Title
:Love Of Moment (Part 4)
“ajussi, bisakah anda membuatkan saya kopi?” azuna sedikit menolehkan kepalanya unuk melihat ajussi yang kini tengah menatapnya. Ajussi itu membungkuk mengiyakan permintaan azuna. Azuna kembali melangkah dan tiba tiba berhenti.
Autor : dhidiane
Genre : Frienship, Romance, family,
Rating : PG-15
Genre : Frienship, Romance, family,
Rating : PG-15
Length
: Chapter
Cast
: Eunhyuk, Siwon, Kyuhyun, jung eunsoo (OC) , hachikawa
azuna (OC)
Disclaimer
: This is the original ff. comes from my mind and imagination. if there
is a similar plot was only fortuitous similarity.
---***---
Siwon mengetukan ke empat jarinya di atas meja kayu. Kelas
yang sepi membuat benturan jari siwon dengan meja menggema di sudut kelas. Mata
hitam itu menerawang entah kemana. Dia masih ingat kejadian sore kemaren yang
membuatnya tak bisa tidur sedikit pun.
-flashback-
Seorang yeoja yang tergeletak di atas tanah dengan bibir
pucat membuat mata siwon melebar. Diperhatikannya lekuk wajah yeoja yang
memucat itu. Dia tak sedang bermimpi, yeoja itu benar benar orang yang
dicarinya hampir selama ini. Siwon melangkahkan kakinya sangat pelan. Beberapa
jarak dari yeoja itu, seorang yeoja lain berlari terengah engah ke arah siwon
dan mendorong siwon yang menghalangi jalannya.
“azuna ya. Azuna! Hei, ireona!” yeoja itu mengambil
ponselnya dan menghubungi seseorang. Siwon hanya bisa mematung di tempatnya.
Yeoja yang tergeletak di atas tanah sekarang telah berbalut mantel dan berada
di dalam pelukan temannya. Siwon menggerutu melihat adegan itu. Seharusnya dia
yang memeluk yeoja nya. Bukan temannya. Siwon berusaha menggerakan kakinya untuk
ke dekat azuna, tapi suara seseorang membuatnya segera berbalik dan berjalan
meninggalkan taman. Siwon merasa tidak tuli atau pikun. Dia ingat nama yeoja
nya disebutkan oleh yeoja berambut sebahu tadi. Ya, dia tak salah.
-flashend-
Tiba tiba Pintu kayu terbuka lebar menampakan sesosok namja
yang terengah karena berlari ke kelas. Kepala siwon yang tadinya menekur segera
tegak dan berpaling ketika siapa namja itu. Kyuhyun, seorang namja bertubuh
tinggi dengan penghasilan keluarganya yang sangat besar dan menyumbangkan
seperempat pengahasilan pada konkuk universitas.
Kyuhyun berdecak kesal melihat wajah siwon. Wajah yang
sangat menjijikan. Kyuhyun mengambil handphonenya dari saku dan menghubungi
sebuah nomor tak sabaran.percakapan terjadi dan dia segera melangkahkan
kakinya, tapi siwon menghentikannnya dengan kata kata dinginnya dan sedikit
memohon.
“kenapa kau terburu buru? Apakah kau tak ingin berbicara
sedikitpun pada temanmu ini?” kyuhyun menolehkan kepalanya dan menunjukan evil
smile nya.
“kau pikir aku akan bicara pada teman penghianatku ha?mati
saja kau” kyuhyun melangkahkan kakinya cepat keluar dari perkarangan kampus
untuk menuju ke arah mobil hitam yang terparkir di depan gerbang. Siwon hanya
menggeleng kepalanya sedih. Sejak kejadian itu
kehidupan nya berantakan. Tidak sepeti benang kusut, tapi seperti jalan yang
banyak cabang tapi tak berujung. Siwon menatap layar handphonenya sedih. jelas
terpampang disana sebuah foto yeoja cantik berdarah jepang asli tengah
tersenyum manis kekamera. Baju merah maron dan bandana bewarna hitam membuatnya
sangat sangat manis. Membuat siwon lupa ia sekarang berada dimana.
