya mengalir deras di antara mata azuna yang tertutup. Suaranya tersedak sedak karena tangisan kekecewaan yang melandanya. Ia tak menerimanya, ia masih mencintai siwon.ia masih mengharapkan siwon untuk kembali dan berkata jika tadi itu adalah lelucon. Tapi jalan yang ada didepannya sangat sepi. Hanya dirinya dan beberapa mobil mobil asing yang melewatinya.
Azuna menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya dan menangis sekuat kuatnya. Sebuah mobil berhenti di depan azuna, seketika azuna berhenti menangis dan menengadah melihat siapa yang akan keluar dari mobil tersebut –masih berharap itu siwon-.
“azuna!!” hilang sudah harapan besar azuna. Itu bukan siwon. Azuna kembali sesegukkan, kecewa terhadap dirinya dan keadaannya sekarang.
“oppa” azuna langsung memeluk kyuhyun erat, masih tak tahan membayangkan dirinya saat ini. Kyuhyun hanya terdiam dengan bingung. ‘kenapa yeoja ini seperti ini di tepi jalan?’ kyuhyun terdiam ketika mendengar azuna menyebut sebuah nama.
“siwon oppa ia meninggalkanku” ucap azuna terbata bata. Kyuhyun mengelus kepala azuna lembut untuk menenangi yeoja itu.
“namja brengsek itu!” bisik kyuhyun pelan.
-Flash end-
-to be continue-


hehe maafkan saya readers baru ngepos ff ini sejak ff terakhir. mungkin udah berbulan bulan atau bertahun tahun menunggu akhirnya ff gaje ini nongol juga :D . karena kesibukan saya berkuliah dan tugas bagaikan bukit dan ditambah laptop saya rusak (ngepos pun mohon mohon minjam laptop teman) membuat saya lama ngeposnya. semoga kalian semua memaafkan saya *bow

Tidak ada komentar:

Posting Komentar