--***---
Sepasang mata dengan bulu mata yang tak terlalu lebat
berusaha membuka katupnya. Tangannya yang sejak tadi diam seperti patung kini
mulai bergerak. Mata yang tadi masih separoh tertutup kini telah terbuka
sempurna –walaupun-masih-kabur-. Azuna menatap eunsoo dan seorang namja yang
tengah mendebatkan entah-apa-itu.
Eunsoo menatap tajam namja yang memakai sweter abu abu di
depannya. Wajah eunsoo memerah karena perdebatan yang berlangsung cukup lama.
Namja di depannya juga sama sepeti eunsoo. Rambut coklatnya acak acakkan dan
sepertinya bau alkohol dari mulutnya masih ada –terlihat-dari
–ekspresi-eunsoo-.
“sudah kubilang, kau tak perlu datang kerumahku. Kau tak ada
hak memijak lantai rumahku” eunsoo menatap geram namja yang kini menghentak
hentakkan kakinya kelantai. Membuat beberapa bekas kaki tercetak disana.
“sudah kubilang juga, azuna ini dongsaengku. DONGSAENG KU!”
eunsoo dan namja itu saling melemparkan pandangan benci membuat azuna yang
melihatnya jengkel.
“apa yang kau lakukan? Oppa, kenapa tidak kau lepas
sepatumu?” eunsoo maupun euhyuk –yang-dipanggil-oppa-oleh-azuna segera menoleh
ke asal suara. Terlihat azuna tengah duduk di tepi ranjang eunsoo dengan
memegangi kepalanya yang pusing. Segera eunsoo dan eunhyuk mengambil air dan
berebutan menyerahkannya ke azuna. Kepala azuna yang sakitnya bertambah sakit
melihat tingkah 2manusia didepannya ini.
Azuna mengambil kedua air yang disodorkan kearahnya dan menghabiskan air di 2
gelas tersebut. euhyuk menatap cemas azuna yang kini tengah meneguk sebutir
obat yang baru diserahkan eunsoo padanya.
“apa aku tadi pingsan?” eunsoo mengangguk.
“kau pingsan di taman tepatnya diatas tanah dan untungnya
aku segera datang dan menelvon seongsanim” azuna mengangguk dan mentap bingung
eunhyuk.
“dan kenapa oppa ku ada disini?” eunsoo menoleh ke arah
eunhyuk yang ada dibelakangnya.
“dia melihat seongsanim membawamu ke uks, dan dia mengejar
kami dan memaksa ku untuk membawamu ke apartemen ku. Bukan apartemen dia”
“itu lebih baik dari pada kau di uks azuna. Disana
makanannya tak enak dan lagi pula kau tak perlu susah susah datang kesini kan?”eunsoo
menggeleng mendengar penjelasan eunhyuk yang tak masuk akal. Alasan apa itu?
“jadi ini oppa yang sering kau bicarakan itu?”eunsoo menatap
aneh eunhyuk yang kini tengah menggaruk lengannya yg gatal. azuna mengangguk
membalas pertanyaan eunsoo.
“eunhyuk oppa saudara dari adik ayah ku. Kami sangat dekat
dari kecil sampai sekarang?”
“jadi eunhyuk orang jepang?!” eunsoo menatap pria yang
menatap datar dirinya. ‘Kenapa bisa namja jelek ini keturunan jepang?’ batin
eunsoo. Setiap melihat eunhyuk eunsoo, terus memikirkan hal hal negatif tentang
diri eunhyuk.
“ani. Aku orang jepang. Aboeji azuna orang korea dan
eomonimnya orang jepang asli. Dia dilahirkan dan dibesarkan di jepang sampai
sekolah menengah pertama” eunsoo mengangguk mengerti atas penjelasan panjang
eunhyuk. Ya, azuna memang jarang menceritakan tentang keluarganya. Walaupun
mereka telah berteman selama 2tahun belakangan ini, azuna hanya lebih tertarik
mendengarkan cerita kehidupan eunsoo yang penuh rintangan dari pada
menceritakan kehidupannya.
“jadi, bagaimana nyonya pencopet?” azuna dan eunsoo segera
menoleh ke arah eunhyuk. Tangan kasarnya tersodor ke arah eunsoo. Eunsoo
menegadah melihat wajah eunhyuk yang dingin. Dia tau apa yang diminta eunhyuk.
“pecopet? Kau mengambil apa dari oppa,eunsoo?”eunsoo segera
menggeleng dan menyilangkan tangannya.
“anio. Aku tak mengambil apapun, hanya saja—”
“dia mengambil dompetku”potong eunhyuk cepat sebelum azuna
termakan oleh alasan bodoh eunsoo. Firasat eunsoo benar, pasti namja berbau
alkohol ini memaksanya kesini supaya dia bisa meminta dompetnya lebih mudah dan
tak diketahui oleh seongsanim.
“benarkah itu eunsoo? Boleh aku melihatnya?” eunsoo mengambil
dompet dari tasnya dan menyerahkannya pada azuna. Ditatapnya eunhyuk yang
tersenyum kemenangan dengan menatap eunsoo dengan tatapan apa-yang-kau-lihat?
“ini memang dompet eunhyuk oppa. Harabeoji memberinya untuk
hadiah ulang tahunnya tahun kemarin” azuna menyerahkan dompet itu pada eunsoo
yang menatapnya tak percaya.
“jeongmal? Tapi dia bilang ini dibelinya dilondon?” eunsoo
menatap bingung azuna dan eunhyuk secara bergantian. Azuna menatap tanjam
eunhyuk yang membuang pandangannya pada meja yang berantakan yang berada di
luar kamar eunsoo.
“nappeun. Kau bilang kau yang membelinya? Harabeojinya
memebelinya di swiss. Kenapa kau berbohong monyet?”eunhyuk menatap geram azuna
yang memanggilnya monyet. Bagaimana bisa yeoja manis ini memanngil namja tampan
sepertinya ini monyet?
“aku tidak monyet, kau saja yang kura kura. Kembalikan
dompetku"eunhyuk merampas dompetnya dari genggaman eunsoo dan segera
keluar dari kamar eunsoo. Sedangkan eunsoo hanya melongo menyaksikan sepasang
saudara itu bertengkar. Azuna turun dari ranjangnya dan berjalan ke arah meja
belajar eunsoo. Tepatnya berjalan menuju tasnya. Diraihnya handphonenya dan
diketiknya sebuah pesan pada seseorang. Azuna kembali dan duduk di tepi ranjang
eunsoo.
“siapa yg kau sms?”
“supirku. Eomma pulang dari jepang hari ini. Aku ingin
menjemputnya segera sebelum dia berjalan lagi kerumahku” eunsoo tertawa melihat
ekspresi azuna yang lucu. Azuna pernah bercerita tentang eommanya yang berjalan
kerumahnya karena tak ada satupun yang menjemputnya dan eomma juga tidak
terbiasa dengan taxi atau transportasi umum dikorea. Itu membuat azuna merasa
bersalah, sedih dan marah. Dia tak ingin itu terulang lagi.
“tapi kau baru siuman” azuna tersenyum dan meletakkan tangan
mungilnya keatas kepala eunsoo.
“gwencana. Demi eomma apapun akan ku lakukan” eunsoo
tersenyum miris mendengarkan kata azuna tadi.. andaikan dia juga seperti azuna.
Pasti hidupnya jauh lebih berarti.
“sepertnya aku sudah dijemput. Aku pergi dulu” azuna meraih
tasnya dan memeluk eunsoo dan tak lupa mengucapkan terima kasih. Mata bulat
eunsoo mengikuti punggung azuna yang telah mengilang dari balik pintu.
Direbahkannya badannya dan ditatapnya langit langit yang
penuh dengan hiasan bintang. Andaikan saja ia bisa sepert azuna. Hidup mewah,
keluarga lengkap, kasih sayang yang melimpah,dicintai semua orang,dan tak
memiliki masalah yang sangat besar. Ya, andaikan dia seperti azuna, mungkin dia
tak akan tinggal diapartemen tua ini dan akan membuat rumah sendiri di seoul
degan uangnya. Andaikan...
“hei, kau punya makanan?”eunsoo segera duduk ketika sebuah
suara menggema di kamarnya. Ditatapnya eunhyuk yang tengah menyandar di pintu
kamarnya dengan tangan yang di masukan ke dalam saku dan menatap datar eunsoo.
Eunsoo menatap eunhyuk terkejut.
“bukankah kau sudah pergi tadi?” eunhyuk menggeleng. Ia
berjalan ke arah meja belajar dan menarik kursi dan duduk di atas sana.
“siapa yang bilang? Aku menunggumu di ruangan itu.” Eunsoo
menatap ruangan yang ditunjuk eunhyuk. Lebih tepatnya ke arah meja besarnya.
“apa yang kau lihat tadi?” eunsoo segera bangun, berjalan ke
arah meja kayu besarnya dan memeriksa ada benda atau foto yang tak ada
ditempatnya
“aku hanya melihat foto fotomu. Apa kau dari jurusan yang
berkaitan dengan film?” eunsoo tak merespon. Ia sepertinya sudah larut pada
pekerjaannya,yaitu Memasukan semua foto ke dalam sebuah kotak. Wajahnya
menegang menandakan emosi ,membuat eunhyuk bingung.
“hei, aku hanya melihatnya. Sedikit yang kusentuh dan kenapa
kau membuat wajah seperti itu?” eunsoo dengan cepat menatap eunhyuk. Mata abu
abunya menatap tajam eunhyuk, seperti akan menyobek nyobek mata hitam milik
eunhyuk.
“apakah kau pernah diajarkan eomma mu untuk tidak menyentuh
benda milik org lain?” wajah eunhyuk yg tadinya penuh dengan rasa penasaran
berubah menjadi sedih dan marah. Segera eunhyuk berjalan dan meraih handphone
di atas meja di depan tv. Eunsoo yang merasa aneh melihat eunhyuk segera
berjalan ke arah eunhyuk yang kini tengah megetik sesuatu di handphonenya.
“apa kau marah?” eunsoo berusaha melihat wajah eunhyuk yang
tertekuk begitu dalam. Poni panjang eunhyuk membuat wajah eunhyuk hilang.
Eunhyuk hanya diam dan berjalan ke arah pintu.
“kau ada rencana?” eunsoo mengangguk.
“aku harus menemui eommaku” eunhyuk tersenyum seperti anak
kecil. Segera ia berjalan ke arah eunsoo dan menautkan kedua telapak tangannya
“aku ikut”
“b-bwo?!”
“aku ada mobil. Jadi kau tak perlu susah susah mengeluarkan
uang untuk pergi ke tempat eommamu bukan?”eunsoo mengangguk mengiyakan
perkataan eunhyuk. Tapi otaknya masih sehat,jika dia di apa apakan oleh eunhyuk
bagaimana? Namja itu sangat suka mabuk dan brutal dan dia juga baru mengenal
eunhyuk. Kepalanya hampir menggeleng ketika eunhyuk sadar bagaimana tatapan
eunsoo padanya.
“aku tak akan berbuat apapun pada yeoja seperti mu. Kau
bukan tipeku” eunhyuk mengangguk meyakinkan eunsoo. Eunsoo mulai bimbang. Ia
terdiam sejenak untuk berfikir.
“baiklah” eunhyuk segera membawakan tas eunsoo dan sebuah
bungkusan yang sejak tadi terletak di sebelah tv. Eusoo hanya terdiam melihat
eunhyuk sekarang tengah menariknya menuju pintu. Kenapa namja ini? Eunsoo belum
mengatakan iya tapi namja ini sudah menariknya.
“apa yang kau tunggu lagi? Ini hampir malam” eunsoo segera
mengambil jaket dan handphonenya lalu berjalan menyusul eunhyuk yang sudah
keluar dari apartemennya.
---***---
Siwon menatap bangunan megah di depannya dengan sedih. Sudah
lama ia tak melihat bangunan 2 tingkat bewarna cream itu. Diliriknya petugas
yang mendekat menghampirinya. Petugas itu tersenyum dan membungkuk ketika
melihat siwon yang berdiri dari luar pagar yang menjulang meindungi bangunan
bernama rumah itu.
“bagaimana kabar anda, tuan siwon?” petugas itu tersenyum ke
arah siwon. Siwon membalas senyum petugas itu dan menggaruk tengkuknya bingung.
Entah apa yag harus dijawabnya.
“kurasa antara baik dan tidak baik saja” siwon tertawa
garing mendengar kata kata yang keluar dari mulutnya. Jawaban apa itu?petugas
itu tersenyum mendengar jawaban siwon.ditatapnya siwon dengan tatapan iba yang
membuat siwon resah. Petugas itu tau bagaimana tersiksanya siwon ketika harus
meninggalkan rumah ini dan gadis yang dicintainya. Begitu juga dengan siwon.ia
merasa bersalah dan menyesal meninggalkan kenangan lamanya,tak harus ia
meninggalkannya tapi karena kejadian itu membuatnya blank, tidak tau berbuat
apa dan mengaharuskannya meninggalkan kehidupan lamannya.
“apa ia belum pulang?” petugas itu menggeleng. Rasa lega dan
kecewa mulai muncul di dada siwon.
“apa anda ingin menunggunya di dalam?” siwon menggeleng dan
tersenyum ramah ke petugas itu.
“tak usah ajussi. Aku juga harus pergi sekarang, kau tau
menjadi penerus perusahan itu benar benar susah” petugas dan siwon terkekeh
kecil mendengar celetukan siwon. Siwon berpamitan dan membalikan badannya
menuju mobil hitamnya.
Seorang yeoja berambut panjang dengan mata bulatnya menatap
siwon yang ada di depannya. Siwon pun tak kalah terkejunya melihat yeoja di
depannya. Yeoja berambut panjang,bermata bulat,badan yang terbalut gaun pink
lembut membuat jantung siwon melompat lompat. Cukup susah siwon bernafas melihat
yeoja di depannya. Kenapa tidak, yeoja di depannya ini adalah yeoja yang benar
benar dicintainya seumur hidup.
“anda sudah pulang, nona azuna. Oh selamat datang nyonya kim”ajussi
petugas segera membuakakn gerbang dan mempersilahkan yeoja separuh baya yang
masih cantik rupanya untuk memasuki rumah.yeoja separuh baya itu tersenyum
sekilas kearah siwon dan mengangguk ke arah anaknya sndiri.azuna. azuna yang ada di depan siwon segera
mengalihkan pandangannya ke ajussi penjaga. Azuna kembali menatap siwon yang
kini berusaha mengatur nafasnya. Tatapan kebencian mulai muncul dari wajah
cantik azuna. Kaki panjang nya membawanya masuk ke dalam rumahnya tanpa sediki
pun menyapa siwon.
“azuna” azuna tak menghiraukan panggilan siwon padanya.
Kakinya terus membawanya melintasi taman.
“ajussi, bisakah anda membuatkan saya kopi?” azuna sedikit menolehkan kepalanya unuk melihat ajussi yang kini tengah menatapnya. Ajussi itu membungkuk mengiyakan permintaan azuna. Azuna kembali melangkah dan tiba tiba berhenti.
“ajussi, kau harus menutup pagarnya sekarang”sebelum ajussi
itu menutup pagarnya, sebuah mobil mewah berhenti tepat di depan gerbang.
Kyuhyun yang membawa mbil itu segera keluar dari mobil dan berlari kecil menuju
azuna yang berdiri di tempatnya.
“apa kau pingsan tadi? Aku mencari mu ke apartemen temanmu
tapi apartemennya kosong” azuna melanjutkan langkahnya memasuki istananya
bersama kyuhyun yang masih melanjutkan ceritanya, sedangkan siwon dengan pasrah
berbalik ke mobilnya setelah berpamitan pada ajussi penjaga. Di dalam mobil
siwon hanya duduk di atas kursi pengemudi sambil menatap jalanan yang kosong.
Matanya yang hitam tampak tak fokus dan yang hanya di lakukan siwon hanyalah
duduk dan menatap entah-apalah-itu. Pikirannya melayang jauh. ‘apakah seburuk
itu kebenciaanya pada dirinya?’ . siwon menggeleng lemah ketika pertanyaan
tersebut muncul dibenaknya. Segera di lajukan mobil hitamnya dengan cepat tanpa
mempedulikan seseorang yang sejak tadi mengintip mobil siwon dari atas rumah
azuna.
---***---
Eunso dan eunhyuk berjalan melewati jalan setapak yang cukup
sempit. Stengah jam yang lalu mereka telah sampai di kampung halaman eunsoo
dengan perjalanan hampir 3jam. Setelah itu mereka harus berjalan menuju rumah
eunsoo karena gang yang mereka lewati tak dapat dimasuki mobil. yang membuat
eunhyuk harus memarkirkan mobilnya di tepi danau di depan gang. Eunsoo menatap
sekilas eunhyuk yang cemberut yang membuat tawa geli keluar dari bibir eunsoo.
Eunhyuk yang mendengarnya menatap heran eunsoo yang mengalihkan wajahnya.
“bwo? Apa yang kau tertawakan?” eunsoo mendehem beberapa
kali untuk meredakan geli di perutnya. Di lirik nya eunhyuk yang menatapnya
menunggu jawaban yang keluar dari bibir mungil eunsoo. Eunsoo menatap lurus
jalanan yang turun, membuat mereka memperlambat langkah.
“kenapa kau cemberut? Itu membuat wajahmu lucu”eunhyuk
menyentuh wajahnya dan hanya tersenyum melihat tawa eunsoo kembali keluar. Kupu
kupu yang ada di perut eunhyuk berterbangan membuat sebuah senyuman kebahagiaan
muncul di wajahnya. Eunsoo hanya memandang heran eunhyuk dan mencoba meredakan
tawanya. Eunhyuk melirik eunsoo yang kini memegang perutnya yang sakit karena
tertawa terlalu keras, entah kenapa apa yang dilakukan yeoja mungil
disebelahnya ini menjadi candu bagi eunhyuk. Tanpa disadarinya wajah eunhyuk
kini telah mendekati wajah eunsoo yang menunduk. Wajah eunhyuk semakin mendekat
membuat eunsoo sadar apa yang dilakukan eunhyuk.
“apa yang kau lakukan?” eunsoo menatap ngeri eunhyuk yang
kni hanya tinggal beberapa senti dari wajahnya. Eunhyuk semakin mendekati wajah
nya ke wajah eunsoo yan mulai memerah dan panik. Jalanan yan sepi tambah
membuat eunsoo panik. Bagaimana jika eunhyuk berbuat yang tidak tidak terhadapnya?
Kepada siapa dia mintak tolong? Sedangkan rumahnya tinggal satu belokan lagi.
Eunhyuk memegang dagu eunsoo dan menariknya mendekat. Kini hidung mereka
semakin beradu membuat wajah eunsoo benar benar panas.
“eunsoo-ya” mendengar namanya dipanggil membuat mata eunsoo
terpaku pada mata hitam milik eunhyuk. Dia menuggu apa yang selanjutnya akan
terjadi.dia menunggunya dan menunggu.eunhyuk memiringkan kepalanya dan mulai
mendekati wajah putih eunsoo sambil membelai lembut rambut pendek eunsoo.
-To be continue-

Tidak ada komentar:
Posting Komentar